Loading...

MEMBUAT KOMPOS JERAMI

MEMBUAT KOMPOS JERAMI
Jerami merupakan sisa tanaman padi setelah dipanen. Umumnya bobot jerami sisa panen dalam 1 Ha lahan persawahan hampir sama atau bahkan lebih banyak dari gabah yang dihasilkan. Dengan kata lain apabila petani menghasilkan gabah kering panen 6 ton per Ha, maka paling tidak juga akan menghasilkan jerami basah sebanyak 6 ton. 1. Persiapan bahan dan alatBahan yang diperlukan yakni jerami, kotoran hewan, dekomposer (biang kompos), plastik terpal, air. Alat yang diperlukan drum, ember, alat penyiram, cangkul. 2. Perlakuan bahanBiang kompos dilarutkan dalam air bersih sesuai aturan pada kemasan. Umumnya untuk 1 ton bahan baku kompos membutuhkan 1 Kg atau 1 liter biang kompos. Kebutuhan air sekitar 200-250 liter sesuai kondisi kelembaban bahan. 3. Penumpukan bahanSelanjutnya bahan-bahan di tumpuk lapis demi lapis. Setiap lapisan terdiri dari jerami dan kotoran ternak. Tinggi tumpukan diusahakan minimal 1 m dengan lebar 1 meter. 4. PenutupanSetelah semua bahan ditumpuk, segera lakukan penutupan dengan terpal, agar suhunya tetap lembab, terhindar dari cahaya matahari langsung dan air hujan. 5. PembalikanSetiap 3 hari tumpukan di periksa kelembabanya dengan menancapkan kayu kering ke tengah tumpukan. Kayu didiamkan sekitar 5 menit kemudian diangkat. Apabila bagian kayu yang semula dibenamkan dalam tumpukan kompos terasa lembab dan hangat, maka proses pengomposan berlangsung dengan normal, namun jika kayu tetap kering, maka bahan kekurangan air dan butuh dibalik dan disiram. 6. Panen KomposKompos akan matang dalam 1-2 bulan tergantung jenis komposisi dan perlakuan bahan. Apabila bahan yang dikomposkan sejenis, mengandung serat tinggi, dan tanpa dilakukan pencacahan, maka proses pengomposan alan berlangsung lebih lama. Sebaliknya, apabila komposisi bahan lebih seimbang dan terdiri dari beberapa jenis bahan serta dilakukan pencacahan terlebih dahulu, maka proses pengomposan akan berlangsung lebih cepat. Idealnya kompos diberikan setiap musim tanam padi. Waktu pemberian kompos yakni sebagai pupuk dasar bersamaan dengan pengolahan tanah terakhir.