1. PendahuluanPupuk kompos merupakan dekomposisi bahan-bahan organik atau proses peromba-kan senyawa yang komplek menjadi senyawa yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme. Bahan dasar pembuatan kompos adalah kotoran ternak (sapi) yang didekomposisi dengan bahan pemacu mikroorganisme dalam tanah (EM-4, stardec) ditambah dengan bahan-bahan untuk memperkaya kandungan kompos seperti serbuk gergaji, sekam, jerami padi, abu atau kalsit/kapur. Umumnya dipilih kotoran ternak (sapi) karena selain tersedia banyak di petani juga memiliki kandungan nitrogen dan potassium dan merupakan kotoran ternak yang baik untuk kompos.Pemanfaatan limbah peternakan (kotoran ternak) merupakan salah satu alternatif yang sangat tepat untuk mengatasi kelangkaan dan naiknya harga pupuk kimia. Pemanfaat-an kotoran ternak sebagai pupuk sudah dilakukan secara optimal pada daerah-daerah sentra sayuran, sayangnya masih ada kotoran ternak tertumpuk disekitar kandang dan belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber pupuk. Keluhan sat terjadi kelangkaan atau mahalnya harga pupuk non organik (kimia) dapat diatasi dengan menggiatkan kembali pembuatan dan pemanfaatan pupuk kompos. 2. Proses PembuatanPrinsip yang digunakan dalam pembuatan kompos adalah proses pengubahan limbah organik menjadi pupuk organik melalui aktivitas biologis pada kondisi yang ter-kontrol. Bahan yang diperlukan adalah kotoran sapi 80-83 %, serbuk gergaji (sekam, jerami dll) 5 %, bahan pemacu mikroorganisme 0,25 % juga boleh menggunakan bahan-bahan yang lain misalnya kotoran sapi 40% dan kotoran ayam 25%.Tempat pembuatan adalah sebidang tempat beralas tanah dan dibagi menjadi 4 bagian (lokasi 1, 2, 3, 4) sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan dan tempat tersebut ter-naungi agar pupuk tidak terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung. Proses pembuatannya adalah pertama kotoran sapi (feses dan urine) diambil dari kandang dan ditiriskan selama satu minggu untuk mendapatkan kadar air mencapai ± 60%, kemudian bahan tadi dipindahkan kelokasi 1 tempat pembuatan kompos dan diberi serbuk gergaji atau bahan lain seperti sekam, jerami padi serta abu, kalsit/kapur dan EM-4 atau stardec sesuai dosis, selanjutnya seluruh bahan campuran diaduk merata. Setelah satu minggu di lokasi 1, tumpukan dipindahkan ke lokasi 2 dengan cara dia-duk/dibalik secara merata untuk menambahkan suplai oksigen dan meningkatkan homogenitas bahan. Pada tahap ini diharapkan terjadi peningkatan suhu hingga mencapai 700C untuk mematikan pertumbuhan biji gulma sehingga kompos bersih. Selanjutnya setelah satu minggu di lokasi 2 dilakukan kembali pembalikan untuk dipindahkan ke lokasi 3 dan dibiarkan selama satu minggu, dan setelah satu minggu di lokasi 3 dilakukan pembalikan untuk dibawa kelokasi 4, pada tempat ini kompos telah matang dengan warna pupuk coklat kehitaman bertekstur remah dan tidak berbau. Kemudian pupuk diayak/disaring untuk mendapatkan bentuk yang seragam serta memisahkan dari bahan yang tidak diharapkan, seperti batu, potongan kayu, rafia dan lain-lain sehingga kompos yang dihasilkan bagus dan bersih. Selanjutnya pupuk organik kompos siap diaplikasikan sebagai pupuk organik penunjang pupuk kimia. 3. ManfaatManfaat dari penggunaan kompos adalah mampu menggantikan atau mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (non organik) sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan. Selain itu manfaat yang lain adalah dapat menghasilkan beberapa unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman, disamping juga dapat menghasilkan unsur hara mikro seperti Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B. Sedangkan manfaat khusus bagi peternak yaitu bahwa pola pemeliharaan ternak menjadi lebih baik sehingga pengelolaan ternak untuk tujuan produksi dan reproduksi akan lebih optimal. Sumber : dirangkum dari berbagai sumber. Penyunting : 1. Mokhammad Muslikh 2. Ir. Endang Kirno K. (Admin Kabupaten)