Tempuyung atau dalam bahasa latinnya Sonchus arvensis (L) adalah tumbuhan yang tingginya sekitar 0,6 – 1,5 meter. Tumbuh secara liar di Pulau Jawa terutama di daerah yang sering diguyur hujan dengan daerah 50 m sampai 1650 di bawah perrmukaan laut. Menyukai daerah terbuka, tetapi bisa subur juga ditempat teduh. Daunnya lebar dengan tepi bergerigi, sering basah dan berambut halus. Berwarna hijau licin dengan sedikit ungu. Didekat bangkal batang, daun bergerigi itu terpusar membentuk roset dan yang di sebelah atas memeluk batang berselang-seling. Bunga dari tempuyung ini berwarna kuning dengan mahkota daun banyak, berbentuk telur, berupa bunga pita yang letaknya terkumpul seperti buket dan bunga seluruhnya berbentuk silindris. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Bunga warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 meter disebut rayana. Kandungan Zat Dalam Tempuyung Yang Berguna Untuk Tubuh : Kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman ini adalah ion-ion mineral antara lain: silica, kalium, magnesium, natrium dan senyawa organic macam flavonoid (kaemferol, luteolin-7-O-glukosida dan apigenin-7-O-glukosida), kumarin (skepoletin), taraksasterol, inositol, serta asam fenolat (sinamat, kumarat dan vanilat). Dilaporkan, kandungan flavonoid total di dalam daun tempuyung 0,1044 %. Sedangkan akar tempuyung mengandung senyawa alkaloid total kurang lebih 0,5 % dan flavonoid yang terbesar adalah apigenin-7-0-glukosida. Apigenin-7-0-glukosida adalah salah satu golongan flavonoid yang mempunyai potensi cukup baik untuk menghambat kerja enzim xantin oksidasi dan superoksidase, sehingga pembentukan asam urat jadi terhambat atau berkurang.Kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman ini adalah ion-ion mineral antara lain: silica, kalium, magnesium, natrium dan senyawa organic macam flavonoid (kaemferol, luteolin-7-O-glukosida dan apigenin-7-O-glukosida), kumarin (skepoletin), taraksasterol, inositol, serta asam fenolat (sinamat, kumarat dan vanilat). Dilaporkan, kandungan flavonoid total di dalam daun tempuyung 0,1044 %. Manfaat/Khasiat Tanaman Tempuyung : a. Khasiat daun tempuyung bagi para penderita batu ginjal yang selama ini hanya digunakan secara tradisional ternyata memang dapat dibuktikan secara ilmiah. Dari hasil penelitian secara in vitro yang pernah dilakukan oleh Prof.Dr.Sarjito, yaitu dengan merendam batu ginjal dari manusia dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan suhu 37°C . Batu tersebut ada yang digoyang-goyang seperti menirukan gerakan tubuh manusia dan ada pula yang didiamkan sampai pada waktu yang ditentukan . Setelah itu batu tersebut kemudian ditimbang dan kalsium dalam larutan diukur secara kimia. Hasilnya amat mencengangkan, ternyata baik batu ginjal yang digoyang ataupun didiamkan semuanya berkurang bobotnya. Ramuan daun tempuyung untuk penderita batu ginjal : a. 5 lembar daun tempuyung segar dicuci bersih dan diasapkan/dikukus sebentar. Kemudian daun ini dimakan sekali habis bersama nasi. Dalam sehari anda bisa memakan lalapan ini sebanyak 3 kalib. 500 mg daun tempuyung kering ( dari daun tempuyung segar yang telah dicuci bersih dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan) diseduh dengan air 1 gelas, seperti ketika akan membuat the. Biarkan agak dingin kemudian diminum. Anda bisa meminum ramuan ini 3 kali sehari. c. Sedangkan asam urat disebabkan karena penumpukan purin di dalam tubuh, yang mana purin ini seharusnya dikeluarkan lewat urine. Zat flavonoid pada tempuyung mampu menghambat enzim xantin oksidase pada biosintesis asam urat. Hal ini akan berpengaruh pada turunnya kadar asam urat darah. Kadar asam urat darah normal untuk pria dewasa berkisar antara 3,5-7,2 mg/dl dan untuk perempuan antara 2,6-6,0 mg/dl. Ramuan tempuyung untuk penderita asam urat :Cara pembuatan ramuan daun tempuyung untuk mengatasi asam urat:Sebanyak 15-60 g tempuyung segar (daun dan akar) dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai air menjadi setengahnya. Setelah dingin, disaring dan air rebusan tadi dibagi untuk diminum sehari 2 kali. Sumber : 1. Buku pintar tanaman obat: 431 jenis tanaman penggempur aneka penyakit (Google eBuku), AgroMedia, 2008 - 332 halaman. 2. Mengenal Tanaman yang berkhasiat Obat, Sumiati Sa'adah, Ganeca Exact. 3. Tanaman Rempah dan Obat, Ir. Rahmat Rukmana, Kanisius 1995. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id