Loading...

MANFAAT LADA

MANFAAT LADA
Selain sebagai salah satu rempah andalan untuk menyedapkan makanan, lada atau yang sering juga disebut sebagai merica adalah salah satu rempah yang juga bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat lada ini didapatkan dari beberapa kandungan yang ada di dalamnya, terutama piperine. Merica mengandung senyawa kimia yang dapat mencegah timbulnya berbagai jenis penyakit dan menjaga kesehatan. Rempah-rempah ini banyak digunakan sejak berabad-abad lalu sebagai agen anti-inflamasi, karminatif, dan anti-kembung. Merica mengandung berbagai minyak esensial seperti piperin, alkaloid amina, yang memberikan sensasi rasa pedas yang kuat. Lada juga mengandung banyak monoterpen hidrokarbon seperti sabinene, pinene, terpinene, limonene, myrcene, dll, yang memberikan properti aromatik. Zat piperin dalam lada meningkatkan penyerapan selenium, vitamin B kompleks, beta-karoten, serta nutrisi lain dari makanan. Merica mengandung mineral seperti kalium, kalsium, seng, mangan, besi, dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai co-faktor untuk enzim antioksidan, superoksida dismutase. Besi sangat penting untuk respirasi sel dan produksi sel darah. Lada merupakan sumber kelompok-B kompleks penting vitamin seperti Pyridoxine, riboflavin, thiamin dan niacin. Lada merupakan sumber vitamin anti-oksidan seperti vitamin-C dan vitamin-A. Rempah-rempah ini juga kaya akan polifenol flavonoid anti-oksidan seperti karoten, cryptoxanthin, zea-xanthin dan lycopene. Senyawa ini membantu tubuh untuk menangkal radikal bebas berbahaya dan membantu melindungi dari kanker dan penyakit lainnya. Tingginya kandungan gizi di dalamnya membuat manfaat lada sangat tinggi untuk kesehatan dan berbagai masalah tubuh. Berikut beberapa manfaat dari lada yaitu sebagai berikut : Menurunkan resiko kanker. Meskipun memiliki bentuk yang kecil, namun ternyata lada dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi kesehatan, diantaranya adalah untuk mengobati penyakit kanker. Sebuah study yang dilakukan oleh University of Michigan cancer Center menyatakan bahwa senyawa kimia dalam lada yaitu yang di kenal sebagai piperine dapat membantu mencegah resiko berkembangnya kanker atau tumor payudara. Hal ini sangat efektif jika pemakaiannya dikombinasikan dengan kunyit, baik itu dalam bentuk makanan maupun obat-obatan herbal. Membantu mempertahankan warna pada pakaian. Saat mengetahui warna pakaian mulai memudar, terutama itu merupakan pakaian favorit, tentu akan merasa kesal. Lada ternyata bisa membantu mengatasi hal tersebut. Menurut seorang penulis buku The Naturally Clean Home yang bernama Karyn Siegel-Maier, lada merupakan rempah-rempah yang dapat membantu mempertahankan warna-warna agar tetap cerah dan tidak memudar. Caranya adalah dengan cukup menaburkan +/- 1 sendok teh lada pada tahap awal mencuci dengan menggunakan mesin cuci bersamaan dengan detergen. Serbuk lada tersebut nantinya akan terbuang bersama air cucian, sehingga tak memerlukan pembersihan tambahan. Untuk menjaga kesehatan kulit. Lada dapat membantu dalam proses penyembuhan gangguan Vitiligo, yaitu penyakit kulit yang menyebabkan kulit kehilangan pigmentasi normal. Menurut para peneliti di London, kandungan piperine yang terdapat pada lada dapat merangsang produksi pigmen pada kulit. Pengobatan vitiligo dilakukan dengan cara mengkombinasikan kandungan piperine dengan terapi cahaya ultra violet. Hal ini akan jauh lebih baik daripada pengobatan dengan penggunaan bahan kimia lainnya. Kandungan piperine dalam lada juga dapat mengurangi kemungkinan kanker kulit akibat radiasi ultraviolet yang berlebihan. Scrub untuk kulit. Untuk mendapatkan kulit yang halus dan cerah, tak perlu susah dan mengeluarkan uang yang banyak untuk melakukan perawatan di salon. Cukup memanfaatkan lada sebagai bahan scrub pada kulit wajah. Menurut salah satu Manager di Education at bliss spa bernama Wendy Allred menyatakan bahwa, kandungan nutrisi yang terdapat dalam lada mampu merangsang sirkulasi darah sehingga dapat memberikan lebih banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kulit, selain itu ia juga dapat membantu sel-sel kulit mati pada jaringan tubuh terutama kulit. Membantu sistem pernafasan. Dalam beberapa pengobatan tradisional, lada dapat digunakan sebagai tambahan tonik yang ditujukan untuk pengobatan pilek dan batuk. Lada memberikan bantuan pada gangguan sinusitis dan hidung tersumbat. Hal ini dikarenakan lada memiliki kandungan ekspektoran yang membantu untuk memecah lendir dan dahak pada saluran pernapasan, sehingga dapat membantu untuk melonggarkan pernafasan. Menurut seorang profesor di Mt. Sinai School of Medicine di New York City dan penulis Panduan The Good Doctor untuk Pilek dan Flu bernama Neil Schachter, MD menyatakan bahwa lada merupakan dekongestan alami yang mengandung bahan-bahan kimia yang dapat mengiritasi selaput lendir, membuatnya lebih tipis, sehingga lendir menjadi lebih encer. Hal ini akan membantu untuk membersihkan hidung. Caranya yaitu hanya dengan menambahkan beberapa jumput bubuk lada pada semangkuk sup. Hal ini akan memmberikan bantuan untuk memudahkan penderita pilek atau flu untuk bernafas. Meningkatkan sistem pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Lada dapat membantu merangsang selera makan sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan sekresi asam klorida di perut. Hal ini berarti bahwa lada dapat membantu meningkatkan sistem pencernakan. Asam klorida diperlukan untuk mencerna protein dan komponen makanan lainnya di perut. Ketika produksi asam klorida dalam tubuh tidak mencukupi, makanan tidak dapat dicerna dengan baik, hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernakan seperti mulas, perut kembung, menimbulkan gas (kentut), iritasi pada usus, diare, maupun sembelit. Selain itu, lada juga di kenal sebagai agen karminatif, yaitu zat yang dapat membantu mencegah pembentukan gas pada usus. Hal ini juga memberikan efek yang menguntungkan dalam proses pembentukan asam klorida. Selain itu, lada juga memiliki sifat untuk mengeluarkan keringat dan sebagai diuretik yang dapat membantu kelancaran proses buang air kecil. Lada juga bertindak sebagai agen antioksidan yang mengesankan dan memberikan efek anti bakteri pada tubuh. Dengan lancarnya sistem pencernaan, memungkinkan tubuh untuk mendapatkan berbagai macam manfaat atau nutrisi yang terkandung dalam makanan yang di konsumsi. Sehingga dapat merangsang pemecahan sel-sel lemak, membuat tubuh menjadi langsing, serta melancarkan sistem pembakaran energi pada tubuh. Menurunkan berat badan. Makan makanan pedas merupakan salah satu cara untuk membantu menurunkan berat badan secara alami. Bagian lapisan luar dari lada dapat membantu proses pemecahan sel-sel lemak. Ketika sel-sel lemak terpecah, mereka akan dengan mudah diproses oleh tubuh untuk kemudian disalurkan kebagian-bagian tubuh yang lain. Hal ini akan membuat reaksi enzimatik tubuh menjadi lebih sehat. Sebagai agen anti bakteri. Sifat anti bakteri yang terdapat dalam lada dapat membantu untuk melawan infeksi dan gigitan serangga. Saat menambahkan bubuk lada pada makanan, hal itu akan memberikan efek menjaga arteri agar tetap bersih, yaitu dengan cara menghilangkan kelebihan kolesterol dalam tubuh, sehingga membantu mengurangi aterosklerosis, yaitu kondisi yang dapat meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Mencegah kerusakan gigi. Lada juga telah digunakan dalam terapi kedokteran gigi, yaitu sebagai antiseptik untuk mengobati gigi busuk dan gusi bengkak. Mencegah penuaan dini. Agen antioksidan yang terdapat pada lada dapat menetralisir senyawa berbahaya dalam tubuh serta melindungi sistem kekebalan tubuh dari berbagai kondisi, bahkan terjadinya penuaan dini yang ditandai dengan keriput, bintik-bintik penuaan, degenerasi makula, dan kehilangan memori. Penurunan kognitif dan neurologis Kesehatan. Senyawa piperine dalam lada merupakan salah satu komponen untuk mengurangi gangguan memori dan kerusakan kognitif. Yaitu dengan cara merangsang jalur kimia di otak. Beberapa penelitian menunjukkan adanya kemungkinan manfaat piperine bagi pasien Alzheimer dan orang-orang yang menderita dimensia dan kerusakan radikal terkait. Menurunkan resiko peptic ulcer. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa sifat anti-oksidan dan anti-inflamasi yang terdapat pada lada juga memiliki efek yang menguntungkan bagi penderita gangguan kerusakan mukosa lambung dan peptikum ulkus. Menurunkan depresi. Kandungan minyak esensial dalam Lada juga dipercaya mampu menurunkan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebih. Hal tersebut dikarenakan kandungan piperin yang merupakan bahan kimia utama dalam lada yang bertindak sebagai anti depresan yang kuat untuk membantu mengobati depresi dan dikenal untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Meredakan rematik. Rematik dapat disebabkan karena akumulasi zat beracun, kelebihan cadangan air, garam, dan asam urat yang menyebabkan terjadinya peradangan, kemerahan, nyeri, rasa sakit dan iritasi pada bagian sendi. Kandungan minyak esensial dalam lada memiliki kekuatan untuk melepaskan simpanan air yang berlebih, sisa-sisa racun, asam urat dan kelebihan kalsium lainnya melalui urine. Cara pengobatannya cukup sederhana, yaitu dengan cara mencampurkan 2 tetes minyak lada dengan 2 tetes minyak kemenyan dan 2 ml minyak kelapa. Gunakan ramuan tersebut dalam terapi pemijatan pada bagian yang terkena untuk membantu mengurangi pembengkakan, peradangan, kemerahan, nyeri, dan iritasi. Menurunkan demam. Kandungan minyak atsiri dalam lada merupakan agen antiseptik dan diuretik yang dapat digunakan sebagai obat penurun panas serta mengurangi demam dan menjaga suhu tubuh selalu normal. Caranya adalah dengan memijat telapak kaki menggunakan 2 tetes minyak lada yang telah dicampurkan dengan 1 tetes minyak Cardamom dan 2 ml minyak zaitun. Hal ini juga dapat membantu melancarkan urin dan keringat sehingga dapat mengeluarkan racun dalam tubuh dan memerangi pertumbuhan mikro-organisme penyebab demam. Cara lainnya adalah dengan menambahkan 1 tetes minyak lada pada kain basah dan menerapkannya sebagai kompres. Ini akan membuka pori-pori keringat dan mengurangi suhu tubuh secara perlahan. Efek samping. Mengkonsumsi makanan yang mengandung lada yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi gastrointestinal serta terjadinya perdarahan pada penderita maag. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami gangguan maag, ulcerative colitis, dan kondisi divertikulitis sebaiknya menghindari mengkonsumsi makanan yang mengandung lada. Lada juga dapat menyebabkan bersin. Seseorang yang baru saja menjalani operasi perut sebaiknya menghindari lada berlebihan dalam makanan, karena hal ini dapat memiliki efek iritasi pada usus. Selain itu lada juga dapat mengakibatkan alergi jika dikonsumsi secara berlebihan. Jika hal tersebut terjadi, maka sebaiknya segera menghubungi dokter. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBPSIP) Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan : https://manfaat.co.id/manfaat-lada https://www.alodokter.com/simak-manfaat-lada-yang-sayang-untuk-dilewatkan https://www.sehatq.com/artikel/manfaat-lada-atau-merica-yang-menghangatkan-tubuh