Kualitas daging yang layak konsumsi adalah sebagai berikut : (1) Keempukan atau kelunakan; (2) Kandungan lemak atau marbling; (3) Warna; (4) Rasa dan aroma; (5). Kelembaban. Secara normal daging mempunyai permukaan yang relatif kering sehingga dapat menahan pertumbuhan microorganisme dari luar. Kesehatan merupakan kebutuhan semua orang dan tidak bisa dinilai dengan apapun. Kendati seseorang memiliki banyak uang atau kekayaan melimpah tetapi kalau kesehatannya terganggu maka kekayaannya tersebut menjadi tidak ada artinya dan tidak bisa dinikmati. Untuk itu, kesehatan perlu dijaga dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Untuk hidup sehat diperlukan bahan pangan dengan zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Jenis bahan pangan yang dimakan terdiri dari bahan pangan asal nabati dan hewan. Dimana bahan pangan hewani mengandung zat gizi esensial yang lengkap. Salah satu bahan pangan asal hewani adalah dalam bentuk (berupa) daging. Apabila ingin mengkonsumsi daging yang sehat, maka harus mengetahui/memahami kualitas daging yang baik . Adapun untuk menentukan kualitas daging yang layak konsumsi adalah sebagai berikut : (1) Keempukan atau kelunakan . Keempukan daging ditentukan atau kandungan jaringan ikat. Semakin tua usia hewan, susunan jaringan ikat semakin banyak, sehingga daging yang dihasilkan semakin liat. Jika ditekan dengan jaring, daging yang sehat akan memiliki konsistensi kenyal (padat); (2) Kandungan lemak atau marbling. Marbling adalah lemak berfungsi sebagai pembungkus otot dan mempertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan. Marbling berpengaruh terhadap citarasa daging; (3) Warna . Warna daging berwariasi, tergantung dari jenis secara genetik dan usia, misalnya daging sapi potong lebih gelap daripada daging sapi perah, daging sapi muda lebih pucat daripada sapi dewasa; (4) Rasa dan aroma. Citarasa dan aroma dipengaruhi oleh jenis pakan. Daging yang berkualitas baik mempunyai rasa yang relatif gurih dan aroma yang sedap; (5). Kelembaban. Secara normal daging mempunyai permukaan yang relatif kering sehingga dapat menahan pertumbuhan microorganisme dari luar. Dengan demikian mempengaruhi daya simpan tersebut. Kriteria daging yang sehat : (1) Daging sapi : warna merah cerah (tidak gelap, tidak pucat, tidak kebiruan dan tidak terlalu merah, konsisten liat/kenyal, bau dan rasa aromatis, mempunyai lapisan lemak tipis kecuali bagian tertentu dan berwarna kekuning-kuningan; (2) Daging ayam : permukaan kulit ayam putih kekuningan, tidak terdapat memar dan bercak-bercak merah atau biru dibawah kulit agak mengkilat, bagian dalam karkas putih agak pucat, serabut otot putih/pucat, pembuluh darah di leher dan sayap kosong (tidak ada sisa-sisa darah), bau dan aroma spesifik atau agak amis sampai tidak berbau, konsisten otot dada dan paha kenyal.Agar mendapatkan daging yang baik, disamping mengetahui/memahami kualitas daging yang baik kita juga perlu mengenali/mengetahui penyimpanan daging . Adapun penyimpanan daging yang sering kita temui yaitu : (1) Daging ayam berformalin, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : berwarna putih mengkilat, konsistensi sangat kenyal, perubahan kulit tegang, bau khas formalin; (2) Daging ayam bangkai (tiren), memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a) kulit karkas terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap dan dada ; b) bau agak anyir ; c) konsistensi otot dada dan paha lembek; d) keadaan serabut otot berwarna kemerahan; e) keadaan pembuluh darah di daerah leher dan sayap penuh darah; f) warna hati merah kehitaman; g) bagian dalam karkas berwarna kemerahan ; (3) Daging sapi glonggongan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a) warna daging merah pucat; b) konsistensi daging lembek; c) permukaan daging basah; d) biasanya penjual tidak menggantung daging tersebut karena bila digantung air akan banyak menetes dari daging.Gejala yang nampak bila terjadi pembusukkan daging oleh mikroba : (1) Type Bakteri yang ada oksigen dengan gejala pembusukkan : ada lendir dipermukaan daging, kehilangan warna oleh rusaknya pigmen dalam daging akan tumbuh koloni organisme berwarna, ada produksi gas, bau kurang enak dan cacat, ada perusakan (dekomposisi) lembek; (2) Type Ragi yang ada oksigen dengan gejala pembusukkan ada lendir ragi, kehilangan warna, bau dan rasa tidak enak, dekomposisi lemak; (3) Type Kapang yang ada oksigen dengan gejala pembusukkan permukaan yang lengket dan berbulu, kehilangan warna, berbau dan tercemar, dekomposisi lemak; (4) Type Bakteri yang tidak ada udara dengan gejala pembusukkan : membusuk diikuti oleh bau yang busuk, pembentukan gas lebih masam (Inang Sariati). Sumber : 1) Panduan "Pelaksanaan Kegiatan Kesehatan Masyarakat Veteriner", Direktorat Jenderal Peternakan 2005.2) https://www.google.co.id/search?q=daging&es