Jagung merupakan (Zea Mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan penduduk di beberapa daerah. Di Indonesia, masyarakat juga mengkonsumsi jagung sebagai bahan pangan pokok, selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya). Sedangkan bijinya dibuat tepung jagung atau maizena . Jagung sebagai produk pertanian mempunyai potensi produksi yang besar dan hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal tanaman jagung sebagai bahan makanan (jagung rebus, jagung bakar, dan sup jagung). Untuk meningkatkan nilai jual dan meningkatkan pendapatan petani, maka perlu adanya suatu produk penanganan pasca panen yang dapat mengimbangi nilai jual dan digemari konsumen. Salah satu bentuk pengolahan adalah keripik jagung. Proses pengolahan keripik jagung cukup sederhana sehingga berpeluang diadopsi oleh masyarakat perdesaan sebagai industri rumah tangga. Pembuatan kripik jagung tidak membutuhkan alat yang canggih, cukup dengan menggunakan peralatan sederhana yang terdapat di rumah tangga. Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kripik jagung. Alat Kompor Panci Wajan Sudek Pengaduk Baskom Saringan Penggiling Timbangan Bahan Jagung Bawang Putih Garam Minyak goreng Gula Pasir Plastik Air Cara Pembuatan Jagung pipil 3 kg dibersihkan dan digiling. Jagung hasil penggilingan dimasak sampai menjadi nasi (lembek) Nasi jagung dihaluskan, lalu di campur dengan tepung jagung beserta bumbu-bumbunya sambil diaduk sampai merata, hingga menjadi adonan. Adonan diangkat dan dibiarkan ± 1-3 menit. Adonan dicetak di atas daun pisang (ukuran sesuai selera) dengan cara dipipihkan hingga tipis. Setelah dicetak, dijemur dibawa terik matahari sampai kering. Keripik bisa disimpan atau langsung digoreng. Bila ingin memasarkan, maka kripik dikemas dalam plastik dan ukuran sesuai selera. Penulis : Nur Cahyo Wibawanto, S.TP