Loading...

KOBAR RAIH DUA KATEGORI PADA PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TAHUN 2016

KOBAR RAIH DUA KATEGORI PADA PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TAHUN 2016
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan penyuluh pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat di Tingkat Nasional. Didik Susanto, S.Pt berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang ketahanan pangan yaitu Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tahun 2016 dalam Kategori Pelayanan Ketahanan Pangan. Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Presiden RI pada tanggal 30 November 2016 kemarin di Istana Negara.Adhikarya pangan nusantara merupakan penghargaan tertinggi dibidang ketahanan pangan yang diberikan guna mendorong semangat, kreativitas dan partisipasi masyarakat dan aparatur pemerintah dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan. Kategori Pelayanan Ketahanan Pangan untuk Penyuluh ini hanya diberikan pada delapan orang penyuluh dari seluruh Indonesia. Untuk masuk dalam kualifikasi penilaian ini, mensyaratkan penyuluh pertanian dengan pengabdian minimal selama tiga tahun untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan berupa penyuluhan, penelitian/pengembangan, pengawasan/pengendalian dibidang pangan, kesehatan hewan dan ikan, serta bentuk pelayanan fungsional lainnya dalam rangka pembangunan Ketahanan Pangan, bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat di wilayahnya untuk mewujudkan Kemandirian Pangan dan Ketahanan Pangan, aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat melampaui tugas pokoknya dan tentunya berkelakuan baik.Selain itu, Kotawaringin Barat juga berhasil meraih penghargaan dalam Kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan bagi Pelaku Pemberdayaan Masyarakat. Penghargaan ini diterima oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agung Lestari Desa Sungai Pakit yang diwakili oleh Sumardi selaku ketua Gapoktan, setelah sebelumnya terpilih karena prestasinya sebagai Gapoktan berprestasi tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2016 dan Gapoktan berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2016.Penghargaan dalam Kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan bagi Pelaku Pemberdayaan Masyarakat ini hanya diberikan kepada delapan kelompok dimana Gapoktan Agung Lestari merupakan salah satu penerimanya. Untuk masuk dalam penilaian kategori ini maka Kelompok Tani (Poktan) dan Gapoktan haruslah memiliki kualifikasi dalam mengelola kegiatan baik produksi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan industri pangan olahan/perakitan teknologi pangan, dalam mewujudkan Kemandirian Pangan dan Ketahanan Pangan minimal selama 3 (tiga) tahun, berhasil mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan berkelakuan baik. Kepala Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Barat, Ir. Abet Nego, M.Si, ketika dimintai tanggapan mengenai hal ini mengatakan, "Berarti sudah lima kategori prestasi kita pada tahun ini (2016) di tingkat nasional. Sebelumnya BP3K/BPP Pangkalan Lada Berprestasi, Penyuluh Perikanan Teladan dan Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Penyuluh Pertanian Tahun 2016. Ketiga kategori tersebut telah menerima penghargaan dari Menteri Pertanian RI pada acara puncak peringatan HUT RI tanggal 17 Agustus 2016 di Istana Negara Jakarta. Sedangkan di tingkat provinsi Kalimantan Tengah pada tahun yang sama (2016), BPP Pangkalan Lada juga mendapat peringkat pertama BP3K Berprestasi, Choeri (Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Pangkalan Banteng) juga meraih peringkat pertama kategori Penyuluh Pertanian PNS Teladan dan Gapoktan yang sama (Agung Lestari) dari Kecamatan Pangkalan Banteng juga meraih peringkat kedua kategori Gapoktan Berprestasi".Hal ini diamini oleh Syahyani, SP, MP., selaku Kasi Pengembangan SDM, Kelembagaan dan Tata Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Perikanan KP2KP Kabupaten Kotawaringin Barat. Ia juga menyampaikan rasa bangganya yang tak terhingga karena sejak ia dilantik tanggal 29 Juni 2015 yang lalu sebagai Kasi Pengembangan SDM, Kelembagaan dan Tata Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Perikanan KP2KP hingga sekarang (kurang lebih 17 bulan) sudah banyak prestasi yang selama ini terpendam bermunculan kembali ke permukaan hingga ke tingkat nasional.Ini semua tentunya merupakan hasil dari komitmen dan konsistensi yang ia jalankan selama ini cukup banyak membawa perubahan ke arah yang lebih maju sehingga membuahkan prestasi-prestasi gemilang yang diraih oleh para penyuluh, petani, kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang menjadi salah satu objek pembinaan sesuai dengan tupoksi yang ia emban sebagai pejabat struktural. Untuk itu ia juga menyatakan kesiapannya terus berkarya dan berupaya semaksimal mungkin mendorong dan memotivasi para penyuluh/kelompok tani/gabungan kelompok tani lainnya agar terus berkarya sesuai dengan peran masing-masing untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini (Didik Susanto, S.Pt/Penyuluh Pertanian)