Loading...

KELOMPOK TANI PONDOK PALAPA I KAMPUNG BEKALAR LAKUKAN PANEN RAYA MELON

KELOMPOK TANI PONDOK PALAPA I KAMPUNG BEKALAR  LAKUKAN PANEN RAYA MELON
KELOMPOK TANI PONDOK PALAPA I KAMPUNG BEKALAR LAKUKAN PANEN RAYA MELON Kandis, Kegembiraan terpancar dari wajah para petani yang tergabung dalam Kelompoktani Pondok Palapa I Kampung Bekalar Kecamatan Kandis, panen raya ini dirasa petani cukup menggembirakan dimana dari 2.000 batang melon yang ditanam pada lahan seluas 1.200 m² diprediksi produksinya dapat mencapai hingga 4 ton. Hadir pada acara panen raya ini Kepala BPPKP Kabupaten Siak yang diwakili oleh Ir. H. Subhan Arief, M.Si, Koramil dan Babinsa se-Kecamatan Kandis, Kepala UPTD TPH, Kepala UPTB PPKP, Kepala Kampung Adat Sakai Bekalar, Ketua KTNA Kecamatan Kandis, Pimpinan PT. Panah Merah wilayah Riau, Pimpinan PT. Mitra Sukses Agrindo, serta PPL se-Kecamatan Kandis.Dalam sambutannya Ketua kelompok tani Pondok Palapa I Kurniawan mengatakan bahwa budidaya melon yang dilakukannya awalnya hanya untuk coba-coba dikarenakan tidak ditanam secara luas, karena biasanya anggota kelompok ini hanya sebatas membudidayakan komoditas tanaman seperti cabe, terong dan jagung. Namun Alhamdulillah, walaupun masih dalam tahap percobaan budidaya melon yang dilakukannya cukup berhasil. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah memberikan dukungan secara moril, baik itu dari PPL maupun dari pihak perusahaan Panah Merah selaku produsen benih yang telah memberikan pencerahan ilmu dalam melakukan budidaya melon ini sehingga bisa berhasil. "Semoga ke depan untuk dapat lebih ditingkatkan lagi pembinaan terhadap kelompok tani kami ini, sehingga kami dapat lebih bersemangat untuk mencapai peningkatan produksi pertanian", ujarnya.PPL Kampung Bekalar Sigit Suwarno, S.Pt menyampaikan bahwa Kelompoktani Pondok palapa I telah berdiri sejak tahun 2008. Lahan yang digunakan oleh kelompok tani ini merupakan lahan pinjam pakai dari PT. Chevron yaitu seluas 15 Ha selama 10 tahun. Lahan seluas 15 Ha ini dipergunakan oleh kelompok tani untuk menanam tanaman pangan dan hortikultura. Kendala yang saat ini dihadapi oleh petani yakni masalah tingginya perbedaan harga antara harga yang dibeli oleh pedagang ke petani dengan harga yang dijual pedagang ke konsumen, dimana untuk 1 kilonya petani menjual ke pedagang dengan harga Rp. 5.000,- sementara di pasar pedagang menjual ke konsumen seharga Rp. 10.000,- padahal jarak antara Kampung Bekalar dengan pasar Kecamatan Kandis berjarak sekitar 3 Km. Hal ini terjadi karena kurangnya akses informasi harga pasar ke petani. Ir. H. Subhan Arief, M.Si yang mewakili Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Siak dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Kelompoktani Pondok Palapa I yang telah berhasil dalam membudidayakan tanaman melon. "Untuk masa yang akan datang diharapkan agar petani dapat lebih meningkatkan luas tanam sehingga diharapkan produksi buah melon akan meningkat pula" ujarnya. "Menanggapi masalah disparitas harga antara petani dan pedagang kami mengusulkan agar sebelum produk hasil pertanian tersebut dijual ke pedagang, petani dapat berkerjasama dengan PPL untuk mencari informasi mengenai harga di pasar salah satunya dengan melakukan survey. Diharapkan dengan melakukan survey langsung ke pasar didapatlah harga pasar yang akurat, sehingga ke depannya petani tidak lagi dirugikan karena masalah harga" tambahnya. Pada kesempatan tersebut beliau juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hadir agar dapat melakukan pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam tanaman yang bermanfaat bagi kebutuhan keluarga. Usaha pemanfaatan pekarangan yang dikelola secara intensif dan terpadu dengan berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus menerus, guna pemenuhan gizi keluarga. Bahkan di tengah kondisi harga bahan kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, dengan menanam sayur-sayuran dan memelihara hewan ternak dan ikan di pekarangan, dapat turut membantu perekonomian rumah tangga. Bila hasil panen berlebih bisa dijual, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.