Loading...

LKMA Panampuang Prima Kembali jadi Sasaran Study Universitas

LKMA Panampuang Prima Kembali jadi Sasaran Study Universitas
Ampek Angkek, Agam - "Kalau bisa kebanggan itu kita beli, maka seberapapun harganya akan kita beli, tapi kebanggaan itu tidak dapat kita hargai dengan materi, namun hanya dengan kerja keras, tekun, dan ikhlas hingga dengan sendirinya kebanggan itu mampu kita raih," demikian disampaikan Monisfar, S.Sos, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam. Ungkapan ini dilontarkan oleh Monisfar saat menyambut kedatangan rombongan dari Program Studi Agribisnis Universitas Sriwijaya Propinsi Sumatera Barat. Rombongan yang terdiri dari 139 orang mahasiswa dan 19 orang dosen ini mengadakan kunjungan ke Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Panampuang Prima Kecamatan Angkek, Sabtu (12/12). Turut mendampingi Kepala UPT BP4K2P Ampek Angkek, Arwin, S.Sos, Koordinator Penyuluh Ampek Angkek, Warnerim, SP, Ketua Pusat Pelatihan Petani Pedesaan Swadaya Panampuang Prima, Djasdi Khan, Ketua Gapoktan Panampuang Prima, Adrianus, Manajer LKMA Panampuang Prima serta para pengelola lainnya. Lebih lanjut dijelaskan Monisfar, kebanggan itu telah didapat oleh LKMA Panampuang Prima, berbagai kegiatan dan peningkatan aset modal yang cukup signifikan, serta kelembagaan yang kuat tentunya menjadi barometer bagi sebuah kemajuan lembaga ini. "Alhamdulillah 2 tahun belakangan ini, LKMD yang sinergi dengan P4S serta Gapoktan ini telah menjajadi sasaran objek studi bagi propinsi lain, baik dari pulau Sumatera, Jawa Sulawesi dan Kalimantan. Pimpinan selaku Dosen Koordinator Pembimbing Yunita, merasa salut dan bangga karena kelembagaan kelompok tani dan keuangan di Agam mampu menjawab tantangan sebuah keberhasilan, apalagi disaat orang menganggap remeh akan eksistensi lembaga itu. Kebanggaan itu malah semakin sempurna lagi yang tergambar melalui kehadiran seorang penyuluh di Kabupaten Agam ini yang sangat diharapkan serta dinantikan oleh kelompok tani guna mendapatkan transformasi ilmu tekhnologi terbaru. Keaktifan itu tidak hanya sebatas cerita belaka, ungkap Yunita, namun mampu dibuktikan dengan lahirnya buku Bangga Jadi Penyuluh yang diproduksi oleh Bapeluh Media Center.Ini merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang patut dicontoh dinegeri ini, sekaligus juga mampu menjadi referensi bagi kalangan dunia akademisi. "Ini buku merupakan sebuah marwah bagi para penyuluh sekaligus sebuah progress report terhadap masyarakat kalau penyuluh itu bekerja," sela dosen lainnya Maryati. Pada sesi akhir kunjungannya, rombongan dibawa melihat produk pengolahan hasil Kelompok Wanita Tani (KWT) Kembang Sari Prima melalui unit usaha agribisnisnya, Kue Sapik Asadori yang Insya Allah pada bulan Desember ini akan menuju istana negara guna menerima penghargaan dari Presiden RI atas keberhasilannya sebagai KWT Pengolahan Hasil terbaik tingkat nasional. (BMC).