Loading...

Kompos Trichoderma sebagai Pengendali Penyakit Antraknose pada Tanaman Cabai

Kompos Trichoderma sebagai Pengendali Penyakit Antraknose pada Tanaman Cabai
Dalam Budidaya Tanaman, produksi yang tinggi merupakan capaian akhir yang menjadi harapan pembudidaya tanaman khususnya para petani. Oleh sebab itu sudah tentu factor-faktor dalam usaha tani yang berpengaruh dalam masa pertumbuhan tanaman harus dirawat dengan baik. Salah satu perawatan tanaman untuk meningkatkan produksi adalah pengendalian penyakit. Penyakit yang sering menyerang tanaman khususnya tanaman cabai adalah busuk buah antraknose atau biasa disebut patek oleh petani Rasau Jaya. Antraknose disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsisi dan Gloesporium piperatum. Patogen ditularkan melalui udara dan biji. Gejala serangan dimulai dengan timbulnya bercak coklat kehitaman pada permukaan buah, kemudian bercak menjadi lunak.Bagian tengah bagian yang terserang terdapat kumpulan spora yang berwarna hitam. Pada serangan yang parah akan menyebabkan permukaan buah cabai menjadi keriput dan mongering. Penyakit ini akan cepat berkembang pada saat cuaca panas dan lembab. Untuk pencegahan penyakit busuk buah antraknose bisa kita upayakan menggunakan Trichoderma Sp. Penggunaan pupuk kotoran ayam tanpa dikomposkan juga merupakan salah satu factor berkembangnya cendawan yang merugikan ini. Oleh sebab itu alangkah baiknya setiap akan berusaha tani pupuk kandang harus dikomposkan terlebih dahulu.karena caranya sangat mudah dan sangat efektif untuk menurunkan serangan penyakit busuk buah antraknose tersebut. Pengomposan merupakan proses dekomposisi bahan organik yang berasal dari limbah pertanian. Proses pengomposan menghasilkan panas sehingga akan dihasilkan kompos yang bebas dari penyakit, biji-biji gulma, serta mengurangi bau dan lebih mudah diaplikasikan di lapangan. Selain itu dengan melakukan pengomposan maka akan meningkatkan ketersediaan hara. Jamur Trichoderma merupakan salah satu aktivator atau dekomposer yang dianjurkan untuk mempercepat waktu pengomposan. Trichoderma mempunyai keunggulan selain sebagai dekomposer, juga bermanfaat untuk mengendalikan serangan jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman cabai. Baiklah kita akan membuat kompos pupuk kandang plus Trichoderma yang biasanya diterapkan di petani Rasau Jaya. Bahan dan alat : 3 karung kotoran ternak (boleh kotoran ayam, sapi, dan kambing) 1 karung sekam 3 kg dedak halus 1,5 kg kapur dolomit 250 gr starter Trichoderma 250 gr gula merah 5 ember air kapasitas 10 liter Cangkul/sekop Terpal Cara membuat: Campurkan kotoran ternak, sekam, dan dedak halus Bahan-bahan yang sudah dicampur diaduk merata dengan menggunakan cangkul/sekop Siapkan air untuk melarutkan biakan jamur Trichodermadengan dosis 2 gr/liter air. Gula juga di larutkan dengan air. Kemudian dicampur dengan larutan biakan trichoderma. Larutan tadi kemudian disiramkan pada campuran bahan kompos, tambahkan air siraman agar bahan kompos menjadi lembab Buat tumpukan bahan kompos setinggi 1 meter, kemudian ditutup dengan plastik/terpal. Inkubasi (diperam) selama 3 minggu dan diaduk 3 hari sekali Kompos plus Trichoderma sangat efektif sebagai penggembur tanah, penyubur tanaman, merangsang pertumbuhan anakan, bunga dan buah. Selain itu dapat mengendalikan penyakit seperti penyakit layu, busuk buah, busuk batang dan daun. Cara pengaplikasian dengan cara di taburkan pada lahan pada pemupukan dasar dapat pula langsung di aplikasikan pada lubang tanam pada tanaman cabai. Kompos matang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, berarti kompos belum siap digunakan. Penggunaan kompos yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman. Untuk pembuatan kompos selanjutnya, kompos matang tersebut bisa disisakan sebagian, untuk dijadikan biang untuk pembuatan kompos selanjutnya asalkan disimpan ditempat yang kering dan teduh. Hasil kompos tesebut tidak hanya bisa di aplikasikan pada tanaman cabai tetapi pada tanaman lhortikultura lain bahkan tanaman palawija dan tanaman pangan juga bisa. Tak terkecuali pada tanaman perkebunan. Referensi : Ir.Sri Suryani M.Rambe, M.Agr Kabar Tani Pengalaman bersama petani Rasau Jaya