Loading...

Manfaat Ubi Jalar Untuk Kesehatan

Manfaat Ubi Jalar  Untuk Kesehatan
Manfaat Ubi Jalar Untuk KesehatanUbi Jalar merupakan sumber vitamin, mineral dan serat. Komponen gizi utama yang terkandung didalamnya adalah karbohidrat sangat potensi sebagai sumber energy. Daun Ubi Jalar juga potensial sebagai sumber protein, serat dan polifenol yang bermanfaat bagi kesehatan. Ubi Jalar mengandung senyawa karotenoid, yaitu pigmen yang menentukan warna daging umbi, kuning, orange, dan jingga. Komponen utama karotenoid pada ubi jalar adalah betakaroten (86-100%), provitamin A yang dapat betubah menjadi vitamin A dalam mukosa usus manusia. Meskipun memiliki gizi proporsional, pemanfaatan ubi jalar masih terbatas dalam bentuk makanan tradisional dan belum optimal digunakan untuk beragam produk olahan pangan. Konsumsi dan permintaan terhadap ubi jalar cenderung menurun akibat terjadinya pola konsumsi masyarakat ke sumber pangan berbasis sereal (beras dan terigu) dan kurangnya pemahaman mengenai nilai gizi dan teknologi dan pemanfaatan ubi jalar . oleh karena itu perlu upaya peningkatan konsumsi ubi jalar dengan perbaikan kualitas produk olahannya dan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap sereal perlu dikurangi secara bertahap dengan meningkatkan mengkonsumsi bahan pangan lokal salah satunya ubi jalar. Peningkatan konsumsi ubi jalar juga dapat diupayakan melalui promosi ubi jalar sebagai pangan fungsional seiring dngan meningkatnya kesadaran dan tuntutan masyarakat terhadap pangan sehat. Senyawa beta karoten pad daging ubi jalar berwarna kuning/orange dan antosianin pada daging berwarna ungu yang bermanfaat bagi kesehatan. Antosianin berperan penting dalam mereplikasi dan memperbaiki DNA, mengoptimalkan fungsi sel-sel organ tubuh sehingga menghambat proses penuaan. Beta karoten memeiliki 100% aktivitas provitamin A dan antosianin dapat berfungsi sebagai antioksidan, sehingga berperan penting dalam mencegah penuaan dan penyakit degeneratif seperti aterosklerosis dan kanker. Senyawa fenol pada ubijalar juga dapat berfungsi sebagai antioksidan, serat pangan berfungsi sebagai probiotik organ pencernaan. Sebagai sumber pro vitamin A, betakaroten pada ubijalar juga dapat member perlindungan/pencegahan terhadap kanker, penuaan jaringan dan penurunan kekebalan tubuh, penyakit jantung, stroke, katarak, sengatan cahaya matahari, dan gangguan otot. Dengan berbagai macam manfaat ubijalar tersebut tidak perlu diragukan lagi bahwa ubijalar mempunyai keunggulan berdasarkan aspek kesehatan. Baik sebagai sumber energi maupun vitamin dan mineral. Potensi ubi jalar sebagai sumber energi dalam bentuk segar maupun setelah diolah tidak kalah dengan beberapa bahan pangan sumber energi lainnya seperti ubikayu, garut, talas, kentang, beras dan terigu. Dengan mengkonsumsi 100 gram ubijalar segar akan memenuhi 7-10% kebutuhan energy anak-anak usia 1-5 tahun dan 3-8% orang dewasa. Daun Ubijalar mengandung protein sekitar 3% basis basah. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan kadar protein kubis, wortel,selada, dan tomat. Kualitas protein daun ubijalar tergolong cukup baik dengan kandungan lisin lebih tinggi daripada beberapa serelia dan kandungan asam amino sulfur lebih tinggi daripada kacang-kacangan. Mengkonsumsi 85 g daun ubi jalar pertakaran saji dalam sehari dapat memenuhi masing-masing 9% dan 10% bahkan lebih kebutuhan protein orang dewasa dan anak-anak. Ubijalar maupun daun ubijalar merupakan vitamin yang baik, terutama provitamin A dan vitamin C serta cukup memadai untuk vitamin B1 B2,, niasin,asam folat dan vitamin E. Kandungan betakaroten yang tinggi pada ubijalar yang warna dagingnya kuning/orange maupun daunnya member kontribusi yang besar terhadap kesehatan karena dapat berfungsi sebagai provitamin A. Sumber mineral penting pada ubijalar yang kandungannya lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa pangan sumber karbohidrat lainnya. Mengkonsumsi 100 g ubi rebus dapat memenuhi 5-10% kebutuhan harian Fe anak-anak, namun untuk wanita usia produktif yang memerlukan Fe lebih tinggi karena menstruasi, hamil dan menyusui sehingga harus mengkonsumsi ubi segar sekitar 200g/hari. Selain sebagai sumber energi, protein, vitamin dan mineral, komponen yang dikandung ubijalar juga memeliki fungsi fisiologis yang bermanfaat bagi kesehatan, karena itu ubijalar disebut sebagai bahan pangan fungsional. Pangan fungsional adalah makanan yang menguntungkan bagi kesehatan, selain fungsinya sebagai zat gizi dasar. Fungsi tersebut diantaranya adalah kemampuan untuk merendam zat berbahaya, regulator fungsi badan dan kondisi fisik, mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan dan mempercepat pemulihan. Pada ubijalar, aspek fungsional tersebut berkaitan dengan kadar betakaroten dan antosianin, pigmen yang masing-masing member warna kuning orange dan ungu pada daging ubi jalar dn serat pangan. Serat pangan merupakan polisakarida yang tidak dapat dicerna/dihidrolisis oleh enzim pencernaan manusia dan sampai kedalam usus besar (kolon) dalam keadaan utuh.Ditinjau dari nilai gizinya, ubijalar telah memenuhi fungsi utama bahan pangan sebagai sumber energy, protein, vitamin dan mineral, kecuali lemak. Ubijalar juga dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan yang dapat diterima konsumen karena citarasa dan penampilannya baik serta menarik. Disamping nilai gizi dan ragam produk olahannya, keunggulan ubijalar sebagai pangan fungsional akan meningkatkan citra ubijalar yang selama ini dianggap sebagai pangan inferior sekaligus menaikan daya saing produknya di pasar. Selain penampilan dan citarasa, kemasan yang menarik juga merupakan factor penting dalam pengembangan produk olahan ubijalar. Konsumsi ubijalar orange sebagai sumber provitamin A yang tidak kalah dengan wortel khususnya untuk anak-anak balita sangat bermanfaat dalam menanggulangi defisiensi vitamin A. Ubijalar juga dapat menangkal radikal bebas didalam tubuh dan ubijalar terutama seratnya juga baik pencernaan dan indeks glikemik karbohidratnya yang relative rendah dibandingkan dengan beras atau makanan berbahan terigu merupakan menu diet yang sesuai untuk penderita diabetes dan obesitas. Penyusun : Sundari (BBP2TP) Sumber: Inovasi Teknologi dan Prospek Pengembangan Ubijalar. Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 2011