Loading...

KURSUS TANI MENDUKUNG UPSUS SWASEMBADA BERAS

KURSUS TANI MENDUKUNG UPSUS SWASEMBADA BERAS
Dalam rangka mendukung upaya khusus (upsus) pencapaian swasembada beras secara Nasional, Unit Pelaksana Teknis Badan Balai Penyuluhan Kecamatan Kamang Baru menyelenggarakan kursus tani dengan topik "Penerapan Teknologi Jajar Legowo Padi". Khusus di Kecamatan Kamang Baru, kursus tani ini telah berlangsung pada tiga tempat yaitu di Nagari Siaur, Lubuk Tarantang dan Kunangan Parik Rantang. Kursus tani diselenggarakan melalui biaya operasional BPK dan Kemasyarakatan Kecamatan Kamang Baru Tahun 2015. Selain di Kecamatan Kamang Baru, kursus tani juga dilaksanakan pada 7 Kecamatan lainnya di Kabupaten Sijunjung.Pelaksanaan kursus tani di Nagari Kunangan Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru dilaksanakan pada hari Kamis, 6 Agustus 2015. Peserta yang hadir sebanyak 30 orang yang berasal dari perwakilan kelompoktani pelaksana kegiatan SRI (system of rice intensification) di Nagari Kunangan Parik Rantang. Materi pembelajaran disampaikan oleh Penyuluh Pertanian UPTB-BPK Kecamatan Kamang Baru yakni M. Iwan Kurniawan, SP dan Marlia Sunarya, SST. Adapun judul materi yang disampaikan dimulai dari persiapan lahan, penggunaan benih berlabel, persemaian, penanaman sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta penanganan pasca panen padi.Tim monitoring BP4KKP Kabupaten Sijunjung juga hadir pada pelaksanaan kursus tani ini. Dalam sambutannya tim monitoring yakni bapak Doni beserta bapak Zulfahiter memberikan informasi mengenai kegiatan BP4KKP Kabupaten Sijunjung dalam penyelenggaraan penyuluhan kepada kelompoktani yang telah dianggarkan secara rutin pada setiap tahunnya yang salah satunya adalah kursus tani. Tim monitoring juga mengharapkan adanya kritik maupun saran dari kelompoktani sebagai peserta kursus tani melalui quisioner yang dibagikan sebagai evaluasi dalam penyelenggaraan kursus tani pada periode berikutnya.Bapak Ison Vernely selaku kepala UPTB-BPK Kecamatan Kamang Baru dalam pengarahannya mengharapkan agar peserta kursus tani yang merupakan anggota kelompoktani pelaksana kegiatan SRI dapat melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan SPK yang telah disepakati antara Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung dengan kelompoktani. Penggunaan benih berlabel dan penerapan padi tanam sebatang (PTS) yang dikombinasikan dengan sistem tanam jajar legowo 4:1 atau 2:1 perlu dilaksanakan sebagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dalam mendukung upsus pencapaian swasembada beras secara Nasional. (M. Iwan Kurniawan, SP)