Loading...

MEMBANGUN KELOMPOK TANI MANDIRI MELALUI SARASEHAN PENYULUH

MEMBANGUN KELOMPOK TANI MANDIRI MELALUI SARASEHAN PENYULUH
Kelompok tani sebagai wadah bersatunya para petani yang memiliki kesamaan tujuan dan komoditas yang diusahakan, dapat menjadi tempat mereka belajar bersama dalam meningkatkan kemampuan, baik secara pribadi maupun kelompok, sehingga terwujud petani yang sejahtera. Mengangkat tema "Pembinaan Berkelanjutan Sebuah Upaya Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani yang Mandiri", Sarasehan Penyuluh yang diadakan oleh UPTD Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) pada Selasa (18/11), bertempat di Ruang Rapat UPTD Penyuluhan, By Pass Ngurah Rai Suwung, berlangsung secara interaktif. Acara dibuka oleh Kabid Sumber Daya Pertanian (SDP), I Wayan Cita, mewakili Kepala Dinas yang datang kemudian dikarenakan masih ada keperluan yang tidak dapat ditunda. Dalam sambutan Kepala Dinas yang dibacakan oleh Kabid SDP, beliau menyampaikan bahwa dalam menghadapi era globalisasi diperlukan petani yang berdaya saing. Dalam upaya meningkatkan kemampuan SDM petani dapat dilakukan melalui kelompok tani yang kuat dan mandiri, sehingga diperlukan pembinaan yang berkelanjutan terhadap kelompok tani. Kegiatan Sarasehan Penyuluh sebagai agenda rutin tahunan tersebut, kali ini benar-benar membidik para Penyuluh Pertanian sesuai tema yang diangkat. Sebagai ujung tombak petugas di lapangan dalam membina kelompok tani, Penyuluh Pertanian perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan seputar pembinaan kelompok tani, supaya pembinaan yang dilakukan dapat berkelanjutan hingga terwujud kelompok tani mandiri. Oleh karena itu, materi sarasehan yang disajikan berjudul "Pembinaan Kelompok Tani" dan "Dinamika Kelompok Tani". Penyaji materi merupakan para Penyuluh Pertanian Senior Dinas Pertanian Provinsi Bali yang sudah banyak makan asam garam di dunia penyuluhan. Dengan gaya serius namun santai, Made Oka Parwata menguraikan materi "Pembinaan Kelompok". Di sini beliau menyampaikan fondasi dasar kelompok tani, mulai dari pemahaman yang dimaksud dengan kelompok tani, gabungan kelompok tani, dasar hukum yang menyertainya, sampai strategi pemantapan keduanya. Materi kedua "Dinamika Kelompok Tani" diberikan oleh IB Suryawanta. Dengan gaya beliau yang cukup kocak, materi yang mengetengahkan tentang ciri khas kelompok tani yang dinamis, tujuan dari kedinamisan tersebut, unsur dinamika, serta cara-cara membina kelompok dinamis, dapat dipahami dengan baik oleh para peserta. Ringkas, jelas, padat, dan tepat sasaran. Kesan itulah yang tampak pada pelaksanaan Sarasehan Penyuluh tahun 2014 ini. Hanya dengan 2 judul materi, namun kadar kualitasnya mencakup keseluruhan peran Penyuluh Pertanian sebagai pembina kelompok tani yang mumpuni. Di tahun-tahun mendatang, kegiatan Sarasehan tetap menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu semua pihak, terutama para Penyuluh Pertanian Kota Denpasar. Harapan banyak pihak tentunya agar UPTD Penyuluhan DPTPH tetap mampu merancang tema-tema up to date demi peningkatan SDM para penyuluh. Ditulis oleh: Marcella Wayan K.R., SP (PP Pertama)