Loading...

MELIRIK PELUANG BUDIDAYA MADU KELULUT DI DESA TEMPAPAN HULU

MELIRIK PELUANG BUDIDAYA MADU KELULUT  DI DESA TEMPAPAN HULU
Kita ketahui bersama bahwa khasiat madu kelulut bukan hanya untuk mencegah dan mengatasi penyakit pada tubuh, tetapi lebih dari itu. Madu kelulut juga banyak dimanfaatkan untuk kecantikan kulit, wajah, memperkuat daya tahan tubuh, menjaga kesehatan rahim dan janin pada ibu hamil juga untuk meningkatkan tenaga batin lelaki yang kebiasaaannya diambil bercampur dengan telur. Untuk tenaga bathin kaum lelaki, madu ini membantu meningkatkan prestasi di atas ranjang agar performance lelaki berada di puncak ketika bersetubuh dengan pasangan dan itulah alasan para lelaki biasanya mengambil madu ini. Mengingat khasiat madu kelulut yang begitu besar, maka tidak heran orang-orang berlomba-lomba untuk mengkonsumsi madu kelulut, berupaya untuk mengembangkan serta berlomba-lomba untuk mendapatkan sarang atau rumah lebah kelulut untuk diperbanyak lagi. Madu kelulut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, karena aman dalam membudidayakannya meski dekat dengan pemukiman. Asalkan tersedia sumber makanan bagi madu kelulut. Seperti halnya lebah madu, kelulut juga menyukai bunga bunga sebagai makanannya yang nantinya akan menjadi madu di rumah mereka. Biasanya madu yang dihasilkan oleh kelulut ini banyak pada musim bunga tanaman buah seperti tanaman mangga, kelengkeng, kopi dan tanaman-tanaman lainnya.Desa Tempapan Hulu Kecamatan Galing merupakan salah satu desa yang berada di bagian Hulu Kecamatan Galing yang berbatasan dengan Kecamatan Paloh dan Kecamatan Sajingan. Dimana kedua kecamatan tersebut memiliki akses langsung ke negaratetangga yaitu negara Malaysia. Selain letak geografis yang berdekatan langsung dengan negara tetangga, Desa Tempapan Hulu masih mengembangkan tanaman kopi walaupun masih dibudidayakan secara tradisional.Tanaman kopi ini awalnya mereka kembangkan sebagai tanaman sela atau tanaman tumpangsari dari tanaman utama yaitu tanaman karet bagi petani di Desa Tempapan Hulu. Tanaman kopi ini mereka kembangkan mengingat kecenderungan masyarakat yang suka meminum kopi. Selain itu, faktor jarak ke pasar yang sangat jauh untuk belanja menjadikan masyarakat disini masih mengembangkan tanaman kopi ini.Sebelum maraknya madu dari madu kelulut, banyak perkebunan-perkebunan kopi yang di tebang mengingat hasil pendapatan dari kopi yang tidak maksimal. Mereka mengganti tanaman kopi dengan tanaman karet, sawit dan lada. Begitu maraknya madu kelulut, mereka baru menyadari bahwa ada peluang, ada potensi, ada emas yang muncul dari hasil samping tanaman kopi tersebut. Bagaimana tidak, begitu tanaman kopi berbunga mereka baru menyadari bahwa bunga bunga dari tanamn kopi tersebut bisa menghasilkan madu dari tangan tangan kelulut madu. Satu diantaranya adalah bapak Alimun, pria yang berusia 50 tahun ini sudah satu tahun terkahir beternak madu kelulut. Baginya beternak kelulut tidaklah sulit, hanya menyediakan log dari kayu hutan atau log dari kayu karet yang sudah tua yang menjadi sarang madu kelulut. Kemudian dibuatkan taping-taping sebagai tempat untuk kelulut mengembangbiakan koloninya. Taping ini ditutup dengan plastik kemudian ditutup dengan atap supaya air tidak merembes ke koloni kelulut madu. Kemudahan lainnya adalah peternak tidak harus menyiapkan pakan setiap hari. Cukup disiapkan sumber pakan, maka kelulut akan mencari makanannya sendiri. Salah satu sumber makanan kelulut di Desa Tempapan Hulu adalah bunga dari tanaman-tanaman kopi yang ada disekitar pekarangan rumah bapak Alimun dan tanaman kopi yang ada di sekitar rumah masyarakat. Tanaman seperti tanaman kopi ini menjadi syarat penting bagi kelulut. Log milik Pak Alimun tidak terlalu banyak, hanya sekitar belasan saja. Ia menyiapkan tempat khusus untuk menyimpan log-log itu di sekitar perkebunan kopi miliknya. Log yang berada di sekitar perkebunan kopi membuat kelulut sangat mudah mendapatkan makanan serta memberikan suhu yang dingin bagi ternak kelulut. Jika makanan mudah didapat, maka kelulut akan lebih rajin untuk menghasilkan madu.Biasanya bapak Alimun memanen madu kelulut dengan rentang waktu satu bulan karena madu yang dihasilkan dalam waktu tersebut sudah lebih baik. Cara memanen pun tidak terlalu sulit cukup menyedot madu dari satu persatu koloni. Untuk satu log, waktu panennya memakan waktu hingga 15 menit. Hasil yang didapat beragam, terkadang tidak sampai satu liter, kadang sampai bahkan ada yang lebih. Jika musim kopi berbunga biasanya madu yang dihasilkan mampu 6 liter per koloni. Harga perliternya berkisar antara Rp. 250.000 – Rp. 350.000, harga ini hampir sama dengan harga madu biasanya. Sejauh ini bapak Alimun memasarkan dengan orang-orang sekitar tempat tinggalnya. Terkecuali ada yang datang dari luar langsung ke peternakan untuk membeli madu kelulut. Mengingat potensi perkebuna kopi yang masih tersedia, berarti sumber pakan bagi kelulut juga tersedia. Peluang untuk mengembangkan kelulut madu sangat terbuka lebar karena harga yang begitu menggiurkan, karena khasiat yang luar biasa dari madu dan mudahnya membudidayakan kelulut sehingga menjadi tambahan pendapatan bagi petani khususnya petani di Desa Tempapan Hulu Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Admin BPP Galing Jaka Subhan, S.ST