KELOMPOK TANI TANGGAP TERHADAP HAMA PENGGEREK BATANG PADI DI KECAMATAN PATOKBEUSI KABUPATEN SUBANG
Musim tanam rendeng merupakan musim tanam yang banyak dikhawatirkan oleh para petani khususnya bagi para petani di kecamatan patokbeusi bagi perkembangan tanamannya, karena di musim rendeng ini OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) mudah sekali berkembang. Salah satu OPT yang menjadi gundah akhir-akhir ini bagi para petani yaitu hama penggerek batang padi. Hama penggerek batang adalah salah satu hama paling berbahaya pada tanaman padi, hama ini bisa menyerang tanaman padi mulai dari persemaian, fase vegetatif, fase generatif hingga menjelang panen. Kerugian yang besar terjadi bila penerbangan ngengat bersamaan dengan fase tanaman bunting. Gejala-gejala serangan hama penggerek batang padi : (a) Pada tanaman fase vegetatif larva memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, kering mati, dan gejalanya vegetatif disebut sundep (b). Gejala serangan pada fase generatif menyebabkan malai muncul putih dan hampa yang disebut beluk. Aktifitas penggerek batang padi dipengaruhi oleh suhu, kelembaban udara, cahaya dan angin. Populasinya sangat dipengaruhi oleh keadaan musim maupun suhu, yaitu mengalami masa istirahat yang bertepatan dengan musim panas dan musim dingin. Ngengat penggerek batang aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya. Pada awal Februari terjadi penerbangan ngengat penggerek batang padi yang tinggi hal ini dapat dilihat di lampu penerangan yang ada di sekitar sawah. Kami para petugas POPT, Penyuluh, dan para kelompok tani di Kecamatan Patokbeusi bekerjasama dalam usaha pengendalian diantaranya diadakan Gerdal (Gerakan Pengendalian) semprot massal hama penggerek batang padi di kelompok tani Cikal Jaya I. Antusias para anggota kelompok tani sangat tinggi. Dengan adanya kerjasama gerakan pengendalian ini diharapkan dapat menekan perkembangan hama, terutama pengendalian pada fase bunting tanaman padi dapat mencegah terjadinya beluk yang mengakibatkan bulir hampa yang sangat merugikan para petani karena penurunan produksi. Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi dapat dilakukan dengan tanam serentak meliputi areal seluas-luasnya dengan perbedaan waktu tanam paling lama dua minggu. Penanaman serentak dimaksudkan agar masa pertumbuhan dan panen serempak sehingga saat panen selesai, sumber makanan bagi penggerek habis. Dampak selanjutnya populasi penggerek rendah. Di daerah endemis penggerek, sebaiknya ditanam varietas yang mempunyai struktur tanaman lebih tahan terhadap kerusakan akibat penggerek padi. Pengendalian disarankan mulai dari persemaian, pengelompokan persemaian dimaksudkan untuk memudahkan upaya pengumpulan telur penggerek secara masal. Pengaturan waktu tanam berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi yaitu 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya. Sumber : http://www.artikelpadi.com Penyusun Team BPP Patokbeusi : Shanti Agustriningsih,S.Pt., N.Lesmanah,SP.