Pengomposan merupakan penghancuran bahan organik oleh aktivitas berbagai jenis mikroorganisme didalam suatu lingkungan tertentu dengan hasil akhir produk yang dapat dimanfaatkan bagi kesuburan tanah. Salah satu bahan organik yang dapat dikomposisi adalah serbuk gergaji yang merupakan limbah industri Penggergajian kayu Salah satu bahan organik yang dapat dikomposisi adalah serbuk gergaji yang merupakan limbah industri Penggergajian kayu yang banyak terdapat. Arang dapat digunakan langsung sebagai agent pembangun kesuburan tanah juga digunakan sebagai campuran dalam proses pengomposan. Adapun langkah-langkah untuk membuat kompos yaitu : menyediakan penutup plastik/karung goni, skop, cangkul, kotak dari kayu, Serasah, Pupuk kandang, Arang serbuk kayu gergajian, Aktifator orgadec dan air sesuai dengan kebutuhan. Setelah bahan telah disiapkankan maka semua bahan dicampur menjadi satu kesatuan, dibuat tumpukan dan ditutup plastik warna hitam kemudian dibiarkan selam 72 jam atau 3 (tiga) hari. Tahapan dalam pembuatan arang kompos meliputi : Pemilihan Tempat/lokasi, Lokasi pembuatan arang kompos adalah pada lahan terbuka yang tidak tergenang air atau pada lahan yang ternaungi, bisa juga pada lahan dibawah tegakan hutan. Tempat pembuatan arang kompos bisa dari bahan kayu atau bangunan permanen dari bahan semen; Penyediaan alat dan bahan, Alat yang digunakan adalah Drum bekas minyak tanah/oli, cangkul/skop, karung/sak. Bahan yang diperlukan adalah : Serbuk kayu gergajian, limbah hasil pertanian seperti jerami, sekam padi, kulit/tongkol jagung, serasah tumbuhan hutan/dedaunan seperti , serasah tusam, serasah mangium, atau campuran dapat juga bahan organik sampah pasar. Pada tahap pelaksanaan pembuatan arang kompos dibagi menjadi dua tahapan yaitu : Tahap pembuatan arang sebagai bahan campuran dalam proses pengomposan : Arang dapat dibuat dengan beberapa cara tergantung dari beberapa faktor antara lain : jenis bahan baku yang digunakan, keadaan, kondisi sarana dan prasarana setempat, serta teknologi yang dipakai dan Langkah pembuatan arang dengan menggunakan tungku/klin drum sebagai berikut : Masukan sebatang bambu/kayu berdiameter 10 cm ditengah drum, tegak lurus pada bagian tengah atau pusat drum; Isi drum dengan bahan baku penuh; Cabut bambu/kayu dengan perlahan, hingga membuat lubang pada drum; Tutup lubang udara dengan tanah liat; Masukkan umpan bakar ke dasar drum melalui lubang yang terbentuk; Nyalakan, jika pembakaran sempurna maka tungku/kiln ditutup lalu dipasang cerobong asap; Buka lubang udara pada baris pertama bagian bawah drum; Jika pada udara terlihat bara merah, segera tutup dengan tanah liat, kemudian udara baris berikutnya dibuka. Demikian seterusnya hingga pembakaran berlangsung sampai terjadi bara pada baris paling atas badan drum; Pengarangan berlangsung selama 6 - 7 jam tergantung jenis bahan baku, kadar air dan keadaan angin; Tutup cerobong dengan kain, kemudian bagian atas drum ditutup dengan pasir untuk mencegah udara masuk ke dalam drum yang menyebabkan arang jadi abu; Pengarangan dihentikan bila asap yang keluar dari ceobong sudah tipis dan berwarna kebiru-biruan, biarkan tungku dingin selama 6 jam lalu tutup kiln/tungku dibuka; Pisahkan antara arang dan abu; Masukkan ke dalam bak-bak pengomposan sesuai dengan keinginan, lalu tutup dengan plastik hitam. (admin_kerinci).Penulis : Mitaria, SP / Penyuluh Pertanian Muda