MEMBIASAKAN DIRI MEMANFAATKAN URIN TERNAK FERMENTASI DENGAN EM4 Oleh: Jupen Hutabarat Urin memang salah satu produk 'buangan' yang harus dibuang dari tubuh. Nah, sebelum melangkah lebih jauh, apa sih definisi dari urin itu sendiri ? Apabila kita ingin mengetahui definisi ilmiah-nya, menurut beberapa sumber ilmu biologi yang dapat dipercaya dan saya peroleh (salah satunya dari wikipedia), Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis (ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan dinamis dalam organisme secara konstan) cairan tubuh. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter (saluran) menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.Komposisi UrinUrin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisal. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos atau pupuk organik.Pemanfaatan UrinPemanfaatan urin hewan ternak, sejak dulu telah dilakukan pula oleh bangsa Jepang untuk dijadikan pupuk. Dalam urin hewan ternak, ternyata berdasarkan penelitian misalnya dalam urin kambing sudah mengandung Nitrogen 36,9 – 37,31 %, Fosfat 16,5 – 16,8 ppm, dan Kalsium 0,67 – 1,27 %. Komposisi ini mirip dengan komposisi pupuk SP-36.Berdasarkan penelitian pula, 2 (dua) kilogram pupuk urea ternyata setara dengan 2,5 liter pupuk dari hasil fermentasi urin kambing. Dan berdasarkan data, rata-rata seekor kambing/domba dapat menghasilkan 2,5 liter urin per hari. Dengan demikian, bagi para petani dan peternak akan banyak manfaat yang dapat diperoleh dari limbah ternak berupa urin ini. Petani dapat lebih mandiri dan melepaskan ketergantungan terhadap pupuk kimia buatan/anorganik. Dalam artikel ini, bukan hanya urin kambing yang bisa digunakan namun bisa menggunakan urin dari ternak lain seperti sapi,kerbau,babi dan kelinci sesuai yang ada di daerah masing-masing.Fermentasi Urin dengan menggunakan EM4Fermentasi Urin bertujuan menghasilkan pupuk cair dengan bahan dasar urin dengan komposisi yang dihasilkan menjadi lebih baik. Salah satu dari reaksi positif yang terjadi dari fermentasi ini adalah adanya pengikatan Nitrogen yang lebih tinggi oleh mikroba selain sebagai dekomposer.Dengan difermentasi, bau khas urin juga akan hilang karena berkurangnya jumlah gas amoniak, fermentasi dengan EM4 juga dapat menekan pertumbuhan jamur dan bakteri yang merugikan tanaman, tetapi dapat hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik, dan mikroorganisme bermanfaat lainnya.Proses Fermentasi UrinAlat dan Bahan :1. Tong plastik bertutup atau bisa memanfaatkan ember bekas cat tembok2. Gelas ukur atau gayung 1 liter3. Pengaduk4. Masker bila perlu (untuk yang tidak biasa dengan aroma urin…hehehe)5. Sarung tangan plastik6. EM47. Gula PasirResep :Berikut adalah resep perbandingan kebutuhan bahan-bahan :1. Urin ternak (kelinci, kambing, sapi, Kerbau,babi) : 10 liter2. EM4 : 100 ml (± 10 tutup botol EM4)3. Gula pasir : 2 (dua) sendok makanCara Kerja :1. Kumpulkan urin yang telah ditampung pada suatu wadah dan biarkan selama 2 hari dengan tujuan mengurangi gas amoniak.2. Setelah itu masukkan urin yang akan difermentasi ke dalam tong plastik.3. Larutan EM4 yang sudah aktif tersebut kemudian masukkan ke dalam tong plastik yang telah berisi urin.dengan perbandingan 1:104. Aduk larutan urin sehingga larutan EM4 tercampur dan larut dengan sempurna.5. Tutup tong plastik dan biarkan fermentasi berlangsung selama 1 x 24 jam6. Setelah selesai buka penutup dan biarkan dulu. fermentasi yang berhasil ditandai dengan terjadinya perubahan terutama aroma yang sudah tidak berbau urin lagi.7. Pupuk hasil fermentasi urin siap digunakan.Aplikasi Pupuk Hasil Fermentasi UrinPupuk diaplikasikan dengan mencampurnya ke dalam air, berikut adalah beberapa cara aplikasi untuk tanaman dengan cara penyemprotan atau dikocorkan1. PenyemprotanDosis urin hasil fermentasi untuk setiap tanki semprot (kapasitas ± 14 liter) :• Urin Kelinci : 250 ml (atau setara ukuran 1 gelas air mineral)• Urin Kambing : 750 ml (setara ukuran 3 gelas air mineral)• Urin Sapi : 1500 ml (setara ukuran 6 gelas air mineral)• Urin kerbau : 1500 ml (setara ukuran 6 gelas air mineral)• Urin Babi : 750 ml (setara ukuran 3 gelas air mineral)Cara Pencampuran :• Hasil Fermentasi sesuai dosis perbandingan diatas dimasukkan ke dalam Tangki semprot.• Tambahkan 8 tutup EM4 (yang telah dilarutkan dalam 1 liter urin bersama gula)• Tambahkan air hingga tanki semprot penuh• Biarkan 15 menit sebelum larutan digunakan• Baru kemudian gunakan untuk menyemprot tanaman2. DikocorkanPupuk juga bisa langsung dikocor atau dikucurkan langsung ke bagian akar tanaman dengan dosis sebagai berikut (dosis dengan urin dari kambing, urin dari hewan lain tinggal lihat perbandingan di atas) :• Tanaman Kecil ( tomat, lombok, mentimun, pare, kacang, dll ). Dikocor pada bagian akar ± 1/4 gelas air mineral.• Tanaman Besar ( mangga, jambu, belimbing, asem, klengkeng, dll ). Lakukan pengocoran pada bagian akar 1 – 2 gelas air mineral (250 – 500 ml)Demikian secara singkat cara pemanfaatan urin ternak untuk dijadikan pupuk melalui proses fermentasi. Fermentasi urin ini diharapkan dapat lebih mengurangi ketergantungan kita terhadap pupuk kimia dan dapat menekan biaya untuk membeli pupuk.Aplikasi ini akan sangat luar biasa hasilnya bila secara terpadu kita aplikasikan pula dengan penggunaan pupuk bokashi dan EM4 secara langsung.