Banjarbaru November 2016 , Kegiatan magang penyuluh pertanian dilaksanakan di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa ( BALITTRA ) Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan selama 5 (Lima) hari dari tanggal 14 s/d 18 November 2016.Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa ( BALITTRA ) dipimpin seorang pejabat eselon III dibawah BBSDLP ( Eselon II ) dan dibawah Balitbangtan ( eselon I ). Struktur organisasi diisi oleh 1 jabatan eselon III ( Kepala Balai ), 3 jabatan eselon IV ( Kepala Bagian Perencanaan, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bagian Pelayanan ) dan staf serta Kelompok Peneliti yaitu Kelompok Peneliti Remediasi Lahan,(Jabatan Fungsional ). Kelompok Peneliti Pengelolaan tanah dan tanaman serta Kelompok Peneliti Pengelolaan air. Materi yang dipelajari dan Nara Sumber yang memberikan pelajaran dalam kegiatan Magang Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan di Balittra KotaBanjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan ini meliputi : 1. Penataan dan Penyiapan Lahan Rawa Pasang surut untuk budidaya tanaman disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Noor2. Pemilihan Varietas Unggul dan Cara tanam padi di Lahan rawa pasang suru disampaikan oleh Dr.Ir. Khairullah , MP3. Ameliorasi dan pemupukan di lahan rawa pasang surut disampaikan oleh disampaikan oleh Mohammad Alwi dan Arifin Fahmi4. Pengelolaan Air di lahan rawa pasang surut disampaikan oleh Dr. Ir. Khairil Anwar, MS.5. Pengendalian OPT padi di lahan rawa pasang surut disampaikan oleh Dahyar Najmi dan Mohammad Thamrin6. Panen dan Prosesing padi lahan rawa pasang surut disampaikan oleh Sudirman Umar7. Alat dan mesin pertanian untuk budidaya padi di lahan rawa pasang surut sampaikan oleh Sudirman Umar Kunjungan lapangan ke lokasi sawah pasang surut di Desa Tarantang ( peserta magang mengamati secara langsung dan melakukan tanya jawab dengan petani pelaksana kegiatan ,yang telah dibina Balittra, tentang pengelolaan air system satu pintu, pengelolaan air system dua pintu, pembuatan tukungan, pembuatan surjan, system tanam tumpang sari padi – jeruk siam Banjarmasin)Kunjungan lapangan ke Kebun percobaan Balittra di Balendean Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala ( peserta magang mengamati secara langsung dan melakukan tanya jawab dengan petugas pengelola kebun percobaan Balittra tentang Sistem pemasukan air dari saluran sekunder ke lahan pertanian rawa pasang surut , pengukuran kedalaman tanah yang mengandung pirit, pengukuran pH air , pengamatan gulma pada lahan sulfat asam ).Kunjungan lapangan ke kelompoktani Sidodadi di Desa Sidomulyo , Kecamatan Tamban Catur Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah ( system usahatani terpadu padi sawah dan ternak sapi Bali mendukung terlaksananya IP 300 di daerah lahan rawa pasang surut ). Lahan yang dipergunakan untuk pertanaman padi seluas 20 Ha, dan ternak sapi yang dipelihara secara berkelompok adalah sapi Bali sebanyak 10 ekor dimana setelah berkembang biak, anak sapi akan menjadi milik/asset keompoktani. Dalam pemeliharaan sapi dihasilkan kotoran sapi yang dapat dipergunakan sebagai pupuk kandang dan pembuatan kompos yang akan dipergunakan di lahan sawah, sementara dari kegiatan penanaman padi, jerami yang dihasilkan setelah panen dapat dipergunakan untuk pemberian pakan tambahan bagi sapi ,selain rumput-rumputan dan jenis pakan lainnya , setelah melalui proses fermentasi. Setelah melaksanakan magang penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan di Balittra di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan para peserta akan menyebarluaskan informasi teknologi budidaya tanaman pangan di lahan rawa pasang surut kepada pelaku utama/ pelaku usaha di wilayah kerjanya melalui berbagai metode penyuluhan pertanian serta mengupayakan pengusulan anggaran melalui instansi bterkait untuk melaksanakan pelatihan /pembinaan bagi para petugas yang wilayah kerjanya ada lahan rawa pasang surut yang belum dimanfaatkan secara baik . Dalam rangka meningkatkan motivasi dan spirit kepada penyuluh dan petani untuk bekerja lebih baik dan lebih giat dengan berbagai teknologi budidaya tanaman yang dapat meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat khususnya masyarakat tani beserta keluarganya, maka kegiatan magang penyuluh pertanian perikanan dan kehutanan diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan penyuluh di berbagai tingkatan ( dari tingkat Desa = Kecamatan/BPP- Kabupaten hingga tingkat Provinsi ). Untuk kelancaran kegiatan seperti dimaksud pada alinea diatas maka sangat diperlukan dukungan dari semua pihak terkait, baik yang berkaitan dengan penganggaran, pelaksanaan, pelaporan hasil kegiatan , evaluasi serta rencana tindak lanjut hingga koordinasi dan pembinaan dari setiap tingkatan di jajaran pemerintahan sangat diperlukan..