Hal ini terbukti dari hasil demplot bawang merah BPTP Sumbar yang dilaksanakan di lahan Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Dari ubinan diperoleh hasil yang cukup tinggi yakni Varietas Bima Brebes 8,02 ton/ha hasil kering konsumsi, Pancasona 11,92 ton/ha, Mentes 10,56 ton/ha dan yang tertinggi Varietas Kramat 1 yaitu 13 ton/ha, melebihi rata-rata Sumbar. Hasil ini cukup membahagiakan walaupun pelaksanaannya di lahan berpasir dan dengan kondisi cekaman kekeringan yang cukup lama, demikian disampaikan Kepala BPTP Sumbar yang diwakili oleh Ir. Ismon L, M.Si pada saat Temu Lapang Diseminasi Budidaya Bawang Merah melalui Sekolah Lapang (SL) dan Demplot di Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman, 20 Agustus 2015.Dijelaskan Ismon bahwa di Sumatera Barat umumnya masyarakat mengenal bawang merah sebagai tanaman dataran tinggi. Sesungguhnya agroklimat atau iklim untuk pengembangan tanaman bawang merah mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi dan optimumnya di dataran rendah 0-450 mdp. Berbicara varietas, semua varietas yang ada didataran tinggi cocok untuk dataran rendah namun tidak semua varietas dataran rendah cocok untuk dataran tinggi. Badan Litbang Pertanian sudah melepas beberapa varietas bawang merah, seperti: Bima Brebes, Mentes, Pancasona, Kramat 1, Kramat 2, Katumi, Maja, Trisula, Sembrani dan Pikatan dengan potensi hasil potensi hasil lebih dari 20 t/ha, yang perlu didiseminasikan kepada masyarakat. Untuk mempercepat diseminasi atau pengembangan inovasi teknologi budidaya bawang merah ke dataran rendah dan memberdayakan BPK sebagai sumber informasi di tingkat kecamatan, maka BPTP sumbar menempatkan kegiatan Demplot dan SL di lahan BPK Nan Sabaris Padang Pariaman. Demikian disampaikan penanggung jawab kegiatan Ir. Rifda Roswita M, Si pada acara tesebut. Dijelaskan bahwa demplot sebagai Labor Lapang atau tempat belajar dari peserta SL dengan luas ± 700 m2, memperagakan 4 (empat) varietas unggul bawang merah, yaitu Bima Brebes, Mentes, Kramat 1 dan Pancasona. Dari demplot yang telah dilakukan terbukti hasilnya cukup membahagiakan meskipun pelaksanaannya mengalami cuaca ekstrim mulai dari awal tanam sampai 40 HST, lahan pasir, bekas lahan buah naga yang telah lama tidak diolah. Kita memang ingin membuktikan bahwa bawang merah bisa ditanam di lahan marjinal sekalipun seperti di lahan pasir dan gambut. Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP3KKP) Padang Pariaman, Ir. Yuniswan, M.Si, berterimakasih kepada BPTP Sumbar yang telah menempatkan kegiatan Demplot dan SL budidaya bawang merah di BPK Nan Sabaris dan merupakan Demplot bagi Kabupaten Padang Pariaman. Melihat penanaman bawang ini berjalan sukses, diharapkan dapat memotivasi masyarakat Padang Pariaman umumnya dan Kecamatan Nan Sabaris khususnya untuk menanam bawang merah. Seiring dengan itu disampaikan juga oleh Yuniswan bahwa Bupati Padang Pariaman sangat respek dengan adanya Demplot dan SL yang dilaksanakan BPTP Sumbar dan berharap ke depan tanaman bawang merah ini bisa berkotribusi yang signifikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan lahan-lahan terlantar dan lahan pekarangan seoptimal mungkinPada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Padang Pariaman yang diwakili Kabid Tanaman Pangan Ir. Salmawati, M.M menyatakan bahwa pada tahun 2015 ini akan dilakukan pengembangan bawang merah di Kabupaten padang Pariaman seluas 10 ha. Salah satu kelompok tani pelaksananya adalah kelompok tani yang telah dilatih dalam SL ini. Diharapkan kegiatan pengembangan bawang merah ini dapat memberikan hasil sesuai dengan hasil yang dicapai BPTP Sumbar. Untuk itu bantuan bimbingan teknis dari BPTP Sumatera Barat masih tetap di harapkan dan juga pada kelompok tani yang telah mendapat SL diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada kelompok tani lain.Acara temu lapang dihadiri oleh ± 70 orang terdiri dari petani peserta SL, penyuluh koordinator se kabupaten Padang Pariaman, penyuluh Kecamatan Nan Sabaris dan masyarakat lainnya. Selain itu juga hadir Danramil, Camat, Wali Nagari dan Wali Korong. Acara ini ditutup dengan tanya jawab tentang teknologi budidaya bawang merah dataran rendah yang dipandu oleh peneliti BPTP Sumbar, Dr. Ir Abd. Aziz Syarif M.S. ?(Rifda Roswita, Erma dan Evariza)