KEKUATAN KARAKTER PENYULUH PERTANIAN SWADAYA KABUPATEN KUPANG
Pemberdayaan petani dan keluarganya melalui penyelenggaraan penyuluhan pertanian tidak mungkin dilaksanakan dengan pendekatan individual, karena jumlah dan sebaran petani sangat besar dan luas serta terbatasnya sumberdaya penyuluhan. Dengan kondisi demikian, penyuluhan pertanian harus dilakukan melalui pendekatan kelompok. Pendekatan ini akan mendorong petani membentuk kelembagaan tani yang kuat agar dapat membangun sinergi antar petani, baik dalam proses belajar dan kerjasama maupun sebagai unit produksi yang merupakan bagian dari usahataninya.Melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) yang dikembangkan Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian Republik Indonesia posisi Juni 2016 jumlah kelompok tani Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 22.272 kelompok. Di Kabupaten Kupang terdapat 1.030 kelompok tani. Penyuluhan di Kabupaten Kupang ditangani oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kupang.Kamis, 13 Oktober 2016 kami dari Bidang Ketenagaan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT melakukan monitoring ke salah satu kelompok yaitu kelompok Tunas Baru Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang yang diketuai oleh Bapak Benyamin Kanuk. Jumlah anggota kelompok 31 orang. Beliau diangkat menjadi penyuluh pertanian swadaya. Latar belakang pendidikan pasca sarjana (S2). Beliau pernah bekerja sebagai dosen dan pernah menjadi dekan pada salah satu sekolah theologia. Namun karena passion beliau adalah bidang pertanian maka beliau terpanggil melakukan usaha dan membimbing anggota kelompok sehingga beliau memutuskan untuk secara total mengabdikan diri di sektor pertanian. Dalam kunjungan ke kelompok ini bersama kami Kepala Sub Bidang Ketenagaan Penyuluhan pada Badan Pelaksana Pertanian Perikanan dan Kehutanan Penyuluhan Kabupaten Kupang (Jolly Ndun, SH).Hal menarik yang kami temui adalah di depan rumah ketua terdapat satu pohon dengan fisiologi daun bidara (bahas daerah kom ) dan buahnya lebih besar dari buah kom. Setelah kami berdiskusi dan menanyakan ternyata pohon ini adalah pohon dengan batang bawah kom/bidara (Ziziphus mauritiana) dan batang atas apel (Malus domestica). Sejak Tahun 2011 Pak Benyamin sudah melakukan penyambungan tanaman kom dan apel. Cara memperoleh tanaman kom untuk batang diperoleh dengan cara koker diletakan di bawah pohon kom dan dibiarkan tanaman kom tumbuh alami di dalam koker jika sudah berdiameter satu centimeter dan tinggi tanaman 15-20 cm maka diambil untuk disambung dengan pucuk apel yang diambil dari So'E ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kabupaten ini terkenal sebagai penghasil apel di Provinsi NTT. Kejayaan apel So'E di bawah tahun 1980-an mempunyai produksi yang sangat bagus. Namun memasuki tahun 1990-an sempat hilang karena menurut informasi terserang hama dan penyakit. Beberapa tahun terakhir sejak tahun 2000-an mulai dibudidayakan kembali namun hasilnya belum sama dengan masa kejayaan yang lalu. Sampai tahun 2016 tanaman kom dengan sambungan pucuk apel sudah berjumlah 55 pohon yang tersebar di Kabupaten Kupang. Yang menarik dari tanaman ini adalah berbuah setiap saat tanpa mengenal musim.Pak Benyamin sebagai penggerak memiliki kekuatan karakter, pengetahuan, ketrampilan, sikap serta sosok manusia yang tidak mudah putus asa. Beliau terlihat tangguh di depan anggota kelompok, mempunyai mental baja serta memperlihatkan ketangguhan sehingga menjadi inspirasi yang luar biasa. Mentalnya yang tangguh dan tidak mudah menyerah menginspirasi kelompok ini, sehingga mempunyai berbagai usaha antara lain budidaya padi, lumbung pangan, penggilingan padi, hortikultura, peternakan babi. Luas lahan kelompok 26 ha. Ketika kami mengunjungi terdapat hamparan 13 ha padi milik sendiri di 4 Ha dan menyewa 9 ha yang ditanami varietas Ciherang (7,8ton/ha) dan Invari 1 (6,9 ton/ha). Harapan kami kekuatan karakter yang dimiliki insan sektor pertanian bergabung menjadi kekuatan karakter luar biasa untuk kemajuan daerah ini.