BP4K-Pinrang, Untuk mewujudkan pembangunan nasional diperlukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, perikanan dan kehutanan baik fungsional maupun struktural yang berperan sebagai fasilitator, motivator dan dinamisator sesuai amanah undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K). Pekerjaan penyuluh merupakan profesi, untuk itu kualitas aparatur perlu diarahkan pada peningkatan kompetensi, kreatifitas, inovasi dan kredibilitas. Demikian disampaikan oleh kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K), Ir. H. Muhammad Amir Riu, MP pada saat membuka Diklat Peningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan tahun 2015. Lebih lanjut mengharapkan agar pelatihan ini jangan terlalu banyak teori tetapi lebih diperdalam ke prakteknya, dan nantinya bagaimana teori yang didapatkan bisa diaplikasikan langsung ke pelaku utama. Tujuan melakukan pembinaan yang pertama meningkatkan kompetensi ketenagaan penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan, dan yang kedua meningkatkan motifasi dan peran penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan dalam mewujudkan SP3K di kabupaten Pinrang, diklat dibagi dua angkatan, angkatan pertama dilaksanakan dari tanggal 7 sampai 9, angkatan kedua tanggal 10 sampai 12 Mei, yang pesertanya setiap angkatan 30 orang dari penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan bertempat di Aula Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) kabupaten Pinrang, disampaikan oleh H. Amir Jafar, SP.,M. Si. Materi diklat ada 8 yang pertama, teknologi pengolahan bandeng tanpa duri, kedua cara pengukuran pH tanah dan kualitas air untuk budidaya perikanan dibawakan A. Muh Basri, A. Pi, ketiga teknik pembibitan tanaman hutan, keempat pengolahan hasil hutan non kayu dan cara penggunaan alat ukur kehutanan dibawakan Muh. Hatta, S. Sos., S. hut, kelima pemanfaatan lahan pekarangan sempit dengan teknologi hydroponic, keenam body condition score (skor kondisi tubuh) pada sapi dibawakan Drh. Elvi Martina, ketujuh dukungan sarana prasarana pertanian pada percepatan dan pencapaian swasembada pangan dan yang kedelapan manajemen pelaporan dan evaluasi kegiatan UPSUS pajale tingkat kabupaten dan kecamatan tahun 2015 dibawakan Ir. H. Andi Angka Taha, MP. (Amir Jafar)