Di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Tanaman Biduri kalau di Bali disebut "Maduri' sangat mudah ditemukan. Tanaman ini biasanya sengaja di tanam diantara tanaman pagar di pinggir rumah. Tapi bagi orang yang bergerak sebagai penjual sesajen/sarana upacara untuk Umat Hindu, biasanya tanaman ini sengaja ditanam 1 pohon di sebelah kanan depan pintu masuk/"Angkul-angkul" (bahasa Bali). Khususnya bagi umat Hindu, tanaman ini biasa dipakai sebagai sarana upakara saat memandikan jenazah, bentuk upakaranya berupa "Kwangen", pada setiap kwangen ada daun Biduri di dalamnya. Kwangen-kwangen ini nanti diletakan pada setiap persendian saat memandikan mayat yaitu pada sendi tangan, sendi lutut, pergelangan tangan dan lain-lain. Pada umumnya masyarakat hanya tahu bahwa daun Biduri ini hanya sebagai sarana upakara, dan belum bayak yang tahu bahwa daun Biduri ini mempunyai khasiat untuk kesehatan, untuk itu pada kesempatan ini kami akan memberikan imformasi tentang manfaat daun Biduri untuk kesehatan.Di Indonesia biduri mempunyai beberapa penyebutan lokal seperti Rubik (Aceh) Biduri, Rembega, dan Remingu (Melayu) Rumbigo (Minangkabau), Widuri (Sunda), Biduri, Saduri, Sidoguri, dan Widuri (Jawa), dan Bidhuri (Madura). Juga Manori, Maduri (Bali), Muduri, Rembiga, Kore, Krokoh, Kolonsusu, Modo Kapauk, dan Modo Kampauk (Nusa Tenggara), dan Rambega (Sulawesi). Sedangkan dalam bahasa Inggris, tumbuhan berbunga ini dikenal sebagai Giant Milkweed, Indian Bowstring Hemp, dan Crown Flower. Biduri atau Widuri merupakan tanaman perdu menahun (perennial). Tinggi pohon bisa mencapai 4 meter. Batang biduri berbentuk silindris dengan percabangan bertipe simpodial (cabang menyerupai batang). Batangnya berwarna hijau keputihan dan berlapis lilin. Batang mengeluarkan getah yang berwarna putih susu saat dilukai. Daun biduri berupa daun tunggal, berhadapan, berbentuk bulat telur dengan ujung tumpul dan pangkal berlekuk, serta tepi daun rata. Daun berwrna hijau keputih-putihan, berukuran panjang 8-30 cm dan lebar 4-15 cm. Daun memiliki tangkai pendek dan pertulangan menyirip. Permukaan atas daun berambut tebal saat muda dan berangsur-angsur hilang ketika tua. Bunga Biduri majemuk dengan bentuk payung yang tumbuh di ujung ranting (terminal) atau di ketiak daun. Tangkai bunga panjang (3-5 cm) dengan kelopak terbentang dan taju bulat telur, berbulu halus, dan berwarna hijau, serta memiliki daun pelindung sempit. Benang sari membentuk tabung dan kepala putik lebar, bersegi lima. Mahkota bunga berbentuk bulat telur, berwarna putih atau putih keungu-unguan dengan diameter 4 - 4,5 cm. Buah Biduri berbentuk bulat telur memanjang menyerupai bumbung dengan ujung yang berbentuk kait dan berwarna hijau. Buah berukuran panjang 9-10 cm. Bijinya kecil, lonjong, pipih, berwarna cokelat, berambut pendek dan tebal. Biji memiliki umbai rambut serupa sutera panjang, sehingga biji bisa diterbangkan oleh angin. Widuri dapat diperbanyak dengan biji. Pohon Biduri merupakan tumbuhan asli Indonesia, Filipina, Kamboja, Malaysia, Thailand, Srilanka, India, dan China. Tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia. Umumnya hidup meliar di sekitar pesisir pantai, daerah terbuka, dan padang rumput terutama yang mendapatkan banyak sinar matahari. Daun tanaman Biduri banyak mengandung zat-zat yang berguna diantaranya: saponin, flavonoida, polifenol, tanin, dan kalsium oksalat. Adapun manfaat dan khasiat daun Biduri bagi kesehatan adalah sebagai berikut: 1). Sebagai Obat batuk, sesak nafas, caranya ambil bagian daunnya, lalu keringkan gulung seperti rokok, bakarlah dan hisap asapnya sebagaimana merokok2). Sebagai Obat encok dan kelumpuhan, caranya panaskan minyak goreng di wajan selanjutnya daun yang telah kering dimasukan ke dalam minyak goreng tersebut, matikan apinya dan biarkan daun Biduri beberapa saat , selanjutnya minyak goreng di gosokkan pada bagian yang terasa sakit3). Sebagai Obat Kusta, caranya rebuslah bunga yang telah kering sekitar 0.12 gram lalu minumlah.4). Penangkal racun digigit ular, caranya, cucilah akarnya sebesar 1 jari hingga bersih, kemudian kunyah dan airnya ditelan, sedangkan ampasnya dipakai sebagai penutup luka.5). Sebagai obat Bisul, caranya teteskanlah getah buah padan bagian yang terkena bisul.6). Untuk Obat Luka pada sifilis dan kaki, caranya cucilah luka-luka pada sifilis dan juga kaki, kemudian oleskan getah biduri pada bagian luka.7). Untuk Obat Tertusuk duri halus, caranya Teteskanlah getah biduri pada bagian tubuh yang terkena tusuk duri. Secara langsung, maka getah akan mengeluarkan duri dari dalam kulit dengan sendirinya. 8). Obat Pembesaran kelenjar getah bening, caranya oleskanlah kelenjar yang membengkak dengan menggunakan getah biduri.9). Obat Sakit gigi, caranya oleskanlah getah biduri pada bagian gigi yang sedang sakit. Perhatikan, cara pengolesan ini perlu dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai mengenai gigi yang sehat.10). Obat Sariawan, caranya cucilah daun secukupnya hingga bersih, tumbuklah hingga halus, lalu diperas. Oleskanlah air perasannya ke bagian yang sariawan.11). Obat Campak, caranya cucilah seperempat genggam daun biduri, seperempat genggam daun asam muda, dan rimpang kunyit sebesar setengah jari, kemudian tumbuk hingga halus. Tambahkanlah secangkir air masak dan sesendok makan madu, kemudian aduk hingga rata. Berikutnya, ramuan disaring dan air saringan diminum. Pengobatan ini dilakukan 2 kali sehari.12). Obat Sakit telinga, caranya cuci daun muda sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring, lalu airnya diteteskan pada bagian telinga yang sakit. Lakukan pengobatan ini 3-4 kali sehari.13). Obat Kudis, caranya cucilah segenggam daun segar hingga bersih, kemudian bilas dengan air matang. Layukan daun-daun tadi di atas api, kemudian tumbuk dan tambahkan seperempat sendok teh kapur sirih. Lakukan penumbukan hingga ramuan jadi adonan, seperti bubur yang kental. Langkah terakhir, oleskanlah ramuan tersebut pada bagian tangan dan kaki yang kudisan.14). Untuk Obat Gatal, caranya cucilah daun biduri hingga bersih, kemudian oleskan minyak kelapa ke bagian permukaannya, layukan di atas api. Bahan ini dipakai untuk membalur kulit yang terasa gatal. (I Nyoman Kuspianto, SP. BP3K Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali)