Loading...

MANFAAT DAUN JAMBU BIJI (psidium guajava) UNTUK KESEHATAN

MANFAAT DAUN JAMBU BIJI (psidium guajava) UNTUK  KESEHATAN
Di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, tanaman jambu biji paling banyak sekali di jumpai baik di pekarangan rumah, di kebun maupun di lahan-lahan kosong. Tanaman jambu biji yang dijumpai dipekarangan kebanyakanya jambu biji yang berwarna merah dan jambu biji kristal yang sengaja di tanam di pot sebagai tanamn hias. sedangkan tanaman jambu biji yang tumbuh di ladang maupun di tanah kosong kebanyakan tumbuh liar dari biji yang berasal dari kotoran burung yang terbang liar. Namun demikian, khususnya masyarakat di Bali sudah cukup banyak mengetahui kasiat dari daun jambu biji ini seperti obat sakit perut seperti mencret atau BB-nya yang selalu encer. Dengan ramuan daun jambu biji ini dengan meminum secara teratur biasanya mampu membuat BB menjadi normal kembali. Selain itu, bagi masyarakat di Bali yang gemar membuat "Komoh (menu Tradisional Bali)" perasaan daun jambu biji selalu dipakai sebagai campuran dalam pembuat komoh yang berfungsi sebagai menghilangkan bau hamis dari daging dan sekali gus mencegah timbulnnya sakit perut bagi meraka yang tidak cocok meminum komoh ini. Walaupun demikian, karena khasiat daun jambu biji ini cukup banyak bagi kesehatan, untuk itu pada kesempatan ini kami akan memberikan imformasi khasiat lain dari jambu biji ini. Jambu biji memiliki banyak kandungan, yang terdapat dalam daun yaitu: Asam psidoklat, asam oleanolat, asam guajaverin, minyak lemak, minyak atsiri, vitamin dan tannin. Selain itu tanaman jambu biji juga kaya akan zat non gizi, seperti serat pangan, komponen karotenoid, dan polifenol. Berikut manfaat khasiat daun jambu biji:1). Obat diare, 2). Obat maag, 3). Obat sariawan, 4). Obat masuk angin, 5). Demam berdarah, 6). Penurun kadar kolesterol tinggi , 7). Sering buang air kecil, 8). Luka dan luka berdarah, 9). Sariawan dan sakit gigi dan 10). Perut kembung. Berikut beberap cara mengolah daun jambu biji untuk dijadikan herbal atau obat tradissional: 1). Obat demam berdarah, caranya siapkan 5 lembar daun jambu biji, lalu rebus dengan air sebanyak 2 gelas, saring dan minum dalam waktu 4 jam sekali hingga sembuh. 2). Menurunkan kadar kolesterol, caranya ambil 7 lembar daun jambu biji yang masih segar, tambahkan 2 genggam dau ceremai dan 10 lembar daun sirih, cuci bahan-bahan tersebut sampai bersih, lalu rebus dengan air sebanyak 3 gelas hingga tersisa separuhnya. Minum air rebusan tersebut 1/2 gelas dipagi hari, dan 1/2 gelas malam hari. 3). Diabetes, caranya dengan meminum seduhan daun jambu biji dapat menghambat enzim alpha-glukosidase. Pengendalian kadar gula darah penting untuk orang penderita diabetes atau prediabetes sehingga tidak menimbulkan komplikasi. 4). Diare dan disentri, caranya ambil pucuk daun jambu biji yang masih muda 2-3 lembar, kemudian cuci bersih, lalu makan langsung dan sedikt garam untuk menyamarkan rasa aslinya. Atau bisa juga dengan cara direbus terlebih dahulu. Bisa juga dengan cara dibut sebagai teh maka cukup diseduh saja dengan air panas. 5). Mencegah infeksi luka luar, caranya ambil 5 lembar daun jambu biji yang masih segar, lalu tumbuk hingga halus, kemudian lumatkan atau balurkan pada bagin kulit yang luka atau ifeksi. 6). Obat masuk angin, caranya sediakan 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 buah cabai merah, 3 buah asam, 1 potong gula merah, dan garam secukupnya. Rebus semua bahan tersebut bersama 1 liter air sampai mendidih. Setelah dingin saring dan diminum 2 kali sehari. 7). Obat maag , caranya siapkan 8 lembar daun jambu biji segar yang telah dicuci bersih, lalu rebus dengan 1 1/2 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin saring dan diminum tiga kali sehari. 8). Obat sariawan, caranya siapkan 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu bij, rebus bahan tersebut dengan 2 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin saring dan diminum sebanyak 2 kali sehari. 9). Obat diare, caranya siapkan 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit, dan batang dari tanaman jambu biji. Rebus semua bahan tersebut ke dalam 1,5 liter air hingga mendidih. Setelah dingin saring dan diminum 2 kali sehari. Selain itu bisa juga dengan mengunyah daun jambu biji yang masih muda dan tambahkan sedikit garam, lalu telan airnya dan buang ampasnya. (I Nyoman Kuspianto, SP. BP3K Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Proivinsi Bali).