Loading...

MANFAATKAN ALSINTAN DALAM MENGGELOLA PASCA PANEN PERTANIAN

MANFAATKAN ALSINTAN DALAM MENGGELOLA PASCA PANEN PERTANIAN
[JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan),Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong pengembangan industri alsintan dalam negeri tidak boleh biasa-biasa saja, tapi harus serius dengan kerja keras. Karena itu, salah satu upaya nyata yang segera dilakukan adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) alsintan buatan dalam negeri tidak boleh terus berada di posisi 42 persen, tapi harus di atas 50%. SYL menambahkan bahwa mekanisasi pertanian telah terbukti menjadikan sektor pertanian tangguh pada kondisi pandemi Covid-19. Dua tahun pandemi, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menopang ketersediaan pangan sekaligus kesejahteraan petani sehingga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga di masa pandemi Covid-19 hanya sektor pertanian yang pertumbuhan PDB nya paling besar dan positif, yakni 16,4%. "Percepatan ketersedian pangan ini karena dukungan alsintan. Patut kita berikan apresiasi yang besar terhadap produk-produk lokal ini yabg turut berkontribusi dalam pembangunan pertanian," tegasnya. Senada dengan hal tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa di era industri 4.0 para petani milenial diajak mengembangkan teknologi Bio Science yang berkembang pesat. Artinya, produktivitas harus digenjot guna memenuhi permintaan kebutuhan pasar. Maka dari itu, Bio Science dan Bio Technology harus kita galakkan terkhusus para petani milenial. memaksimalkan penggunaan alsintan dan mentransformasi alat alat kuno ke alat alat yang lebih modern bisa membantu menggenjot produktivitas pertanian indonesia, menghemat tenaga, waktu dan lebih efisien dalam pemanfaatan lahan,” jelas Dedi Nursyamsi. Dedi berharap dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, seperti IoT, Kementan harap para petani milenial mampu beradaptasi dan melakukan pengembangan yang berkaitan dengan dunia pertanian, untuk meningkatkan kualitas produk pertanian. Sementara itu agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 44 bertemakan peningkatan kompentensi petani dalam pemanfaatan sarana pasca panen pertanian diadakan selasa (25/10/2022) di AOR BPPSDMP, Kementan Jakarta dengan narasumber M. Dahyar Adi Guna,yang merupakan Penyuluh Pertanian BPP BP Bangsa Raja, Kabupaten OKU Timur, Sumsel. Pada paparan materinya beliau menjelaskan saat ini teknologi Petanian semakin maju dan tidak mungkin untuk ditolak, saat ini masa transisi menuju ke pertanian modern. Petani kita harus lebih maju dan modern, sedangkan Penyuluh Pertanian adalah ujung tombak kemajuan Petani Indonesia”. jelas M. Dahyar Adi Guna. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa permasalahan yang ada dalam menerapkan alat mesin pertanian diantaranya petani masih enggan berganti teknologi dan merasa bahwa belum memerlukan teknologi yang baru, petani belum memahami dengan benar cara kerja alat (Alsintan), penyuluh Pertanian belum maksimal dalam memahami cara kerja Alat Mesin Pertanian dan juga harga Alat mesin Pertanian yang Mahal. Adapun beberapa solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada diantaranya dengan memaksimalkan fungsi kelembagaan UPJA, bekerja sama dengan pihak-pihak produsen Alsintan untuk mengadakan pelatihan, memaksimalkan pendampingan kepada petani minimal dalam pengelolaan Alsintan serta TAXI Alsintan dengan akses KUR Alsintan Dukungan pemerintah dilakukan dengan bantuan puluhan bahkan ratusan unit alat mesin pertanian pasca panen padi yang di serahkan oleh Kementerian Pertanian kepada para petani padi”. pungkas M. Dahyar Adi Guna. hvy