Desa Wowa Tamboli, Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka merupakan salah satu Desa penghasil buah kelapa. Kebanyakan dari petani memanfaatkan buah kelapa dalam pembuatan kopra, namun ada pula yang langsung menjual buah kelapa kepada pengumpul. Melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka, Gapoktan “Pasir Putih” Desa Wowa tamboli diberikan bantuan berupa satu set alat pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan tujuan agar petani dapat mengolah hasil kebun kelapa menjadi sesuatu yang lebih bernilai jual tinggi, tidak hanya memberikan bantuan, anggota Gapoktan bersama Kelompok Wanita Tani desa Wowa tamboli juga dilatih bagaimana cara membuat minyak VCO. VCO ini diekstrak dari kelapa yang masih segar tanpa menggunakan tambahan bahan kimia dan tanpa suhu tinggi. Hal ini bertujuan agar kandungan alaminya, seperti senyawa phenolic, tidak rusak. Oleh karena itu, minyak kelapa murni berpotensi sebagai antioksidan (7/12/2019). Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan. Kelapa salah satu buah penghasil minyak nabati yang memiliki keunggulan tersendiri. Terdapat dua jenis minyak yang dihasilkan oleh kelapa, yaitu minyak kelapa biasa (coconut cooking oil) dan Virgin Coconut Oil (VCO). Perbedaan minyak kelapa biasa dengan VCO terlihat dari proses pengekstraksian. Minyak kelapa yang biasa digunakan untuk memasak ini dihasilkan dari bagian daging kelapa yang kemudian dikeringkan atau disebut dengan kopra. Proses selanjutnya adalah digiling atau komprasi dingin dengan penambahan bahan kimia, seperti bahan pelembap sebanyak 6%. Sedangkan VCO, ekstraksi dihasilkan murni dari santan kelapa yang masih segar. Untuk menghasilkan VCO sendiri terdapat beberapa tahapan, yaitu fermentasi, churning atau proses pemisahan secara sentrifugal antara santan dan lapisan minyak, pendinginan dan pemberian aksi enzim untuk memisahkan antara minyak dengan air atau santan yang lembab. Secara umum, antara minyak kelapa biasa dengan VCO memang tidak bisa dibedakan secara kasat mata. Namun, perbedaan dapat terlihat dari partikel, koloid maupun tingkat kelembapan antara minyak kelapa biasa dengan VCO. Jika dilihat secara cermat dan jeli, asam lemak biasa mengendap di dalam minyak kelapa biasa. Sedangkan VCO tidak ada endapan di dalam minyak tersebut dan terlihat sangat jernih seperti air. Dari segi aroma, VCO lebih beraroma segar dan terasa seperti menghirup air kelapa segar murni. Maka dari itu, VCO selain dapat dikonsumsi juga bisa untuk perawatan kulit dan wajah. Selain itu, senyawa dalam minyak kelapa seperti asam laurat, kaprilat dan kaprat dapat menjadi penunjang pertumbuhan probiotik di dalam saluran pencernaan dan berfungsi melawan bakteri jahat. Manfaat VCO bagi tubuh : Meningkatkan sistem kekebalan tubuh Meningkatkan sistem kerja kardiovaskuler Meringankan gejala Hypothyroidism (pembesaran kelenjar tyroid) Membunuh bakteri dan virus penyebab infeksi Menurunkan berat badan Membantu dalam penyembuhan luka Meningkatkan kinerja sistem pencernaan Meningkatkan stamina Menyehatkan rambut Menangkal efek samping radikal bebas Mengurangi rasa gatal akibat gigitan serangga Melembabkan kulit Sumber : Wikipedia Hellosehat com Penulis : Popalayah (BPP Samaturu)