Loading...

Mememperbaiki Keasaman Tanah

Mememperbaiki Keasaman Tanah
Kemasaman tanah dapat diartikan sebagai tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh tanah. Kemasaman tanah ini berhubungan dengan kadar PH di dalam tanah. Semakin rendah PH tanah maka akan semakin tinggi tingkat keasamanya. Begitu pula sebaliknya, semakin tinggi PH di dalam tanah maka semakin tinggi tingkat basa di dalam tanah dan otomasti semakin rendah tingkat keasamanya.Ada beberapa penyebab yang menjadikan PH tanah menjadi turun dan keasaman pada tanah menjadi tinggi, antara lain : 1. (iklim) Ketika curah hujan tinggi, maka tanah akan rawan terkena erosi. Ketika erosi terjadi maka unsur hara dalam tanah menjadi ikut hanyut oleh aliran air. Unsur hara yang rendah di dalam tanah dapat menyebabkan tingginya tingkat keasaman tanah. 2. (drainase) , tanah yang terendam air juga dapat meningkat keasamanya. 3. (kedalaman tanah) keasaman tanah juga semakin meningkat seiring dengan kedalaman tanah yang semakin dalam 4. (Ketidakseimbangan) kemasaman tanah dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan unsur di dalam tanah. Misalnya adanya unsur besi atau aluminium yang tinggi di dalam tanah. 5. (Faktor Pemupukan) Pemupukan yang dilakukan oleh para petani dapat memicu timbulnya kemasaman tanah. 6. (Vegetasi) Faktor vegatasi juga dapat mempengaruhi kemasaman tanah.Tanah yang berada di daerah hutan atau yang vegetasinya lebat akan cenderung lebih masam jika dibandingkan dengan area tanah yang tanah yang berada di area padang rumput. 7. (Aktifitas Pertanian) Tanah yang sering ditanami dan dipanen karena aktifitas pertanian akan membuatnya manjadi masam. 8. (Faktor Bahan Induk) Kemasaman juga dapat dikarenakan bahan induk dari tanah itu sendiri. Tanah berkembang dari bahan induk yang berupa batuan dan bahan organik. Untuk mengurangi keasaman tanah dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya : pengapuran, perbaikan drainase, pengolahan tanah tanah yang baik, menggunakan pupuk organik/abu/arang sekam dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Pengapuran adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pH tanah dengan menambahkan kapur kedalam tanah. Tujuan utama dari pengapuran ini ialah untuk meningkatkan pH dari pH masam menjadi pH netral. Pada pH tanah yang masam, banyak unsur hara (misalnya: N, P, K, Ca, Mg) yang tidak tersedia bagi tanaman karena pada pH rendah unsur tersebut rusak. Hanya unsur Fe dan Al (unsur mikro) yang tersedia pada tanah masam. Maka diharapkan, dengan pengapuran akan meningkatkan pH menjadi netral, dimana pada pH netral banyak unsur hara yang dapat tersedia bagi tanaman. Pada umumnya, pH tanah yang di kehendaki untuk pertumbuhan tanaman agar optimal adalah pH tanah netral yaitu 6,5-7,0 karena pada kondisi pH netral unsur hara dapat tersedia secara optimal dan mikroorganisme dapat berkambang dengan maksimal. YOHANES CANDRA ARKE, SP ( WKPP Desa Nibung, Engkerengas dan Dalam Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu)