Pupuk Organik merupakan hasil olahan limbah ternak yang merupakan olahan langsung dari kotoran ternak di kandang di kandang yang dapat berbentuk padat maupun cair. Pupuk Organik diperlukan untuk mempertahankan kesehatan tanah serta kecukupan unsur hara tanah. Adapun pupuk terdiri dari pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pupuk Organik Padat dapat ditentukan dekat cara : Jika diraba mendekati suhu ruang; Tidak berbau busuk; Warna coklat kehitaman sudah menyerupai tanah; Tidak mudah larut dalam air; Struktur remah tidak mudah menggumpal sedangkan Pupuk Organik Cair yaitu : Warna jernih, kecoklatan seperti air teh; Tidak berbau busuk; Mudah larut dalam air. Secara umum manfaat pupuk antara lain adalah : Memperbaiki sifat biologi tanah/aerasi tanah, mempercepat perbanyakan fungsi bakteri dan mikroflora dan fauna tanah dan menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan dan Memperbaiki sifat kimia tanah, meningkatkan unsur hara dan mineral tanah. Pupuk Organik yang berasal dari limbah peternakan dapat mengurangi pencemaran lingkungan, selain ternak menghasilkan produk utama yaitu daging, susu dan telur, juga menghasilkan produk hasil ikutan antara lain berupa limbah atau kotoran ternak. Limbah usaha peternakan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan sekitarnya jika tidak dimanfaatkan dan ditangani dengan baik. Limbah peternakan menimbulkan bau tidak sedap yang mengakibatkan polusi udara sehingga dapat mengganggu kesehatan manusia, menimbulkan pencemaran air dan merupakan sumber penyakit. Di sisi lain limbah peternakan memberi nilai tambah bagi peternak asal dilakukan dengan pengelolaan yang tepat guna yaitu menghasilkan produk yang mempunyai daya jual seperti pupuk organik. Cara Pembuatan Pupuk Organik cair dari kotoran sapi langsung dari Kandang yaitu : 50 Kg kotoran sapi dicampur dengan 1 liter EM4, 4 kg gula pasir, 10 kg dedak padi dan 170 liter air setelah dicampur masukan kedalam tong ukuran 250 liter dan aduk rata hingga larut, lalu Tutup rapat tong hingga udara tidak masuk, buat pipa pengeluaran gas yang ujungnya dimasukkan kedalam botol yang berisi air. Biarkan selama 15 hari. Sedangkan cara pembuatan pupuk organik padat langsung dari Kandang yaitu : Kompos Curah; Kompos Granula/Butiran. Bahan kompos curah ditambahkan tepung tapioka 3-5 % dari Berat. Kering (BK) kompos + air 8-10% BK Kompos + Zat pewarna (merah, kuning,oranye dan hijau). Cara Pembuatan : Tepung Tapioka dicampur dengan pewarna, kemudian ditaburkan pada mesin granula; Kompos curah dihaluskan dan ditempatkan diatas lapisan tepung tapioka; Air disemprotkan melalui saluran yang ada dimesin granula; Mesin dihidupkan dengan gerakan memutar sehingga terbentuk bulatan-bulatan granula dan kompos dikemas dalam plastik dan siap digunakan. (admin_kerinci)Penulis : Ir. Masniari Saragih/Penyuluh Pertanian Madya