Loading...

Memanfaatkan Jerami Padi untuk Pakan Sapi

Memanfaatkan Jerami Padi untuk Pakan Sapi
Jerami padi merupakan limbah pertanian yang tersedia dalam jumlah cukup banyak terutama di saat musim panen raya padi di Kecamatan Negerikaton. Jerami padi digunakan sebagai pakan ternak tetapi memiliki palatabilitas yang rendah, kandungan serat kasarnya tinggi dan kandungan protein serta kecernaannya rendah. Untuk itu, jerami padi perlu ditingkatkan nilai nutrisinya dengan melakukan pengolahan baik secara fisik, kimia maupun biologis supaya dapat digunakan secara luas dan sebagai cadangan bahan pakan saat musim kemarau melalui fermentasi. Pada dasarnya ternak ruminansia mampu mensintesa protein dari bahan makanan yang berkualitas rendah sekalipun karena dalam rumennya terdapat mikroorganisme yang menghasilkan enzim proteolitik, cellulase, dan hemicellulase. Pada prinsipnya pengolahan jerami padi ini mengikuti pola kerja mikroorganisme rumen. Pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak telah banyak dilakukan di Indonesia dengan berbagai cara (Sutrisno dan Sukamto , 1985) antara lain :a. Digunakan langsung dalam ransum tanpa diolah lebih dahulub. Pengolahan untuk mempertinggi nilai pakannyac. Pengawetan untuk menjaga kelangsungan penyediaan pakan ternak. Amoniasi Jerami Amoniasi jerami padi merupakan pengolahan jerami dengan menggunakan urea untuk meningkatkan manfaat jerami. Cara ini merupakan teknik mengolah jerami dengan biaya murah, mudah dilakukan, aman bagi peternak maupun bagi ternak dan memberikan keuntungan meningkatkan kadar N (nitrogen). Dengan mencampurkan urea dan air pada jerami padi maka akan terjadi proses hidrolisa, selanjutnya dengan enzim urease, urea akan terurai menjadi ammonia dan CO2. Bahan yang diperlukan.? Jerami padi (basah atau kering),? Urea? Air Alat-alat :? Lembaran plastik? Timbangan? Ember plastik? Sabit/parang? Tempat menimbun jerami Cara membuat? Timbang jerami sesuai yang dibutuhkan, kemudian dipotong-potong dengan ukuran 5-10 cm? Selanjutnya urea ditimbang sebanyak 6% dari bobot jerami yang digunakan. Jika jerami yang diolah sebanyak 50 kg maka urea yang dibutuhkan adalah 6% x 50 kg = 3 kg.? Sediakan air bersih sebanding dengan jumlah jerami padi yang digunakan, maka air yang dibutuhkan adalah 50 liter. Dari jumlah tersebut 30% digunakan untuk melarutkan urea.? Jerami dapat ditempatkan dalam lubang di tanah atau dengan drum ukuran : dalamnya 1 m; lebar 75 cm atau disesuaikan dengan jumlah jerami yang akan diolah.? Jerami dimasukkan ke dalam lubang atau drum secara berlapis-lapis setebal 10-20 cm. Setiap lapisan disemprotkan dengan larutan urea + air secara merata.? Susunan jerami makin ke atas makin kecil (berbentuk kerucut). Jika pembuatan jerami dalam lubang sebaiknya setiap lapisan dipadatkan dengan diinjak-injak.? Untuk dapat mempercepat proses pemecahan lignin (lapisan sel pada jerami) maka gunakan daun Gamal (Glirisidia maculata) untuk meningkatkan kadar protein serta mempercepat proses amoniasi.? Setelah itu jerami ditutup dengan plastik secara rapat. Setelah 1 bulan jerami dapat diberikan pada ternak. Jerami Fermentasi Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas jerami padi, baik dengan cara fisik, kimia maupun biologis. Tetapi cara-cara tersebut biasanya disamping mahal, juga hasilnya kurang memuaskan. Dengan cara fisik misalnya, memerlukan investasi yang mahal; secara kimiawi meninggalkan residu yang mempunyai efek buruk sedangkan dengan cara biologis memerlukan peralatan yang mahal dan hasilnya kurang disukai ternak (bau amonia yang menyengat). Cara yang relatif murah, praktis dan hasilnya sangat disukai ternak adalah fermentasi dengan menambahkan bahan mengandung mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik (contohnya : starbio, starbioplus, EM-4 dan lain-lain).Bahan.? Jerami : 1 ton? Urea : 6 kg? Starbio atau bahan sejenis : 6 kg? Air secukupnya Tempat pembuatannya harus ada naungan/atap terhindar dari hujan dan sinar matahari langsung. Cara Pembuatan :? Jerami kering panen dilayukan selama ± 1 hari untuk mendapatkan kadar air mendekati 60%, dengan tanda-tanda jerami kita remas, air tidak menetes tetapi tangan kita basah.? Jerami yang sudah dilayukan tersebut dipindahkan ke tempat pembuatan dengan cara ditumpuk setebal 20-30 cm (boleh diinjak-injak)? Kemudian ditaburkan urea, bahan pemacu mikroorganisme (starbio atau bahan sejenis) dan air secukupnya kemudian ditumpuk lagi jerami.? Seperti cara di atas sehingga mencapai ketinggian + 1,5 m.? Tumpukan jerami dibiarkan selama 27 hari (tidak perlu dibolak-balik).? Setelah 21 hari tumpukan jerami dibongkar lalu diangin-anginkan atau dikeringkan.? Jerami siap diberikan pada ternak atau kita stok dengan digulung, dibuka dan disimpan dalam gudang.? Tahan disimpan selama ± 1 tahun. Catatan :Dalam membuat jerarni fermentasi tidak perlu ditutup. Apabila membuat jerami fermentasi dalam jumlah sedikit tumpukan jerami bisa ditutup dengan sehelai karung goni. Selain jerami, bahan lain yang bisa difermentasi untuk makanan ternak antara lain : alang-alang, pucuk tebu dll. Alang-alang dibuat fermentasi dengan dilayukan terlebih dahulu dan harus dipotong-potong antara 5-10 cm (bahan sama yaitu starbio dan urea).Fungsi urea pada proses pembuatan fermentasi adalah sebagai pensuplai NH4 ini digunakan sebagai sumber energi bagi mikrobia dalam proses fermentasi. Jadi disini urea tidak sebagai penambah nutrisi pakan. Bisa juga dikatakan sebagai katalisator dalam proses fermentasi. Pustaka :BIP. 1983. Petunjuk Pengawetan Hijauan Makanan Ternak. Balai Informasi Pertanian NTB. Departemen Pertanian.BIP. 1986. Pemanfaatan Jerami Padi sebagai Pakan Ternak. Departemen Pertanian. Ciawi.Komar, A., 1984. Teknologi Pengolahan Jerami sebagai Makanan Ternak. Yayasan Dian Grahita Indonesia.Reksohadiprodjo, S. 1988. Pakan Ternak Gembala. BPFE Yogyakarta.