Loading...

KUNCI SUKSES BERTANAM JERUK YANG SEHAT

KUNCI SUKSES BERTANAM JERUK YANG SEHAT
Pendahuluan Indonesia adalah Negara yang kaya akan berbagai komoditi hortikultura salah satunya adalah jeruk. Tanaman jeruk merupakan komoditas buah unggulan nasional karena memiliki nilai ekonomi tinggi, adaptasinya sangat luas, sumber gizi, sumber pendapatan, sangat populer dan digemari hampir seluruh lapisan masyarakat, serta nilai impornya cenderung meningkat. Kunci sukses usahatani jeruk tidak hanya bergantung pada bibit unggul, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh manajemen budidaya tanaman yang baik mulai dari pemilihan lokasi, benih, penyiapan lahan, pemangkasan, pemupukan serta pengendaliah hama penyakit. Dalam menerapkan budidaya tanaman jeruk yang sehat harus memperhatikan kondisi lahan yang digunakan misalnya penanaman di tanah tanah liat dan tanah lempung berpasir maka areal tanaman harus ditambahkan pupuk organik lebih banyak. Kondisi tanah yang baik untuk tanaman jeruk berasal dari endapan yang subur, cukup dalam dan tidak beragam. Walaupun tanaman jeruk bisa ditanam di tanah berat, tetapi lebih baik bila ditanam di tanah ringan sampai sedang, peredaran udaranya cukup baik, gembur dan cukup bahan organik. Tahapan-tahapan yang harus diperhatikan dalam usahatani Jeruk adalah Pemilihan lokasi, Tinggi Tempat Tanaman jeruk keprok Tejakula ini akan tumbuh subur apabila dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 – 400 meter dari permukaan laut (mdpl), lebih dari itu akan mempengaruhi fisiologis tanaman jeruk keprok Tejakula itu sendiri. Wilayah Bangka Belitung yang mempunya ketinggian tempat dibawah 400 m dpl varietas yang sesuai adalah ; sebagian besar varietas Siam, pamelo, keprok Tejakula dan Madura. Sedangkan untuk wilayah yang mempunyai ketinggian tempat dataran tinggi > 700 m dpl sebaiknya digunakan varietas ; jenis keprok (Batu 55, Tawangmangu, Pulung, Garut, Kacang, dll), jeruk manis (Punten, Groveri, dll.), jeruk Siam Madu. Iklim Tanaman jeruk menghendaki sinar matahari penuh (bebas naungan), suhu 13 – 35°C (optimum 22 – 23°C), curah hujan 1.000 – 3.000 mm/th (optimum 1.500 – 2.500 mm/th), dan bulan kering (< 60 mm) selama 2 – 6 bulan (optimum 3 – 4 bulan berturut-turut). Tanah Tanah yang ideal bual pertumbuhan tanaman jeruk yaitu memiliki lapisan tanah yang dalam, hingga kedalaman 150 cm tidak ada lapisan kedap air, kedalaman air tanah ± 75 cm, tekstur lempung berpasir, dan pH ± 6. Jika pH tanah dibawah 5, unsur mikro dapat meracuni tanaman dan sebaliknya tanaman akan kekurangan jika pH diatas 7. Pemilihan Benih Pemilihan benih merupakan hal yang harus diperhatikan. Aadapun kriteria benih yang bermutu baik adalah hasil okulasi mata tempel dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) pada batang bawah Japansche Citroen (JC) di dalam polibag, berlabel, tinggi tanaman ± 75 cm, dan pertumbuhan serta perakarannya normal. Persyaratan bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit, berdiameter batang 2-3 cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak, akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit. Penyiapan lahan dan Penanaman Pengolahan Tanah dan Penanaman Persiapan lahan dan pengolahan lahan dilakukan dengan membersihan dan membebaskan lahan dari batuan dan pohon besar. Untuk lahan sawah dan pasang surut, bidang tanam diolah menjadi surjan atau tukungan (gundukan = Jawa), sedangkan di lahan kering dibuat lubang tanam (dalam = 0,75 m, lebar atau panjang = 0,6 m). Jarak tanam 5 x 4 m2 (jeruk keprok), 5 x 6 m2 (jeruk manis), dan 6 x 7 m2 (pamelo). Baris tanam diatur sejajar arah timur – barat agar penyebaran sinar matahari optimal. Penutup lubang tanam dicampur pupuk kandang ± 20 kg/lubang atau dibuat campuran 3 bagian tanah + 1 bagian pasir + 2 bagian pupuk kandang jika tanahnya berat. Tambahkan 1 kg dolomite jika pH tanah < 5,5. Awal musim hujan adalah saat paling tepat untuk penanaman di lahan kering. Setiap pohon dipasang ajir agar tanaman tetap tegak saat angin kencang. Pemeliharan Pengaturan cabang. Arsitektur pohon jeruk perlu dibangun sejak dini dengan cara mengatur percabangan berpola 1 – 3 – 9. Setiap pohon terdiri 1 batang utama yang mendukung 3 cabang primer, dan setiap cabang primer mendukung 3 cabang sekunder. Saat pertumbuhan vegetatif baru, pembungaan dan pembentukan buah harus tersedia cukup air, dan setelah panen lahan dikeringkan sekitar 3 bulan guna memicu pembungaan. Semakin besar ukuran tanaman atau semakin kasar tekstur tanah, semakin banyak air yang dibutuhkan. Pemasangan mulsa plastik hitam perak dapat menghemat air dan mengendalikan gulma di lahan kering. Pemangkasan Metode pemangkasan dengan memotong cabang atau ranting yang kering, sakit, tumbuh bersilangan, serta memotong bekas tangkai buah dengan tujuan menyeimbangkan tunas vegetative dan generative serta mengurangi kelembaban. Hasil pemangkasan tesebut selanjutnya dibakar. (Arsitektur pohon jeruk perlu dibangun sejak dini dengan cara mengatur percabangan berpola 1 – 3 – 9. Setiap pohon terdiri 1 batang utama yang mendukung 3 cabang primer, dan setiap cabang primer mendukung 3 cabang sekunder). Produksi optimal bisa dicapai jika tanaman tidak hanya diberi pupuk buatan tetapi juga pupuk organik. Tanaman muda banyak membutuhkan pupuk N, tetapi saat memasuki usia produktif perlu N, P dan K yang berimbang. Kebutuhan pupuk organik minimal 10 kg/tanaman/tahun. Metode pemupukan organik dan an-organik minimal pupuk NPK (15-15-15) dengan pola padat – cair interval 1,5 bulan, hal ini bertujuan untuk memacu induksi pembuahan secara berjenjang dan sekaligus menjaga ketersediaan hara untuk kesehatan tanaman Jeruk. Dosis pupuk yang harus diaplikasikan setara dengan 2 sampai 3% dari total bobot buah yang dipanen. Setiap jenis jeruk menghendaki komposisi unsur yang berbeda, untuk jeruk siam adalah 10 N : 7 P2O5 : 2 K2O, keprok adalah 5 N : 2 P2O5 : 3 K2O, dan pamelo adalah 2 N : 1 P2O5 : 4 K2O Aplikasi pupuk kocor adalah sebagai berikut ; 1 kg NPK + 0,25 kg ZA larutkan kedalam drum plastiK volume 200 liter (untuk mempermudah pengenceran pupuk tersebut larutkan kedalam ember plastic dan setelah larut masukan dalam drum yang telah berisi air bersih ± 200 liter) aduk hingga merata. Setelah larut pupuk tersebut langkah selanjutnya adalah kocorkan keatas media bawah tajuk secara merata dengan dosis larutan 20 liter/tanaman. Selain pola pemupukan tersebut, aplikasikan 50 gram pupuk MgSO4 (Kieserite) yang dilarutkan pada 20 liter air pada saat umur buah 15 dan 25 minggu setelah bunga mekar. Tujuannya untuk meningkatkan kadar rasa manis buah saat masak fisiogis. Pemberian pupuk Kieserite akan meningkatkan kadar rasa manis yang semula hanya 7-8 brix menjadi 10,5-11 brix. Pengendalian Hama Penyakit. Perpaduan monitoring dan pengendalian hama penyakit terutama penyakit burik kusam diantaranya Trips, Aphis dan Tunggau, terutama pada saat bunga mekar yang menyerang bakal buah (pentil) sehingga akan diperoleh kualitas buah premium. Sampai sekarang penyakit CVPD (huanglongbing) belum bisa disembuhkan. Pencegahanya adalah dengan menanam bibit yang sehat dan mengendalikan serangga kutu loncat (Diaphorina citri). Penggunaan pestisida sebaiknya diprioritaskan pada periode kritis yaitu pada fase pertunasan. Panen Panen dilakukan saat buah mencapai kematangan optimal, sekitar 8 bulan dari pembungaan dan nilai brix sari buah sebesar 10%. Lakukan panen saat cuaca cerah, gunakan gunting pangkas, jangan memanjat pohon, dan masukkan buah kedalam keranjang yang dilapisi karung plastik.