Ternak kambing merupakan salah satu komoditas ternak yang cukup potensial untuk dikembangkan. Keunggulan dari beternak kambing adalah cara pemeliharaan mudah, modal tidak besar, cepat mendapatkan hasil, selang beranak yang pendek dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Disamping itu kambing mempunyai kemampuan reproduksi relative tinggi dan tahan terhadap serangan penyakit. Populasi ternak kambing di wilayah Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung cukup banyak dengan jumlah populasi 9.230 ekor. Baik buruknya kualitas kambing tergantung pada dua faktor, yaitu bibit dan lingkungan. Tujuan pemilihan bibit adalah mendapatkan keturunan atau hasil produksi yang baik. Pemilihan bibit secara sistematis dalam usaha pembibitan ternak kambing dapat dilakukan dengan melihat catatan/silsilah dan melihat penampilan luar. Catatan silsilah dapat diperoleh dari peternak, sehingga informasi yang diperoleh lebih akurat. Sedangkan jika dilihat dari penampilan luar berikut ciri-ciri calon induk dan pejantan yang baik. Ciri-ciri bibit unggul kambing untuk calon indukan : Sehat, tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus Bulu terlihat bersih dan mengkilap Alat kelamin normal Mempunyai sifat keibuan (dapat mengasuh anak dengan baik) Ambing normal (kenyal, tidak bengkak) dan simetris Sebaiknya berasal dari keturunan yang kembar Pada saat birahi bibir rahim sedikit bengkak, mengeluarkan lendir, berwarna kemerah-merahan, sering mengembik, dan kencing hampir disetiap saat. Ciri-ciri bibit unggul kambing untuk calon pejantan : Sehat, tubuh besar Bulu bersih dan mengkilap Badan panjang, kaki lurus dan tidak cacat Tumit tinggi, penampilan gagah Aktif, nafsu kawinnya besar, mudah ereksi Buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal) Sebaiknya dari keturunan kembar Untuk tujuan penggemukan kambing, dapat memilih bibit unggul sebagai berikut: Pilih kambing berjenis kelamin jantan Umur 7 – 8 bulan Tubuh panjang dan besar Punggung lurus Dada dalam dan lebar Kaki kokoh, lurus dan kuat Gerakan lincah Alat kelamin normal Dalam memilih jenis kambing, perlu diketahui terlebih dahulu tujuan pemeliharaannya, apakah untuk diambil daging, susu atau bulunya. Untuk diambil dagingnya dapat memilih kambing PE, kacang dan boer. Sedangkan untuk diambil susunya dapat memilih kambing Etawa, PE, Senduro dan Saanen. Kambing penghasil bulu dapat dipilih kambing gembrong. Oleh : Puji Astuti, Spt. Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bandung SUMBER: Anonymous, 2018, Kecamatan Bandung Dalam Angka, Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung, Tulungagung Mulyono, S., 2002, Teknik Pembibitan Kambing & Domba, Penebar Swadaya, Jakarta Mulyono, S. Dan Sarwono, B., 2008, Penggemukan Kambing Potong, Penebar Swadaya, Jakarta Wijoseno, R.S. dkk, 2009, Beternak Kambing Intensif, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat