Loading...

Limbah pertanian sebagai hijauan pakan ternak

Limbah pertanian sebagai hijauan pakan ternak
Ketersediaan hijauan makanan ternak di musim kemarau seringkali mengalami kendala kesulitan untuk mendapatkan rumput dan leguminosa sebagai makanan utama ternak ruminansia. Disekitar kehidupan petani ternak diperdesaan banyak ditemukan limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti rumput dan leguminosa.. Limbah pertanian merupakan hasil ikutan dari pertanian yang telah dipanen. Limbah pertanian yang sudah umum dimanfaatkan petani ternak sebagai hijauan makanan ternak yang berguna untuk kelangsungan kehidupan ternak. Beragam jenis limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk hijauan makanan ternak yaitu jerami padi ( Oryza sativa ), jerami jagung ( Zea mays ), jerami kacang tanah ( Arachis hypogae ), jerami kedele ( Glycine max ) dan pucuk tebu ( Saccharum officanarum ).Limbah pertanian akan sangat mudah didapatkan pada waktu tertentu, utamanya saat petani selesai panen Dengan produksi panen yang melimpah harga limbah pertanian murah bahkan cenderung tidak perlu mengeluarkan biaya asalkan mau mengangkutnya sendiri..Di beberapa daerah diperdesaan di pulau jawa sudah banyak petani ternak yang mau memanfaatkan limbah pertanian sebagai hijauan makanan ternak. Kandungan gizi pakan limbah pertanian beragam dengan rincian sebagaimana berikut 1.Jerami padi kandungan protein kasar 4,1 dan serat kasar 29,2 2.Jerami jagung kandungan protein kasar 5,6 dan serat kasar 33,6 3.Jerami kacang kedele kandungan protein kasar 12,5 dan serat kasar 36 4.Jerami kacang tanah kandungan protein kasar 16,6 dan serat kasar 25,4 5. Pucuk tebu kandungan protein kasar 7,4 dan serat kasar 42,4Rendahnya kandungan gizi pakan limbah pertanian sangat tergantung dari umur tanaman. Guna meningkatkan kandungan gizi pakan limbah pertanian perlu dilakukan penerapan teknologi fermentasi jerami padiPenampilan jerami padi dengan proses fermentasi dapat terlihat dari penampakan tekstur yang lebih lunak dibanding jerami padi tanpa fermentasi. Teknologi pengolahan jerami padi yang difermentasi akan menurunkan kadar serat kasar pada jerami padi. Turunnya kadar serat kasar pada jerami padi akan berpengaruh pada peningkatan daya cerna jerami padi.Dampak dari peningkatan daya cerna akan meningkatkan kandungan gizi pakan jerami padi yang difermetasi.Pembuatan fermentasi jerami padi dianjurkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lembang Jawa Barat ( 2010 ) dilakukan ditempat yang terlindung dari hujan. Proses pembuatan fermentasi jerami padi dapat mengacu pada anjuran berikut ;Bahan bahan yang diperlukan dalam pembuatan fermentasi jerami padi adalah 1 ton jerami padi segar namun bukan jerami yang basah, 2,5 kg urea dan 2,5 kg probiotik decomposer. Dan alat alat yang dipergunakan untuk pembuatan fermentasi jerami padi terdiri dari timbangan, cangkul garpu atau gacok. Tahapan proses pembuatan fermentasi jerami padi sebagaimana acuan berikut1. Jerami padi ditimbun setinggi ± 20 cm, selanjutnya diberikan taburan urea dan probiotik decomposer2. Kemudian lakukan kembali penumpukan jerami padi setinggi ±20 cm dan selanjutnya berikan taburan urea dan probiotik decomposer3. Pembuatan lapisan jerami padi terus dilakukan sampai ketinggian tumpukan jerami padi mencapai sekitar 3 m.4. Tumpukan jerami padi dibiarkan selama 21 hari agar proses fermentasi terlaksana dengan baik. Tahapan berikunya adalah mengeringkan jerami padi dengan cara dijemur dibawah sinar matahari dan diangin anginkan ditempat terbuka sampai keadaan jerami kering benarSetelah jerami padi benar benar kering baru dapat digunakan sebagai pakan hijauan ternak pengganti rumput yang dibutuhkan sapi, kerbau kambing dan domba. Masa simpan fermentasi jerami padi selama 3 bulan. Pengambilan fermentasi jerami padi dilakukan sesuai kebutuhan sehari hari dan harus dijaga kelembabannya. Proses fermentasi hijauan pakan ternak bukan hanya berlaku bagi jerami padi saja, tetapi juga dapat dilakukan pada hijauan pakan yang lainnya. Proses fermentase hijauan pakan ternak biasa dikenal dengan nama silage menggunakan bahan baku hijauan pakan ternak limbah tanaman jagung, rumput unggul, dan limbah tanaman leguminosa .Pembuatan silage dilakukan dua cara yaitu silage tunggal dan silage komplit. Kondisii nyata di lapangan pembuatan fermentasi hijauan pakan ternak berupa silage tunggal dengan proses pembuatan tanpa menggunakan oksigen ( an aerob ). Nani Priwanti Soeharto - PP PPMKP CiawiSumber _: 1 Bambang Kusdihartono dan Nani Iriani. Inventarisasi Keanekaragaman pakan hijauan guna mendukung sumber pakan ruminansia. Balai Penelitian Ternak Bogor, 2004 2. Anonymous,Teknologi Fermentasi Untuk Meningkatkan Kualitas Pakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP ) Jawa Barat , 2010