KUNCI SUKSES BUDIDAYA CABE Sebagai komoditas yang tegolong penting dan dibutuhkan oleh rumah tangga maupun industri makanan, produksi cabe yang dihasilkan haruslah benar benar berkualitas dan sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk itu, faktor agroklimak dan teknik budidaya, pemilihan varietas dan waktu yang tepat harus menjadi perhatian. Tanaman cabe dapat tumbuh baik pada daerah dataran rendah maupun dataran tinggi sampai 200 Dpl, sebab tanaman ini membutuhkan iklim yang terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Lingkungan tumbuh yang paling sesuai adalah berudara hangat dan kering dengan kisaran suhu antara 15 sampai 32° dan tanah lempung berpasir dengan Ph 5 sampai 6,8 Setiap jenis dan varietas cabe mempunyai karakteristik yang berbeda dalam pembudidayaanya. Ada jenis cabe tumbuh baik saat musimhujan namun tidak optimal di musim kemarau, demikian pula sebaliknya. Dengan demikian pengetahuan dan pengalaman tentang diskripsi dan sifat jenis cabe perlu dimiliki oleh petani. A. Pengolahan Tanah Yang Baik Lahan tempat penanaman cabe harus bersih dari sisa tanaman, gulma, serta perakaran tanaman sebelumnya, agar tidak menjadi sarang penyakit bagi tanaman. Tanah diolah dengan bajak/cangkul sedalam 30-40cm, dan selanjutnya digaru untuk menjaga kerataan dan kegemburan tanah, agar pertumbuhan bibit cabe lebih baik. Badengan dibuat dengan lebar 1 m dan jarak antara bedengan 50-70 cm, serta tinggi bedengan 30-50 cm, atau disesuaikan dengan musim, apabila pertanaman dimusim hujan bedengan akan semangkin tinggi Tabur kapur dolomit sebanyak 200 gr/m dan kompos sebanyak 1 zak/m, serta titambah dengan pupuk NPK sebanyak 2,5 untuk setiap 10 m panjang bedengan. Olah tanah kembali sambil mencampur pupuk dasar di atas secara merata dan kemudian bedengan diratakan dan dirapikan B. Pemilihan Benih Yang Baik C. Pesemaian dan Perawatan Yang Baik D. Penggunaan Mulsa Hitam perak E. Pengairan dan Drainase Yang Baik F. Pengendalian OPT Secara Terpadu Pemilihan varieta yang berkualitas dan tahan terhadap OPT adalah merupakan langkah awal dalam pengendalian OPT Lakukan pengamatan semenjak bibit dari persemaian sampai tanaman dilapangan dengan cermat dan seksama secara rutin dan berkala, sehingga tidak ada tanaman yang luput dari pengamatan. Lakukan pengendalian segera secara terpadu dan dengan bijaksana, apabila terlihat gejala serangan OPT telah mencapai ambang pengendalian Apabila serangan berlanjut, lakukan pergiliran pemakaian pestisida yang sesuai dengan OPT sasaran. G. Panen Dan Pasca Panen H. Pencatatan Dan Konsultasi Lakukan Pencatatan usahatani secara tertib dan benar, sebagai bahan kajian untuk pertanaman selanjutnya Selalu berkonsultasi dengan orang orang yang ahli dibidang usahatani cabe, baik sesama petani pelaku utama, pelaku usaha ataupun dengan Penyuluh Pertanian, serta ahli lainnya yang berkaitan dengan usaha tani cabe. ( Novinsyah Putra Penyuluh Pertanian Nagari Tanjung Alam BPP Kecamatan Tanjung Baru )