Loading...

Kenali 5 Hama Pada Tanaman Kelapa Sawit

Kenali 5 Hama Pada Tanaman Kelapa Sawit
Kenali 5 Hama pada Tanaman Kelapa Sawit Siapa yang tidak tahu kelapa sawit? Komoditi yang satu ini sangatlah unggul terutama dalam memproduksi minyak. Indonesia menjadi negara dengan salah satu pendapatan devisa non migasnya didapat dari kelapa sawit. Komoditi yang sudah menjadi keutamaan negara ini, apalagi hingga melakukan ekspor impor pasti perlu melakukan perlakuan khusus untuk menjaga kualitas dan kuantita ernyata untuk menjaga dua hal penting yaitu kualitas dan kuantitas, sebenarnya tidak jauh dari kontrol terhadap hama atau pun penyakit pada tanaman yang satu ini. Terutama hama, dalam memproduksi kelapa sawit, menangani hama menjadi hal penting karena dampak yang dihasilkan hama terhadap tanaman kelapa sawit tidak hanya merusak bagian tertentu saja, namun hampir keseluruhan bagian dari akar hingga daun pun dapat dirusak dalam artian membuat pertumbuhan kelapa sawit menjadi kurang maksimal. Lalu, hama apa saja yang biasa ditemukan pada tanaman kelapa sawit? 1. Ulat Api atau Setora nitens Pada awalnya, ulat ini akan singgah pada bagian permukaan daun dari tanaman kelapa sawit. Kemudian, ulat betina bertelur dan dapat menghasilkan sebanyak 300 – 400 butir dengan ciri-ciri telur yaitu berwarna kuning muda dan berbentuk pipih. Proses dari dihasilkannya telur hingga telur menetas memakan waktu antara 4 hingga 7 hari. Jika sudah menetas, larva ulat api berwarna hijau kekuningan dan terdapat bagian yang berbulu kasar di bagian kepala dan ekornya. Ketika larva telah menjadi ulat muda, maka biasanya ulat akan membentuk koloni dan memulai mendegradasi bagian permukaan bawah daun, perlahan hingga nantinya akan disisakan bagian atas daun. Gigitan ulat akan terlihat jelas berbentuk memanjang dan hal ini yang menyebabkan daun menjadi kering dan perlahan akan mati, sehingga siklus atau transportasi nutrsi dari daun mau pun yang akan menuju ke daun akan terhenti. Cara menangani serangan ulat api yaitu dengan mengambil secara manual pupa mau pun ulat sebagai upaya pemusnahan. Namun, bisa juga dengan menggunakan larva Trichogramma sp., predator Eocanthecona sp., penggunaan virus Granulosis baculoviruses, dan jamur Bacillus thuringiensis. Sumber https://blog.agromaret.com/2017/10/kenali-5-hama-pada-tanaman-kelapa-sawit Editor Mengetahui Kepala UPT BPP Kandacog,SP Penulis Ahmad Arbain