[JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta penguatan kelembagaan dilakukan kaum milenial yang memiliki potensi besar untuk membawa inovasi dalam pertanian, dengan meningkatkan kapasitas, produktivitas, serta kontribusi mereka dalam mendukung ketahanan pangan nasional."Ini penting karena kaum milenial memiliki potensi besar untuk membawa inovasi dalam pertanian," ujar Amran. Mentan menyampaikan, terdapat tiga instrumen untuk menggerakkan perekonomian Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 di dari sisi pangan, yakni kaum millenial produktif, sumber daya lahan dan penggunaan teknologi.Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan kaum milenial khususnya di daerah Merauke untuk memperkuat sektor pertanian dengan sistem modernisasi. Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti mengatakan untuk menjaga kelembagaan ekonomi petani kita harus mempunyai rencana bisnis kedepan seperti apa dengan para penyuluh agar teman di lapangan dapat mengerti rencana jangka pendek seperti apa rencana jangka menengah dan rencana jangka panjang agar dapat tercapai. Diharapkan dalam kelembagaan ekonomi petani peran tengkulak dialihkan menjadi mitra sehingga dapat bekerjasama agar petani tidak menjadi objek saja tapi menjadi subjek”.jelasnya Kepala BPPSDMP berharap agar seluruh teman di seluruh penjuru tau seperti apa koperasi kita dari hanya cabe berkembang menjadi beras sampai bermitra dengan perusahaan yang besar sehingga pemasaran dapat ke luar kota. Narasumber Ngobras, Listio Rini, Ketua koperasi cemoro kabupaten Ngawi mengatakan bahwa Kelembagaan ekonomi petani merujuk pada struktur dan kompensasi yang mengatur aktivitas ekonomi dalam bidang pertanian. Mencakup berbagai bentuk organisasi seperti koperasi, kelompok petani dan BUMP. Kelembagaan ini berperan penting dalam mendukung petani dalam berbagai aspek mulai dari produksi pemasaran hingga akses terhadap sumberdaya, hingga permodalan”. jelasnya. Adapun KEP di kabupaten Ngawi diantaranya Koperasi tani mandiri, Koperasi gemas, Koperasi cemoro, Koperasi Suko tani, Koperasi toko tani milenial, Koperasi berkah rezeki tani. Kelembagaan ekonomi petani penting untuk penguatan posisi tawar, pengelolaan sumber daya bersama, akses terhadap informasi teknologi hingga permodalan, mendorong inovasi , mitigasi resiko”. imbuhnya.-hevymay-