Arang digunakan sebelum pertanian modern dalam hal ini dibuktikan pada budaya petani khususnya wilayah sukabumi yang menanam tanaman di bekas pembakaran tanaman merupakan hal yang sudah tidak diragukan lagi keberhasilanya, selain tanamannya subur, buah yang dihasilkannya pun sangatlah memuaskan, berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang kami lakukan, kami memberi kesimpulan bahwa arang memiliki manfaat sebagi berikut : Fentilasi udara. Udara bisa keluar masuk secara bebas karena arang memiliki jutaan rongga halus. Sehingga akar tanamn lebih banyak dan lebih kuat serta pengangkutan makanan dari dalam tanah melalui akar menjadi lancar, Arang dapat dijadikan sebagai media untuk menetralisir kadar air dan mengurangi racun yang diakibatkan oleh residu pupuk kimia dan kejadian lain dalam tanah Sehingga mampu meminimalisir serangan penyakit tanaman yang diakibatkan kelembapan dan keracunan, Arang menjadi tempat berkembangbiaknya mikro-organiseme karena ia memiliki jutaan rongga yang mewadahi perkembangbiakan yang menjadikannya sebagai tempat yang ideal bagi bakteri yang menguntungkan terutama bakteri pengurai, dan Arang dapat dijadikan sebagai bahan tambahan untuk pembuatan bokashi, karena mampu menekan perkembangbiakan hama dan penyakit penyerang tanaman. Sebaikanya penggunaan arang disesuaikan dengan kondisi lingkungan, jika musim hujan sebaiknya penggunaan arang ditingkatkan sebagai salah satu penetralisir asam tanah dari air hujan dan pada musim kemarau penggunaanya dikurangi karena berfungsi hanya sebagai fentilasi saja jika penggunaanya terlalu banyak pada musim kemarau penggunaan air akan semakin meningkat. Cara penggunaannya bisa dengan cara arang dibuat bubuk berbentuk tepung dan digunakan untuk melapisi pupuk, ataupun digunakan secara utuh pada lubang tanam dan diberikan 2 minggu sebelum tanam hal ini bertujuan agar arang menerap zat racun yang ada pada lubang tanaman dan keduanya menekan perkembangan cendawan yang ditimbukan pupuk kandang yang kurang masak. Penyusun : Asep Suhandar Sumber materi : Ali Fahmi, Ahmad Sofyan, dkk. 2004. Pertanian Organik Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melawan Neoliberalisme. Jakarta: Federasi Serikat Petani Indonesia- FSPI