Kompetensi Pelaku Usaha Mikro Makanan Ringan dari Pengolahan Hasil Tanaman Ketan Menjadi “Gipang†yang ada di Desa Penegah
Kompetensi pelaku usaha mikro tentang pengolahan dan mutu produk senantiasa harus ditingkatkan. Pengolahan makanan ringan terutama gipang merupakan usaha kecil dan mikro yang berkembang di Desa Penegah Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun Jambi. Desa Penegah memiliki potensi beras ketan yang dapat diolah menjadi gipang. Produk hasil olahan ini dipasarkan kepada masyarakat setempat dan wisatawan yang berkunjung ke Sarolangun. Kesulitan yang dihadapi oleh pelaku usaha pengolahan pangan pembuatan gipang antara lain, kurangnya modal dan pemasaran dalam menjual gipang kepada konsumen. Sampai saat ini, pengolahan Gipang dilakukan secara sederhana di rumah penduduk. Permintaan akan makanan ringan berkualitas telah meningkat seiring dengan meningkatnya pemahaman konsumen akan makanan sehat. Permintaan konsumen tersebut memerlukan respon produsen makanan ringan untuk mengontrol kualitas produk. Tingkat kompetensi pelaku usaha gipang diperoleh secara turun temurun dengan difasilitasi oleh pemilik usaha. Strategi pengembangan yang bisa dilakukan pelaku usaha mikro makanan ringan gipangadalah dengan meningkatkan desain, bentuk, rasa dan kemasan yang kreatif dan menarik, memperkuat atau menonjolkan ciri khas kedaerahan, menambah atau menciptakan variasi produk, pengelolaan usaha secara online dan meningkatkan kemampuan untuk promosi dengan efektif terutama ke luar daerah SArolangun. (DWI FERYANI, S.TP / 19850214 201503 2 003