MIKRO ORGANISMEN LOKAL (MOL) Oleh : Muhamad Oleh PPL BPP Gedong Tataan Pemupukan adalah upaya menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Jenis pupuk berdasarkan bahan penyusunnya adalah pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati. Penggunaan pupuk kimia dalam budidaya tanaman sangat diminati petani dalam usaha meningkatkan produktivitas tanaman karena pupuk kimia dapat menyediakan unsurhara yang diperlukan tanaman secara cepat dan dalam jumlah yang tidak banyak. Akan tetapi, penggunaan pupuk kimia secara secara terus menerus tanpa diimbangi dengan pupuk organik dapat menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, dan jika hal ini terus berlanjut akan menurunkan kualitas tanah dan kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, selain menggunakan pupuk kimia, sebaiknya petani juga menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan/mempertahankan kesuburan tanah. Pupuk organik dapat dibagi menjadi 2 (dua) berdasarkan bentuknya yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Salah satu jenis pupuk organik cair adalah yang umumnya dikenal sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) yang merupakan larutan hasil fermentasi. Bahan dasar MOL berasal dari berbagai sumber yang mengandung unsur hara mikro, makro, bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama/penyakit tanaman. Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair. Oleh karena itu, MOL dapat dimanfaatkan sebagai (a) Pupuk organik cair, (b) Decomposer atau biang pembuatan kompos, (c) Pestisida nabati untuk mengusir Hama Penyakit Tanaman SUMBER BAHAN MOL Karbohidrat (sumber C) : air cucian beras, singkong, kentang, nasi dll Glukosa (sumber C dan N) berasal dari air gula merah, gula pasir, molases dan urin sapi. Vitamin dan mineral: air kelapa dan susu bekas KEUNGGULAN UTAMA PENGGUNAAN MOL Berikut adalah keunggulan dari pemanfaatan MOL Pembuatan MOL sederhana dan mudah dengan waktu yang relatif singkat. Biaya pembuatan murah, karena menggunakan bahan-bahan yang kurang dimanfaatkan dan tersedia di sekitar. Pupuk organik yang dihasilkan mengandung unsur kompleks baik makro maupun mikro serta mengandung mikroba yang bermanfaat. Ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu. Biota tanah terlindungi sehingga dapat memperbaiki/mempertahankan kualitas tanah. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produk hasil tanaman. Jenis Jenis MOL antara lain: Mol Buah, Mol Bonggol pisang, Mol Sayur, Mol Keong Mas, Mol Nasi, Mol Limbah dapur, Mol Sabut Kelapa, dll MOL Buah-buahan Buah-buahan busuk yang sudah tidak bisa dimakan lagi bisa dimanfaatkan untuk sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal). MOL yang dibuat dari buah-buahan busuk ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk disemprotkan ke tanaman. Cara pembuatannya sangat mudah dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Bahan-bahan: Buah-buahan yang sudah busuk. Bisa buah apa saja: pepaya, pisang, mangga, apel, salak, dll. Sebanyak 5 kg Air kelapa 10 butir. Gula jawa 1 kg. Cara Pembuatan: Limbah buah-buahan dihaluskan. Bisa dengan cara ditumbuk atau diparut. Masukkan ke dalam dalam tempat (drum) Tambahkan air kelapa. Tambahkan gula. Semua bahan diaduk sampai tercampur merata. Tutup drum dengan penutu. Beri lubang untuk aerasi. Lubang aerasi ini bisa menggunakan selang agar tidak dimasukki oleh lalat atau serangga lain. Semua bahan kemudian difermentasi selama 2 minggu sebelum digunakan. Penggunaan: MOL ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk penyemprotan ke tanaman. Untuk pengomposan: encerkan larutan fermentasi sebayak 5 xnya. Kemudian disemprotkan ke bahan-bahan yang akan dikomposkan. Untuk penyemprotan tanaman: larutkan larutan fermentasi sebanyak 30 kali. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari atau sore hari ke permukaan daun. Penyemprotan dilakukan berselang 2 minggu.