Loading...

MANFAAT TEKNOLOGI IRIGASI TETES DI LAHAN KERING

MANFAAT TEKNOLOGI IRIGASI TETES DI LAHAN KERING
Dalam sebuah kegiatan pertanian pilihan terhadap terhadap sebuah teknologi adalah sangat penting. Ketepatan menentukan teknologi dalam pertanian sangat dipengaruhi oleh faktor lokasi dan situasi lahan pertanian yang ada. Teknologi menentukan keberhasilan dalam produksi pertanian. Hal ini sesuai dengan pendapat Mosher (1998), bahwa untuk membangun pertanian dibutuhkan teknologi. Teknologi yang dimaksud adalah teknologi yang selalu berubah sesuai dengan situasi dan kondisi lahan. Teknologi tidak hanya dalam bentuk cara tetapi juga alat. Salah satu unsur teknologi yang penting dalam pertanian adalah pengairan yaitu upaya untuk menghindari kurangnya atau kelebihan air di suatu daerah dengan pembuatan irigasi. Menurut PP No.20 Tahun 2006 Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian. Di era modern ini sudah berkembang berbagai macam jenis metode irigasi untuk lahan pertanian. Ada empat jenis irigasi yang banyak ditemui saat ini yaitu: Irigasi permukaan (Surface Irrigation) Irigasi Bawah Permukaan (Sub Surface Irrigation) Irigasi Pancaran (Sprinkle Irrigation) Irigasi Tetes (Drip Irrigation) Lahan kering dengan pengembangan komoditi hortikultura sayuran dan buah, dimana dalam budidaya pertanian, sangat cocok menerapkan Teknologi Irigasi Tetes (Drip Irrigation). Menurut hemat penulis, pilihan terhadap teknologi irigasi tetes adalah sangat tepat karena sesuai dengan kondisi lahan kering yang sangat susah air pada saat-saat tertentu terutama pada musim kemarau dan akan kelebihan air pada saat musim hujan. Dengan demikian dibutuhkan pengaturan dan pengelolaan air yang tepat bagi pertumbuhan tanaman. Air sangat penting dalam pertanian, sehingga pengaturan dan pengelolaan air yang tepat akan mempengaruhi pertubuhan dan produksi tanaman. Air merupakan sumber utama bidang pertanian guna menunjang berlangsungnya kegiatan pertanian. Fungsi air sendiri dalam bidang pertanian secara umum adalah sebagai sumber pengairan bagi tanaman, karena tanpa adanya pengairan yang baik maka hasil dari tanaman yang dikelola tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Irigasi Tetes (Drip Irrigation) adalah sistem irigasi dengan menggunakan pipa atau selang berlubang dengan menggunakan tekanan tertentu yang nantinya air akan keluar dalam bentuk tetesan langsung pada zona perkaran tanaman. Pengunaan irigasi tetes mempunyai beberapa keuntungan yang dapat membantu meningkatkan pendapatan petani baik dari segi investasi maupun dari segi budidaya tanaman khususnya tanaman hortikultura sayuran maupun buah-buahan. Menurut hemat penulis, penggunaan irigasi tetes (Drip Irrigation) dalam mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut : Untuk mengatur pembasahan tanah, Penggunaan irigasi tetes dapat mengatur pembasahan tanah secara tepat dan perlahan-lahan. Hal ini dimaksudkan agar daerah pertanian dapat diairi sepanjang waktu pada saat dibutuhkan, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan. Dapat dipakai untuk saluran pemupukan tanaman Penggunaan irigasi tetes dapat mengalirkan air yang mengandung zat – zat hara penyubur tanaman pada daerah pertanian tersebut, sehingga tanah menjadi subur. Dengan demikian dapat menunjang pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi tanaman. Selain itu kalau penggunaan tidak saja mengalirkan air tetapi dicampur dengan pupuk maka dua kegiatan akan berjalan sekaligus yaitu pengairan dan pemupukan. Hemat air Penggunaan irigasi tetes membuat kita lebih berhemat air karena penggelontoran air dilakukan secara perlahan-lahan. Air akan diserap oleh tanaman secara tepat dan bisa diatur oleh petani dalam budidaya pertanian. Pembasahan tanah pada daerah yang curah hujannya kurang atau tidak menentu terutama pada lahan kering dengan curah hujan yang sangat terbatas. Dengan demikian, penggunaan irigasi tetes akan membantu penerapan pertanian hemat air. Hemat Tenaga Penggunaan irigasi tetes juga dapat menghemat tenaga kerja karena dapat dikerjakan oleh beberapa satu orang dengan luas lahan yang cukup luas. Dengan demikan akan menghemat biaya tenaga kerja terutama untuk penyiraman tanaman, sehingga akan menekan biaya produksi dalam pertanian. Hemat Waktu Pengunaan irigasi tetes juga dapat menghemat waktu kerja karena kalau dilakukan penyiraman secara manual maka akan memakan waktu yang cukup lama, apalagi bila petani mempunyai lahan yang cukup luas. Petani akan mempunyai waktu luang yang cukup banyak untuk mengerjakan perkejaan lain selain pekerjaan menyiram tanaman. 6.Hemat Biaya dan Mudah Dikerjakan. Pengunaan irigasi tetes dapat mengehamat biaya penyiraman terutama biaya tenaga kerja, yang biasanya secara manual dilakukan oleh beberapa orang tetapi dengan irigasi tetes bisa dilakukan oleh satu orang sehingga bisa menghemat biaya penyiraman dan biaya air karena penggunaan air yang teratur dan tepat. Penerapan Irigasi tetes dalam juga mudah dikerjakan karena bisa dilakukan oleh perempuan maupuan anak-anak sehingga sangat ramah anak dan gender.