Selamat malam #sobatTANI di kabupaten Barito Timur dan dimanapun anda berada, selamat bermalam Minggu semuanya, sambil beristirahat dan menikmati malam Minggu ada informasi terbaru nih dari Kontak tani nelayan andalan Kabupaten Barito Timur KALTENG Kontak Nelayan Andalan (KTNA) Barito Timur KALTENG mendorong petani mengembangkan tanaman bawang merah untuk memenuhi ketersedian pasar di daerah Bartim . "Kita selama ini pasokan bawang merah masih didatangkan dari luar daerah," kata sekretaris KTNA BARTIM arbahawino di Murutuwu, Jum'at (11-1-2018). Sebetulnya, potensi pengembangan tanaman bawang merah di kabupaten Barito Timur KALTENG cukup bagus dan cocok dikembangkan. Mereka bisa mengembangkan tanaman tersebut di lahan-lahan kering seperti di kecamatan Paju Epat. Namun, umumnya petani di Paju Epat kebanyakan menggeluti usaha pertanian perkebunan . Karena itu, pihaknya mendorong petani bisa mengembangkan tanaman bawang merah dan ke depan tidak dipasok dari luar daerah. "Kami yakin produksi bawang merah bisa menjadikan andalan ekonomi petani, karena permintaan pasar relatif tinggi," ujar arbahawino. Menurut dia, saat ini petani Paju Epat mulai mengembangkan komoditas bawang merah di dua desa, yaitu Murutuwu, trans siong. Sejauh ini, kata arbahawino, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan kemungkinan produksi bawang merah di Barito Timur dari tahun ke tahun meningkat. Sebab pengembangan komoditas bawang merah sudah diminati oleh petani, seperti di Kecamatan Paju Epat. "Kami mengajak petani terus mengembangan tanaman bawang merah, selain tanaman perkebunan ," ujarnya menjelaskan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur KALTENG Ir.Riza Rahmadi, MM mengatakan saat ini produksi bawang merah masih relatif kecil sehingga terus didorong agar masyarakat mau mengembangkan budidaya tanaman tersebut. Sebab tanaman bawang merah cukup menjanjikan pasar juga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat. "Kami optimistis ke depan BARITO TIMUR menjadikan sentra-sentra penghasil komoditas bawang merah," kata KEPALA DINAS PERTANIAN BARTIM KALTENG. Sejumlah petani di Kabupaten Barito Timur KALTENG mengembangkan budidaya tanaman bawang merah untuk mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga di daerah itu. Tanaman bawang merah milik petani di daerah Paju Epat berusia 30 hari setelah tanam (HST) dan dipastikan sudah panen Januari ini. Selain itu juga permintaan pasar relatif menguntungkan dengan waktu selama dua bulan."Kami mengembangkan tanaman bawang merah setelah permintaan pasar cukup tinggi," kata arbahawino, sekretaris KTNA BARTIM KALTENG.#KTNAbartim.#DINASpertanianBARTIM.#PPLzamanNOW