Loading...

LIBUR BERSAMA, PANEN PADI DEMPLOT PETROKIMIA TETAP JALAN

LIBUR BERSAMA, PANEN PADI DEMPLOT PETROKIMIA TETAP JALAN
Bangkalan. Selasa, 21 Juli 2015 saat semua pegawai masih libur bersama lebaran, Penyuluh Pertanian, Babinsa, Mantis dan Perwakilan Distributor Petrokimia pagi itu udah bersiap dilahan sawah milik Ibu Riskiyah, ketua Kelompok Wanita Tani "Kenangga" Desa Banyior Kecamatan Sepulu. Pagi itu adalah panen Padi Ciherang yang merupakan Demplot kerjasama dengan Petrokimia. Mengunakan pupuk Petroganik 500kg, Phonska 300kg dan Urea 200. Menurut Saudah, SP selaku Penyuluh pendamping, pupuk Petroganik diberikan 500kg/Ha langsung sebagai pupuk dasar bersama dengan Phonska 150kg dan Urea 50Kg. Pupuk susulan berikutnya diberikan pada saat umur 15 HST yaitu 150 Kg/Ha Phonska dan Urea 50Kg/Ha. Selanjutnya pupuk terakhir Urea sebanyak 100Kg diberikan pada saat umur 30 HST.Kegiatan panen Demplot ini juga dihadiri langsung oleh Danramil Kecamatan Sepulu Kapten Inf. Moh.Yusron, Kasdim Mayor Inf. Syaiful Bahri dan Pasi log Kapten Inf. Markuwat selain Babinsa Serka Nurpujianto, Sertu Bambang Abiyoso dan Serda Moh. Hasib. Muhlis selaku Mantis Kecamatan Sepulu dibantu oleh Margo Utomo, Amd selaku koordinator penyuluh Kecamatan Sepulu dan Anas Masykuri SP penyuluh pertanian dengan sigap melakukan ubinan pada sample padi. Hasil ubinan Demplot dengan varietas Ciherang mengunakan pupuk dari Petrokimia dengan sistem tanam jajar legowo adalah :1. Jumlah rumpun 2002. Jumlah malai 83. Jumlah anakan 304. Jumlah bulir 1065. Hasil timbangan 4,1 kg, Konversi hasil 6,56 ton/HaPada kesempatan ini juga Danramil Kecamatan Sepulu Kapten Inf. Moh.Yusron menyerahkan bantuan benih Ciherang secara simbolis kepada Ketua KWT Kenangga agar ditanam dimusim tanam selanjutnya. Kepala Desa Banyior, H. Babus Salam mengaku senang dengan hasil demplot ini dan berharap petani-petani di desa Banyior bisa meniru cara tanam yang telah dipraktekkan ini, sehingga nantinya bisa mengangkat perekonomian di Desa Banyior Kecamatan Sepulu. Moh. Hairus Sholeh