Kabupaten Indramayu merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat dengan luas wilayah 209.942 ha yang terbagi dalam 31 kecamatan, 309 desa dan 8 kelurahan. Luas lahan ketahanan pangan mencapai 173.008 ha, lahan sawah 116.759 ha dan lahan non sawah 56.249 ha (82,40 %). Sedangkan lahan non ketahanan pangan seluas 36.934 ha (17,60 %). Pengairan lahan sawah berasal dari bendung rentang seluas 64.479 ha dan dari bendungan Jatiluhur seluas 24.000 ha sisanya lahan tadah hujan. Disamping itu Kabupaten Indramayu mempunyai panjang pantai 114 km. Visi Kabupaten Indramayu adalah Terwujudnya Masyarakat Indramayu yang Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera dengan akronim INDRAMAYU REMAJA. Sedangkan Misi yaitu Sapta Karya Mulih Harja, Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia Berbasis Nilai Agama dan Budaya, Meningkatkan Kinerja Pemerintahan Daerah yang Mandiri, dan Bebas KKN, Memantapkan Struktur Perekonomian Masyarakat dan Pengembangan Potensi Daerah, Pemerataan dalam Peningkatan Sarana dan Prasarana Wilayah serta Prasarana Dasar Pemukiman, Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, Menciptakan Pelestraian Lingkungan Hidup dan Meningkatkan Ketentraman dan Ketertiban.Kabupaten Indramayu merupakan lumbung ketahanan pangan di Jawa Barat bahkan nasional khususnya beras. Apalagi bila bendungan Jati Gede benar-benar sudah operasional maka Indramayu akan lebih banyak mensuplai bersa ke tingkat Nasional maupun Provinsi Jawa Barat. Produksi padi/beras ini akan dihasilkan dari petani-petani yang terhimpun dalam 1.874 kelompoktani, 311 gabungan kelompoktani dan 235 kelompok P3A Mitra Tirta.Produksi padi Tahun 2015 sebesar 1,375 Juta Ton Gabah Kering Giling (GKG) Setara 812,771 Ton Beras, dengan tingkat konsumsi sebanyak 197.230 Ton Beras, maka Surplus sebesar 641,449 Ton Beras yang diserap oleh Dolog Sub Divre Indramayu dan Pasar Umum di luar Indramayu. Indramayu memberikan kontribusi produksi padi sebesar 14 % terhadap total produksi padi Provinsi Jawa Barat dan 4% terhadap total produksi padi nasional.Selain produksi padi Indramayu pun mengembangkan ternak sapi, kambing/domba dan ayam/itik. Produksi daging sapi Tahun 2015 mencapai 4.399,44 kg naik 189,20 % dari tahun sebelumnya. Demikian pula halnya dengan produksi daging kambing/domba 293,28 kg serta ayam/itik 17.689,26 kg. Total produksi daging Tahun 2015 mencapai 22.381,98 kg. Produksi hasil perikanan baik perikanan laut maupun perikanan darat pada Tahun 2015 mencapai 450.667 ton. Kontribusi produksi total dari Kabupaten Indramayu terhadap Jawa Barat mencapai 40 % dari total produksi Jawa Barat dan untuk komoditas udang. Indramayu merupakan pemasok terbesar di IndonesiaKebijakan strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu antara lain : Penguatan kelembagaan Ketahanan Pangan dengan dibentuknya Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Pertanian (BKPPP) sesuai Perda nomor 9 tahun 2008 tentang Lembaga Teknis Daerah Dan Satpol PP serta pembentukan melalui Dewan Ketahanan Pangan Kab. Indramayu Perbup nomor 14 tahun 2014, menetapkan Perda nomor 16 tahun 2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (lahan pertanian abadi), menetapkan Perda nomor 8 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Peternakan Dan Kesehatan Hewan, membangun pusat pengolahan dan distribusi hasil pertanian (rice center) di Losarang Indramayu (dalam proses penyelesaian), menetapkan Peraturan Bupati nomor 14 a tahun 2010 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal, penetapan kawasan minapolitan (Keputusan Bupati no. 523/kep.24-indramayu/2011), mengeluarkan Instruksi Bupati nomor 2 tahun 2014 tentang Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Dengan Tanaman Pangan, Peternakan Dan Perikanan Dan Pembentukan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM sebagai cadangan pangan di masing-masing kecamatan di luar Cadangan Beras Daerah (CDP.)Untukmendukung keberhasilan pembangunan Ketahanan Pangan di Kabupaten Indramayu, anggaran yang dialokasikan berjumlah Rp. 90.195.831.460,00 terdiri dari Dinas Kesehatan Rp. 475.774.100,00, Dinas PSDA Tamben Rp. 43.348.618.725,00, Dinas Hutbun Rp. 521.113.800,00, Dinas Bina Marga Rp. 25.071.805.100,00, Dinas Cipta Karya Rp. 4.026.992.620,00, Sekretariat Daerah Rp. 291.979.100,00, BKPPP Rp. 1.180.508.175,00, BPMD Rp. 88.559.100,00, Dinas Pertanian & Peternakan Rp. 6.700.913.900,00, dan Dinas Perikanan & Kelautan Rp. 9.010.680.640,00,-. Upaya-upaya yang terkait dengan pembangunan Ketahanan Pangan di Kabupaten Indramayu antara lain : Analisis Neraca Bahan Makanan dan Analisis Konsumsi : Tingkat Kecukupan Energi 3.771 kkal/kap/hr atau 157,1% AKE (Angka Kecukuoan Energi). Angka tersebut sudah melebihi SPM Kementerian Pertanian yaitu sebesar 90 dan AKE berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) Tahun 2012 sebesar 2.400 kkal/kap/hr, PPH Konsumsi Pangan Kabupaten Indramayu Tahun 2013 : 84,9, Tingkat Konsumsi Energi 2.181 kkal/kap/hari (109,0% AKE). Angka Kecukupan Energi Kabupaten Indramayu sudah melebihi SPM Kementerian Pertanian yaitu sebesar 90 atau angka AKE sebesar 2000 kkal/kap/hari (WNPG Tahun 2004). Selain itu Peningkatan dan pengembangan sumberdaya manusia khususnya petani/kelompok dilakukan melalui kegiatan berbagai macam kegiatan/metoda penyuluhan pertanian, Pengembangan Cadangan Pangan Pemerintah (40,06 Ton) dan Lumbung Pangan Masyarakat (7 Desa dengan nilai Rp. 199.200.000,00), Peningkatan Gizi Masyarakat dan Penangananan Keluarga Miskin.Meningat keberhasilan-keberhasilan dalam pembangunan bidang Ketahanan Pangan tersebut, pada Hari Rabu Tanggal 19 Oktober 2016 kemarin Bupati Indramayu diwakili Kepala badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian memperoleh penghargaan bidang Ketahanan Pangan terbaik di Tingkat Jawa Barat. Semoga dengan diperolehnya penghargaan ini masyarakat Indramayu tidak ada lagi yang kurang gizi dan rawan pangan, sehingga mereka produktif dan mampu menghidupi keluarganya. (Edi Harnadi)