Oleh : I Ketut Suta, SP. Sesungguhnya inti dari kegiatan editing materi penyuluhan untuk publikasi media massa ini adalah menulis. Menulis terkadang membuat pikiran kita berat dan senantiasa bingung dan bertanya-tanya apa yang akan ditulis. Bahkan banyak orang yang membutuhkan mood yang bagus untuk bisa menulis. Sebagian mungkin sudah meninggalkan dunianya ketika mendengar kata menulis atau membuat suatu laporan, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan dunia menulis. Sebagian lagi tetap berusaha menulis karena hal ini sudah menjadi tuntutan atau beban tugas yang harus segera dikerjakan. Apalagi jika menulis merupakan satu-satunya cara untuk mencari sesuap nasi, maka berbagai cara mungkin akan mereka lakukan untuk membuat sebuah hasil karya tulis. Namun tidak demikian dengan sebagian orang yang justru menikmati dunianya ketika berkecimpung dalam kegiatan menulis.Apapun bisa terjadi dalam dunia tulis menulis. Sadarkah anda jika tulisan itu bisa merubah dunia. Sadarkah anda jika sejarah tidak akan bermakna jika tidak tertuang dalam sebuah tulisan. Proses pendidikan akan terganggu saat disajikan tanpa ada satupun tulisan. Bahkan peperangan dan perdamaian pun dapat dipengaruhi oleh sebuah tulisan. Begitu hebatnya kegiatan menulis itu sehingga orang bijak menganggap tulisan itu dapat merubah dunia. Jadi marilah kita belajar untuk menuliskan sesuatu dari hal yang paling sederhana. Lepaskan sejenak beban yang ada dalam pikiran hapus segala keraguan yang menghambat anda untuk mulai menulis. Karena jika tulisan itu tidak ada maka mustahil kita belajar untuk melakukan editing suatu materi penyuluhan, apalagi untuk kebutuhan publikasi di media massa.Berikut ini kita akan mencoba menelaah sedikit tentang publikasi khusus di media cetak hingga para peserta mampu untuk memahami serta mempublikasikan setidaknya satu macam media. A. Menulis Pada Media CetakMedia cetak terdiri dari koran, tabloid, majalah, buku, jurnal, news leter dan buletin. Saat ini mari kita belajar menulis untuk di media koran dan tabloid.Menulis pada tabloid dan koran pun terbagi menjadi beberapa segmen antara lain berita, informasi, dan pandangan umum.Menulis pada koran maupun tabloid bertujuan untuk menginformasikan sesuatu yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas. Khusus tabloid informasi bisa berupa hal yang bersifat umum (identik dengan koran hanya ukurannya sebesar tabloid) seperti NOVA maupun khusus seperti Sinar Tani, KOKI, SEDAP, PC Media, Gadget dan lain-lain. 1. Penyusunan Informasi Terdiri dari beberapa tahapan antara lain : a. News Planing atau perencanaan berita, yakni merencanakan tentang informasi yang akan disajikan. Acuannya adalah visi, misi, dan nilai berita. Dalam hal ini ditentukan jenis dan tema-tema tulisan/berita yang akan dibuat dan dimuat. Contoh Tema dan topik Pertanian :• Tema : Budidaya Pertanian• Sub Tema : Budidaya Tanaman Jeruk yang Sehat• Topik : Perawatan Pada Tanaman Jeruk Untuk Peningkatan Hasil Panen• Sub Topik : Pemangkasan Produksi Pada Tanaman Jeruk b. News Hunting atau pengumpulan berita, yaitu suatu kegiatan pengumpulan bahan berita, berupa fakta dan data, melalui peliputan, penelusuran referensi atau pengumpulan data melalui literatur dan wawancara.Prinsip pengumpulan data ini mengunakan unsur berita 5 W dan 1 H, yaitu :Who ? = Siapa ?What ? = Apa ?When ? = Kapan ?Where ? = Dimana ?Why ? = Mengapa ?How ? = Bagaimana ? c. News Writing atau penulisan naskah, setelah data terkumpul dilakukan penulisan naskah. d. News Editing atau penyuntingan naskah, naskah yang sudah ditulis harus disunting dari segi redaksional (bahasa) dan isi (substansi). Dalam tahap ini dilakukan perbaikan kalimat, kata, sistematika penulisan dan substansi naskah, termasuk pembuatan judul yang menarik dan layak jual serta penyesuaian naskah dengan space (ruang) atau kolom yang tersedia. 2. Jenis-Jenis Berita a. Strigt News atau Berita Langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Ditulis dengan gaya memaparkan peristiwa tanpa ditambahkan dengan penjelasan apalagi interprestasi. Sebagian besar halaman depan surat kabar atau yang menjadi berita utama (headlain) merupakan berita jenis ini. b. Depth News atau Berita Mendalam, merupakan jenis berita yang merupakan pengembangan dari berita yang sudah muncul, dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan. c. Investigasi News merupakan berita yang dikembangkan dengan pendapatan atau penilaian wartawan berdasarkan fakta yang ditemukan. d. Berita Opini, berita mengenai pendapatan, gagasan atau pernyataan seseorang, biasanya pendapatan para cendekiawan, sarjana ahli atau pejabat, mengenai suatu hal, peristiwa dan sebagainya. Penulisannya dimulai dengan (statemen lead) atau teras kutipan (Quotation Lead), yakni mengedepankan ucapan yang isinya dianggap paling penting atau menarik. Sebagai penanda bahwa itu berita opini, biasanya pada judul dicantumkan nama narasumber , diikuti titik dua, lalu kutipan pernyataan atau kesimpulan pernyataan yang paling menarik. 3. Nilai-Nilai Beritaa. Penting, suatu peristiwa diliput jika dianggap punya arti penting bagi mayoritas khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa.b. Objektif, Berdasarkan fakta dan tidak memihak.c. Aktual, terbaru, belum “basi”.d. Luar biasa/menarik/unik, besar, aneh, janggal, tidak umum.e. Asas Kedekatan (proximity), familiaritas, kedekatan (geografis, kultural, psikologis). 4. Tiga Teknik Pengumpulan Berita a. Reportase, kegiatan jurnalistik berupa meliput langsung ke lapangan. Penulis mendatangi langsung tempat kejadian/peristiwa, lalu mengumpulkan fakta dan data seputar peristiwa tersebut. b. Wawancara, semua jenis peliputan berita memerlukan proses wawancara (interview) dengan narasumber (interviewee). Wawancara bertujuan menggali informasi, komentar, opini, fakta atau data tentang suatu masalah atau peristiwa dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. c. Riset Kepustakaan, adalah teknik peliputan atau pengumpulan data dengan mencari kliping koran, makalah-makalah, atau artikel koran, membaca buku, atau search (mencari) di internet. B. Anatomi Berita dan Unsur-Unsur 1. Judul Berita (Head)a. Berfungsi mengiklankan beritab. Ditulis dengan kalimat singkat, jaelas dan mencerminkan isi beritac. Judul ditulis dengan huruf besar pada awal katad. Berbentuk kalimat aktif dengan kata kerja tanpa awalan contoh : Pemerintah Bagikan Sembako Untuk Fakir Miskin.e. Judul bisa juga berbentuk pasif. Contoh : Sembako Dibagikan Pemerintah Untuk Fakir Miskin. f. Judul mengandung opini dan pernyataan yang mengandung penilaian harus menyebut sumber.g. Judul Kutipan dimulai dengan nama jabatan sumber yang membuat pernyataan, kecuali tokoh yang sudah dikenal.h. Hindari judul yang mengandung makna ambigu (memiliki makna ganda). 2. Teras Berita (Lead)a. Teras berita adalah aliniea pertama yang mengemukakan bagian terpenting dan paling menarik dari suatu berita dan teras berita mencerminkan judul.b. Teras berita ditulis secara singkat dan padat.c. Teras berita tidak harus memenuhi unsur 5 W + 1 H sekaligus, tapi paling sedikit memuat 2 unsur.d. Teras berita sebaiknya merupakan kalimat aktif, dan kalimat pasif dapat digunakan apabila lebih menarik 3. Tubuh Berita (Body) a. Fungsi utama tubuh berita ialah mendukung dan melengkapi hal yang dikemukakan dalam teras berita sehingga berita memnuhi unsur 5 W + 1 H. b. Tubuh berita harus berisi uraian lebih rinci dari yang tertulis didalam teras berita, misalnya penjelasan substansi, penambahan data pendukung dan rincian jat diri nara sumber. c. Alinea kedua boleh berupa kutipan langsung atau tidak langsung yang diikuti unsur-unsur berita dan berisi informasi baru serta tidak mengulang substansi di lead. d. Tubuh berita sebaiknya memuat latar belakang dan pernyataan terkait topik yang diberitakan. e. Tubuh berita disusun dengan alur cerita dari satu alinea ke alinea berikutnya secara berkesinambungan. Adapun 5 pegangan pokok dalam menulis tubuh berita antara lain sebagai berikut : - Laporan Berita Harus Bersifat Menyeluruh.- Ketertiban dan keteraturan mengikuti gaya menulis berita.- Tepat di dalam penggunaan bahasa dan tatabahasa.- Ekonomis kata harus diterapkan.- Gaya penulisan harus hidup, punya makna, warna, dan imajinasi. Demikian kiranya langkah-langkah untuk membuat suatu materi publikasi media massa terkait perkembangan informasi pembangunan pertanian di wilayah penyuluh pertanian. Semoga bermanfaat.