Persiapan lahan sebelum tanam merupakan tahapan penting dalam budidaya. Kebutuhan tanaman untuk tumbuh dan berkembang seperti unsur hara, air dan udara, sebagian besar berasal dari dalam tanah. Persiapan lahan yang baik mampu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan menekan penghambat pertumbuhan. Persiapan lahan dapat dilakukan melalui pembersihan lahan dari gulma, pengolahan lahan, pemupukan dasar (pupuk kandang), pembuatan bedengan hingga pemasangan mulsa. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan bajak hewan, traktor atau secara manual menggunakan cangkul. Sekolah Lapang yang dilaksanakan di Desa Bunin/WKPP Bunin dalam kegiatan kursus yang dilaksanakan oleh Inayat Fadillah pada hari kamis tanggal 7 Sebtember 2107 dan dibantu oleh (Kepala BPP Serbajadi, BABINSA, Penyuluh PNS, dan penyuluh THLTB). Kegiatan kursus di Desa Bunin memberikan pembelajaran tentang mamfaat persiapan dan pengolahan tanah pada budidaya tanaman jagung. Mamfaat persiapan dan pengolahan lahan antara lain:1. membuat struktur tanah gembur dan cukup mengandung bahan organik,2. memperbaiki struktur dan aerasi tanah,3. menekan perkembangan hama penyakit dan gulma,4. meningkatkan keseragaman tumbuh,5. mendukung pertumbuhan akar tanaman,6. membuat tanaman tidak tergenang (dengan pembuatan bedengan dan saluran drainase).Persiapan dan pengolahan lahan tananam jagung sangat penting kerana tanaman jagung merupakan salah satu tanaman yang rakus unsur hara dengan keadaan tanah yang baik sehingga dapat menyuplai unsur hara untuk tanaman dengan baik. Tahap-tahap persiapan lahan antara lain:a. Pembersihan gulmaGulma menjadi faktor yang cukup mengganggu. Lahan yang ditumbuhi gulma sebaiknya terapkan pembersihan gulma dengan herbisida. Apabila gulmanya cukup banyak, gunakan herbisida sistemik yang bisa membasmi gulma hingga ke akarnya. Pemakaian herbisida disesuaikan dengan kebutuhan dan gunakan sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Setelah 3 hari dilakukan pengontrolan lahan, bila masih terdapat gulma lakukan lagi penyemprotan. Seminggu setelah penyemprotan herbisida, lahan siap untuk ditanami.b. Penyiapan drainasePembuatan drainase berbentuk garis lurus dengan jarak antar ruas sekitar 2 meter. Tujuan pembuatan drainase agar tanaman jagung tidak tergenang atau dapat dilakukan peninggian bedeng tanam. c. Pemupukan dan pengapuranBila bekas lahan yang digunakan kurang subur, bisa ditambahkan penambahan pupuk organik. Boleh pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk ditaburkan dalam bentul larik, sesuai dengan baris lubang tanam. Dosis pupuk organik untuk tanaman jagung sekitar 1,5-2 ton per hektar. Bila perlu bisa lakukan pengapuran, cara menebarkan kapur sama dengan pupuk dalam bentuk larikan. Dosis pengapuran sekitar 300-400 kg per hektar. Petani sangat antusias dengan kegiatan kursus karena mendapatkan ilmu baru dan pengalaman pada budidaya tanaman jagung khususnya pada persiapan dan pengolahan tanah. Kursus pada kegiatan Sekolah Lapang di Desa Bunin berjalan lancar, hal ini tidak terlepas dari koordinasi dan evaluasi Jumali, SP (Kepala BPP Serbajadi), penyuluh dan Petani dalam keinginan meningkatkan produksi tanaman jagung. Penulis: Ade Alavan, SP, Inayat Fadillah, Admin Cyber Extention.