[Cirebon] Kualitas produk kopi Indonesia sudah semakin diakui pasar global ini merupakan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani kopi. Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran sulaiman mengatakan pengakuan pasar global tidak lepas dari semakin banyaknya Kopi Indonesia yang sudah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG), sebagai salah satu persyaratan untuk menembus pasar Internasional selain sertifikat organik. Kementan mendukung upaya-upaya pemangku kepentingan industri perkebunan kopi Indonesia, agar bisa lebih bersaing mengacu pada selera pasar Internasional yang berbeda-beda”,ujar Mentan. Sementara itu Mentan Sapa Penyuluh Pertanian (MSPP) Talk Show volume 05 bertemakan wisata kopi gincu yang berlokasi di Cirebon, Jumat (02/02/2024). Hadir pada acara MSPP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengatakan bahwa sudah saatnya pertanian berkolaborasi dari hal pengolahan, packaging dan juga pemasarannya. Penyuluh yang biasanya di on farm, harus belajar juga pemasaran produk, disini pentingnya kolaborasi petani dan penyuluh pertanian, dan itu dimulai dari hati kita sendiri, bukan hanya komoditas mangga tapi juga komoditas lainnya”. jelas Dedi Nursyamsi. Alex Suheriyawan, Kepala Dinas Pertanian kabupaten Cirebon mengatakan Pemda telah bekerjasama dengan pelatihan dan juga pihak swasta terkait pembinaan. Saat ini tantangan yang ada yaitu mengubah maindset para petani. Kita selalu menerapkan konsep kolaborasi baik dengan koperasi, kampus-kampus yang ada untuk pengembangan penelitian. Kerjasama utama terutama dengan lima agen yaitu petani, bisnisman, peneliti, akademisi dan medua untuk membangun korporasi”. ujar Alex Suheriyawan. Narasumber lainnya, Noor Kusumaningayu yang merupakan Penyuluh Pertanian Kabupaten Cirebon menjelaskan bagaimana membina petani dilapangan. Dengan adanya hendrik menjadi motivasi untuk petani milenial lainnya agar mengembangkan usahanya. Pertanian itu tidak hanya tanam petik jual, kita kasih pengertian ke petani untuk melakukan pengolahannya, dengan adanya pengolahan maka harga jual pun akan semakin naik”. jelas Noor Kusumaningayu. Pemilik Kopi Gincu, Hendrik Nurwanto yang merupakan Ketua Kelompok Tani Sukamulya mengubah kebun mangga gedong di Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjadi kedai serbaguna berkonsep agrowisata. Kedai Kopi Gincu di Sodong, Kabupaten Cirebon didirikan pada tahun 2020. Kopi gincu, yaitu kopi robusta dicampur sari mangga gedong gincu. Minuman itu salah satu menu berbahan mangga di kedai Kopi Gincu. Kedai ini berada di lahan mangga seluas 3.000 meter persegi. Meski diluncurkan di tengah pandemi namun warga menyambut dengan antusias”. jelas Hendrik Nurwanto. Hendrik Nurwanto menambahkan bahwa selain menyediakan berbagai jenis kopi, kafe kopi gincu ini juga menyediakan berbagai menu minuman olahan mangga gincu, serta makanan yang tentunya enak dan pas untuk dinikmati dengan suasana alam terbuka.hevymay