Musim hujan menjadi salah satu kendala yang mesti dihadapi bagi petani buah, karena curah hujan yang tinggi bunga dan putik buah banyak berguguran ke tanah. Pada awalnya diharapkan akan mendapat keuntungan yang besar karena melihat banyak cikal buah yang akan tumbuh, namun karena curah hujan yang tinggi sehingga bunga dan putik buah banyak yang gugur. Kerontokan bunga dan buah terbagi atas 4 (empat) kelompok, yaitu secara alami, kerontokan akibat nonpatogen, oleh hama dan karena penyakit. Kerontokan secara alami bisa disebabkan karena bunga tidak mengalami penyerbukan, sehingga dengan sendirinya akan gugur. Selain itu pohon akan menjaga keselarasan hidupnya. Secara alami pohon akan menggugurkan buah muda atau yang masih berupa pentil buah untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Hasil fotosintensis akan disimpan di dalam buah. Dan tanaman tau kemampuan dia untuk membesarkan buah. Terlalu banyak buah, memberikan beban yang cukup besar kepada batang. Batang bisa roboh. Kerontokan secara alami bisa dikendalikan dengan pemuliaan tanaman, pemilihan indukan yang mempunyai sifat baik, atau persilangan sifat-sifat baik tanaman (hibridisasi). Menggunakan hewan yang bisa membantu penyerbukan bunga. Serta penggunaan hormon pertumbuhan seperti auksin NAA dan 2,4-D untuk mencegah kerontokan bunga dan buah.Curah hujan yang tinggi menyebabkan bunga dan pentil buah menjadi rusak. Demikian pula dengan suhu yang tinggi dan musim kering yang panjang. Ini disebabkan karena air tanah semakin jauh sehingga tanaman mengalami gangguan fisiologi karena kekurangan air dan asimilat. Buah menjadi layu, mengkerut dan gugur. Kesuburan lahan juga mempengaruhi. Pada tanah yang bersifat asam, banyak mineral yang tidak dapat diabsorbsi oleh tanaman sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Usaha pengendalian dengan melakukan manipulasi cuaca, pemberian atap jaring atau atap nilon transparan. Pembungkusan buah sejak dini dengan kertas semen juga dapat menjadi solusi. Kelembaban buah akan terjaga sehingga tidak kering dan layu. Untuk menentukan jenis tanaman buah-buahan yang cocok untuk ditanam, sebaiknya dilakukan analisa tanah. Tanah di wilayah tersebut cocoknya ditanami apa. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi optimal. Kerontokan buah dan bunga yang disebabkan oleh hama dan penyakit perlu diwaspadai. Biasanya serangan hama akan disertai dengan penyakit. Umumnya hama disebabkan oleh lalat buah. Ketika lalat buah menginjeksi buah untuk memasukkan telurnya, selalu diiringi dengan bakteri. Ini menyebabkan larva dan bakteri berkembang di dalam buah. Dan terjadi simbiosis mutualisme antara larva dan bakteri di dalam buah. Selain bakteri, jamur bisa menyebabkan penyakit sehingga bunga dan buah rontok. Usaha pengendalian yang bisa dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun, pembersihan lahan, ranting dan bunga yang gugur dikumpulkan dan dibakar, tanah sekitar tajuk tanaman dibalik sehingga kepompong mati. Eradikasi (cabut dan bakar) tanaman yang terserang penyakit yang potensi jadi inang penyakit. Menggunakan musuh alami (predator), dan pemberian pestisida nabati. Pemberian pestisida kimiawi ketika pestisida nabati tidak mampu lagi. (admin_tjjbngtmr).Penulis : Effi Permata Sari, SP/Penyuluh Pertanian Muda