Loading...

Membuat Perangkap Kuning Untuk Hama Tanaman Padi Sawah

Membuat Perangkap Kuning Untuk Hama Tanaman Padi Sawah
Penggunaan perangkap warna adalah memanfaatkan sifat phototaksis postitif dalam menangkap serangga. Serangga umumnya tertarik dengan warna kuning atau warna cerah seperti putih, hijau dan biru. Hama serangga yang tertarik dengan warna pada perangkap warna akan mendekat, hinggap dan terperangkap.Cara pembuatan perangkap kuning yaitu sebagai berikut Lem tikus 75 gr (lem tikus yang ada di pasaran) di encerkan dengan bensin takaran bensin menyesuaikan aja, semakin sedikit semakin tebal lem tikusnya caranya masukan lem tikus tadi di dalam botol dengan bensin kemudian kocok atau aduk sampai lem tikusnya menjadi encer tidak menggumpal lagi.Langkah selanjutnya gunakan kemasan air mineral ukuran sesuai selera saja, bersihkan air yang masih ada di dalam botol hingga kering, pada bagian dalamnya di pilox atau di cat menggunakan warna cerah. Beberapa referensi kuning sangat diminati serangga.Cara praktis dalam mencat bagian dalam botol yaitu cat kuning kita encerkan menggunakan tiner kemudian dimasukkan kedalam botol air mineral sebanyak sepertiga bagian botol. Setelah itu botol ditutup dan diaduk sehingga cat yang ada didalam botol bias mewarnai seluruh permukaan dalam botol, setelah warna rata sisa cat yang ada dalam botol di tuangkan kedalam botol air mineral yang lain yang masih bersih demikian selanjutnya sampai cat atau botol yang mau dicat kuning habis. Berdasarkan hasil uji coba untuk 1 kg cat bisa untuk mengecat botol kemasan air mineral ukuran 1,5 liter sebanyak 100 botol dan cara ini tidak memerlukan waktu yg lama. Mengapa pengecetan dilakukan di dalam botol agar mempermudah dalam melakukan pengecetan, cat tidak mudah luntur dan kilauan pelastik botol dapat menambah daya tarik hama untuk hinggap meskipun dengan pantulan cahaya terang bulan pada malam hari.Bagian luarnya ratakan lemtikus bensin yang sudah diencerkan tadi secara merata pakai kuas hingga merata atau bisa juga lapisi botol dengan plastik bening kemudian di oleskan lem tikus encer tadi di pelastik bening (kantong plastik) agar tidak terlalu sulit menggantinya nanti. Perangkap kuning pun siap menarik serangga-serangga organisme pengganggu tanaman padi.Aplikasi perangkap ini sebanyak 40 botol perangkap kuning per hektar, dengan ketinggian sesuai tanaman. Misalnya pada tanaman padi, ketinggian lokasi perangkap sekitar 100 cm dari tanah atau mengikuti tinggi tajuk tanaman supaya hasil bisa optimal, hal ini bertujuan supaya serangga hama langsung bisa mendatangi perangkap kuning diatas tajuk tanaman.Ketika hama terperangkap telah memenuhi sebagian besar permukaan perangkap kuning atau 15 hari setelah pemasangan, maka perlu dilakukan penggantian dengan perangkap kuning yang baru. Dari hasil uji coba di lapangan lem tikus yang di encerkan dengan bensin ini mampu sampai 75 hst daya rekatnya masih baik meskipun terkena panas dan hujan.Perangkap kuning ini mampu mengendalikan sebagian besar dari hama serangga yang sering muncul di pertanaman padi seperti wereng coklat, wereng hijau, kutu kutuan, ngengat HPP, ngengat penggerek batang, kepik dan walang sangit. Perangkap kuning ini dapat dijadikan solusi petani dalam pengendalian hama di lapangan karena sangat mudah dalam pembuatannya dan memerlukan biaya yang ekonomis. Pemanfaatan perangkap ini dapat menjadi indikator populasi hama di area pertanaman, sehingga saat ditemukan hama tertentu yang populasinya telah melebihi ambang batas maka dapat segera dilakukan pengendalian hama tersebut secara khusus baik menggunakan insekorganik maupun insekkimia. Dengan perangkap kuning, produktivitas tanaman meningkat dan biaya pestisida sintetik dapat ditekan. Penulis : Adiwiryansyah, SP