Loading...

KIAT KIAT MENINGKATKAN USAHA AYAM BURAS PETELUR

KIAT KIAT MENINGKATKAN USAHA AYAM BURAS  PETELUR
Cita rasanya khas dengan harga relatif terjangkau dan peningkatan kesadaran konsumen akan pentingnya gizi pangan protein hewani, membuka peluang usaha bagi petani ayam buras dalam menghasilkan produksi hasil ternak ayam buras. Salah satu usaha budidaya ayam buras untuk memenuhi kebutuhan gizi pangan protein hewani dapat dipilih alternatif usaha ayam buras penghasil telur. Usahatani ayam buras penghasil telur dikelola menjadi dua jenis usaha yaitu usahatani ayam buras penghasil telur konsumsi dan usahatani ayam buras penghasil telur tetas.Tentunya kedua jenis usaha penghasil telur ayam buras ini mempunyai kiat kiat teknologi yang berbeda dalam pengelolaannya. Meskipun ada perbedaan perbedaan pada kiat kiat teknologinya namun prinsip prinsip pengelolaan usahataninya tidak jauh berbeda. Kedua jenis usaha ayam buras penghasil telur ini sama sama membutuhkan bibit induk ayam buras unggul yang mampu menghasilkan produksi telur tinggi. Pemilihan bibit ayam burasUntuk bisa menghasilkan produksi telur yang tinggi tentunya dalam menentukan pemilihan bibit harus diperhatikan benar persyaratan pesyaratannya. Bibit calon induk ayam buras penghasil telur unggul harus memenuhi persyaratan berikut ;1. Umur calon induk ayam buras 6 – 12 bulan2. Berat badan calon induk ayam buras sekiatr 0,8 kilogram3. Calon induk ayam buras dalam keadaan sehat, tidak cacat dan mata bersinar terang dan jernih4. Jarak antara tulang pubis lebih kurang 2 jari5. Jarak antara tulang dadadan tulang belakang lebih kurang 3-4 jari6. Mempunyai paruh yang pendek dan kuat, artinya induk ayam buras rajin mematuk dan pandai mencari pakan7. Lubang anus lembut, membesar, lebar, memanjang basah dan pucat8. Jengger, pial halus dengan warna merah segar dan tidak keriput9. Berbadan besar dengan perut yang luas10. Sehat tidak cacat,lincah dan tampak cerah11. Tidakmempunyai sifat kanibal12. Kedua sayap lebar dan simetris Ayam buras selain menghasilkan produksi telur konsumsi juga dapat dikembangkan sebagai penghasil telur tetas. Untuk bisa menghasilkan telur tetas yang berkualitas tentunya juga harus didukung dengan bibit calon pejantan unggul yang akan memberikan hasil produksi telur mempunyai daya tetas tinggi.Terkait dengan itu diperlukan persyaratan ayam buras pejantan unggul sebagai berikut ;1. Umur bibit calon pejantan 8 – 24 bulan dengan berat badan 1- 2 kilogram2. Sehat tidak cacat, mata bersinar, bertubuh besar, kokoh dan kuat 3. Bentuk kepala lurus dan pipih dan bentuk ekor melengkung terjuntai kebawah4. Berkaki kuat, berdiri kokoh dan bertaji besar yang runcing dan tumpul Pemberian pakan pada ayam burasPakan diberikan secara adlibitum yaitu pemberian pakan tanpa dibatasi dan tersedia setiap waktu. Dan pastinya pakan yang diberikan pada ayam buras harus mendapatkan perhatian dan dan kepedulian oleh petani pengelola ayam buras penghasil telur. Untuk bisa menghasilkan produksi telur yang tinggi diperlukan pakan tambahan yang mudah didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau. Pilihan pakan tambahan diantaranya jagung kuning, kacang-kacangan, ubi jalar, singkong, gaplek. juga dapat memanfaatkan sisa-sisa limbah berupa dedak padi, meniran, ampas tahu, limbah ikan baik limbah ikan asin maupun limbah ikan segar , gabah hampa, limbah dapur berupa -sayuran sisa makanan, keong mas, bekicot, cacing dll.Pengelolaan usaha ayam buras penghasil telur konsumsiDengan mengacu pilihan pada bibit calon induk unggul sebagaimana persyaratan diatas, pengelolaan usaha ayam buras penghasil telur konsumsi dilakukan dengan pola budidaya intensif. Perkandangan yang digunakan berupa kandang baterai, kandang umbaran kandang postal dan kandang panggung koloni. Mengingat tujuan usaha sebagai penghasil telur .konsumsi tentunya tidak lagi.diperlukan pejantan. Untuk mendapatkan telur yang utuh tentunya perlu juga disediakan sangkar tempat bertelur untuk kandang umbaran, litter atau postal dan kandang panggung koloni. Pengelolaan usaha ayam buras penghasil telur tetasPada prinsipnya pengelolaan usaha ayam buras penghasil telur konsumsi dan telur tetas tidak jauh berbeda. Titik fokus yang membedakan adalah produksi telur yang dihasilkan. Usaha ayam buras penghasil telur tetas keunggulannya pada hasil produksi telur yang mempunyai daya tetas unggul.. Karena itu pada usaha ayam buras penghasil telur tetas diperlukan pejantan unggul dengan sex ratio yang mengacu pada perbandingan 1: 5 – 8 yaitu seekor ayam buras pejantan harus mampu melayani 5 – 8 ekor ayam buras induk.Kandang yang digunakan dalam usaha budidaya ayam buraspenghasil telur tetas adalah kandang umbaran, kandang litter atau kandang postal dan kandang panggung koloni. Nani Priwanti - Penyuluh Pertanian PPMKP CiawiSumber ; 1. Subangkit Mulyono, Memelihara Ayam buras Berorientasi Agribisnis, Penebar Swadaya, 1996 2. Y. Suci Pramudyati, Petunjuk Teknis Beternak Ayam Buras , GTZ Merang Reed Pilot Project Bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Sumatera Selatan, 2009