Loading...

Kementan Perkuat Transformasi Digital Pertanian melalui Juma AI dan Tani Gram

Kementan Perkuat Transformasi Digital Pertanian melalui Juma AI dan Tani Gram

Jakarta, 22 Agustus 2026 — Kementerian Pertanian terus memperkuat transformasi digital di sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan integrasi data pertanian. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Sosialisasi Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Kementerian Pertanian dengan Institut Teknologi Del (IT Del) yang dilaksanakan pada 22 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), mulai dari Kepala Badan, Sekretaris Badan, para Kepala Pusat, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kepala UPT lingkup BPPSDMP, pejabat dan ketua tim kerja lingkup pusat, pengelola penyuluhan di 38 provinsi, pengelola penyuluhan di 514 kabupaten/kota, hingga penyuluh pertanian pusat.

Dalam kegiatan tersebut dibahas pengembangan Juma AI dan Tani Gram yang diarahkan untuk memperkuat integrasi data pertanian dari berbagai unit kerja dengan data faktual yang diperoleh langsung dari lapangan melalui penyuluh pertanian.

Penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai sumber utama data lapangan. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan melalui sistem harus akurat, lengkap, faktual, konsisten, serta diperbarui secara berkala. Kualitas data tersebut akan sangat menentukan kualitas analisis dan informasi yang dihasilkan oleh sistem berbasis AI.

Data yang dihimpun nantinya tidak hanya berfungsi sebagai bahan pelaporan, tetapi juga dimanfaatkan untuk monitoring dan evaluasi bantuan pemerintah. Melalui data tersebut, pemerintah dapat mengetahui status penyaluran bantuan, kondisi pemanfaatan, perkembangan bantuan, berbagai kendala yang dihadapi, serta kebutuhan tindak lanjut di lapangan.

Dorong Bantuan Pemerintah Lebih Tepat Sasaran

Pemanfaatan data juga diarahkan untuk memperkuat efektivitas program bantuan pemerintah. Bantuan diharapkan mampu mendorong kemandirian petani, bukan menciptakan ketergantungan. Kelompok tani yang telah mampu mengelola bantuan secara mandiri dapat menjadi contoh sekaligus memberikan ruang bagi petani atau kelompok lain yang lebih membutuhkan.

Selain itu, pemerataan bantuan menjadi perhatian penting dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi petani kecil, buruh tani, serta kelompok yang belum memperoleh bantuan. Dalam hal ini, penyuluh diharapkan mampu memberikan informasi berdasarkan kondisi nyata yang terdapat di wilayah kerja masing-masing.

Juma AI sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan

Pengembangan Juma AI diarahkan sebagai sarana pengolahan dan analisis data yang dapat membantu pimpinan melihat perkembangan program pertanian secara lebih komprehensif. Sistem tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai capaian program, kesenjangan antara target dan realisasi, serta berbagai risiko dan permasalahan yang terjadi di sektor pertanian.

Sementara itu, Tani Gram dikembangkan sebagai media komunikasi dan pelaporan internal yang menghubungkan penyuluh dengan pusat. Informasi yang dikirimkan penyuluh dari lapangan dapat diolah melalui AI menjadi ringkasan, analisis risiko, dan informasi yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan dalam mendukung pengambilan kebijakan.

Sistem tersebut juga diarahkan untuk membantu mengidentifikasi berbagai risiko dan permasalahan pertanian, antara lain keterlambatan penanaman, serangan hama dan penyakit, kekeringan, permasalahan irigasi, produksi, serta kondisi pertanian lainnya berdasarkan data yang dilaporkan dari lapangan.

Dikembangkan Bertahap dengan Mengutamakan Keamanan Data

Pengembangan aplikasi saat ini masih berada pada tahap prototipe dan pengujian. Karena itu, implementasi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas sistem, kualitas data, kemudahan penggunaan, serta aspek keamanan informasi.

Tani Gram juga tidak dimaksudkan untuk menggantikan berbagai aplikasi pertanian yang telah berjalan. Sistem ini dikembangkan sebagai agregator yang mengintegrasikan informasi dari berbagai sistem dan sumber data yang telah tersedia di Kementerian Pertanian.

Pada tahap berikutnya, akan dilakukan registrasi dan sinkronisasi pengguna dengan sasaran awal penyuluh dan pegawai Kementerian Pertanian. Ke depan, implementasi sistem juga dapat dikembangkan dengan melibatkan kelompok tani sehingga ekosistem data pertanian dapat semakin luas dan terintegrasi.

Untuk memastikan pengembangan aplikasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) bersama tim pengembang akan menghimpun berbagai pertanyaan, masukan, dan permasalahan yang disampaikan oleh penyuluh. Masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan aplikasi sekaligus dibahas dalam kegiatan pertemuan atau sosialisasi berikutnya.

Melalui pengembangan Juma AI dan Tani Gram, Kementerian Pertanian menempatkan data lapangan sebagai fondasi penting dalam mewujudkan pertanian yang semakin presisi, responsif, dan berbasis informasi. Peran aktif penyuluh dalam menyediakan data yang berkualitas menjadi kunci agar teknologi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan program, pengambilan kebijakan, serta penyelesaian berbagai permasalahan pertanian di lapangan.