Loading...

KEMENTAN HADIRKAN TEKNOLOGI PERTANIAN TAKSI ALSINTAN

KEMENTAN HADIRKAN TEKNOLOGI PERTANIAN TAKSI ALSINTAN
[Jakarta] Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program Taksi Alsintan sebagai upaya menghadirkan teknologi pertanian di tengah-tengah petani dan akselarasi pemulihan ekonomi di sektor pertanian. Taxi Alsintan merupakan program penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara mandiri oleh pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Tani (KUR). Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong program taxi alsintan sebagai solusi dalam pemulihan ekonomi sosial. Mentan SYL mengatakan bahwa mekanisasi pertanian menjadi sebuah kebutuhan untuk memacu produktivitas, sebab dengan adanya intervensi teknologi, bekerja di sektor pertanian akan lebih cepat, efisiensi dan mengurangi biaya produksi. Salah satu inovasi yang kita dorong untuk mendukung kemajuan itu adalah program taksi alsintan.Idenya sederhana saja, masyarakat kini bisa memiliki Alaintan sendiri atau secara bersama-sama dengan pembiayaan melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Tani (KUR) pertanian”. ujan Mentan SYL. Mentan SYL berharap alsintan mempercepat penggunaan teknologi dalam pengolahan lahan hingga panen di seluruh daerah, sehingga pertanian Indonesia bisa lebih maju, mandiri dan modern. Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan pada arahan program Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 08 yang dilaksanakan pada Jumat (24/02/2023) di AOR BPPSDMP. Pada arahannya kepala BPPSDMP mengatakan dengan adanya alsintan bukan hanya mendongkrak produktivitas akan tetapi juga mempercepat proses produksi. Efisiensi alsintan dapat menghemat upah tenaga kerja sebanyak 40 sampai 50% dan tingkat kehilangan hasil dapat terselamatkan sampai dengan 50%”. jelas Dedi Nursyamsi. Lebih lanjut Dedi mengatakan saat ini pentingnya alsintan sudah disadari oleh para petani, yang artinya peluang bisnis semakin terbuka. Alsintan menggerakan agribisnis. Untuk lebih mengenal taksi alsintan, Pusat Penyuluhan Pertanian melalui program MSPP melakukan sosialisasi secara virtual dengan tema Taksi Alsintan. Narasumber MSPP, Indah Megahwati yang merupakan Direktur Pembiayaan Pertanian mengatakan manfaat taksi alsintan diantaranya berkurangnya penggunaan dana APBN , meningkatnya penyerapan KUR, meningkatnya penjualan dan kepemilikan alsintan, meningkatkan efisiensi pengelolaan dan produktivitas alsintan, meningkatnya ketepatan waktu penyelesaian kegiatan usahatani, berkembangnya usaha perbengkelan dan suku cadang alsintan serta sarana operasional alsintan dan bengkelnya serta meningkatnya kemudahan memperoleh pelayanan jasa alsintan. Untuk mendukung program ini telah hadir nomenklatur Permenko No 3 th 2023 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Alsintan”.ujar Indah Megahwati. Indah Megahwati menjelaskan bahwa berdasarkan nomenklatur Permenko No 3 th 2023 plafon kredit di atas 500 juta s/d 2 miliar dengan uang muka (DP) 10% , bunga 3% flat per tahun, agunan pokok berupa Alsintan yang dibiayai sedangkan jangka waktu kredit maksimal 5 (lima) tahun dengan grace period sesuai dengan penilaian objektif Penyalur Kredit Alsintan. Narasumber MSPP lainnya, Gunawan Suhendro direktorat alsintan pada paparan materinya mengatakan sasaran pengembangan taksi alsintan diantaranya meningkatnya kepemilikan alsintan secara mandiri melalui sumber pembiayaan komersial (KUR), meningkatnya tingkat pemenuhan kebutuhan alsintan untuk usaha pertanian, meningkatnya kinerja pemanfaatan alsintan dan level mekanisasi pertanian di Indonesia, berkembangnya model bisnis jasa alsintan yang terintegrasi, terkonsolidasi dan professional dalam bentuk taksi alsintan dengan sumber pembiayaan utama dari Perbankan. Manfaat taksi alsintan diantaranya berkurangnya penggunaan dana APBN, meningkatnya penyerapan KUR, meningkatnya penjualan dan kepemilikan alsintan, meningkatkan efisiensi pengelolaan dan produktivitas alsintan, meningkatnya ketepatan waktu penyelesaian kegiatan usahatani, berkembangnya usaha perbengkelan dan suku cadang alsintan serta sarana operasional alsintan dan bengkelnya, meningkatnya kemudahan memperoleh pelayanan jasa alsintan”. ujar Gunawan Suhendro. Sebagai informasi Kementerian Pertanian terus memaksimalkan kinerja program-program utamanya sekaligus mengusahakan pembiayaan peningkatan SDM melalui berbagai mekanismenya, di antaranya melalui Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN), salah satunya PHLN Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP), program SIMURP ini diarahkan pada peningkatan produktivitas tanaman dalam menghadapi perubahan iklim global, peningkatan IP dan meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim.hvy