Loading...

MENAMBAH NILAI PISANG NANGKA

MENAMBAH NILAI PISANG NANGKA
Pisang nangka mempunyai rasa yang agak masam, sehingga jarang disajikan sebagai buah-buahan pencuci mulut seperti pisang muli atau pisang raja palembang dan ambon yang langsung dapat dimakan dengan rasa yang enak. Rasa asam inilah yang membuat nilai ekonomis pisang nangka menjadi rendah dibandingkan dengan jenis pisang lainnya. Salah satu opsi alternatif meningkatkan nilai ekonomis dari pisang nangka ini adalah dengan membuatnya menjadi dodol. Warna buah termasuk pisang nangka cepat sekali berubah karena pengaruh fisika seperti sinar matahari dan pengaruh biologis seperti jamur. Akibatnya buah menjadi cepat busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpan menjadi salah satu alternatif baik minuman seperti sari buah, sirup dan juga makan seperti manisan, dodol dan keripik serta sale. Pisang dapat dibagi menjadi dua golongan yakni pisang yang dapat dimakan dalam bentuk segar seperti pisang ambon, raja sere, raja bulu, susu, seribu, dan emas. Di samping itu ada pula pisang yang dimakan setelah mengalami pengolahan terlebih dahulu misalnya pisang kapok, nangka, raja siam, kapas, dan tanduk. Buah ini banyak mengandung protein yang kadarnya lebih tinggi dibandingkan buah-buah yang lain, namun buah pisang mudah membusuk dan tidak tahan lama. Untuk mncegah pembusukan dapat dicegah melalui pengawetan misalnya dalam bentuk keripik, sale dan dodol.Pisang nangka yang mempunyai rasa agak masam dapat ditingkatkan nilainya dengan mengolah menjadi dodol pisang nangka. Selain pisang nangka dodol dapat pula dibuat dari jenis buah lainnya seperti sirsak, nenas, durian, dan buah lainnya. Bahan dan alat yang digunakan dalam membuat dodol pisang nangka tidak lah begitu sulit karena semuanya tersedia di pasaran. Ada pun bahan yang digunakan terdiri dari : pisang nangka 2 kg, gula pasir 1 ons, gula merah 3 ons, tepung ketan 1 ons, kelapa secukupnya, panili secukupnya. Sedangkan alatnya adalah baskom, alas pemotong dari kayu, pisau, cetakan dodol, penggorengan (wajan), alat penumbuk (alu), tungku, sendok kayu dan ayakan halus.Cara pengolahannya, untuk langkah pertama kupas buah pisang dan potong kecil-kecil lalu haluskan. Selanjutnya kupas pula kelapa, parut dan ambil santannya. Campurkan pisang yang telah dihaluskan dengan gula pasir, gula merah, tepung ketan, panili, dan santan hinga rata kemudian panaskan sampai terbentuk adonan kental ( sekitar 3 jam). Segera tuangkan adonan yang telah jadi pada cetakan, dinginkan setelah itu potong-potong menurut ukuran yang dikehendaki ( 5 x 3 cm). Kemudian masukkan ke dalam kantong plastik.Perlu diingat penambahan tepung ketan jangan terlalu banyak agar adonan yang dihasilkan tidak terlalu keras. Pembungkusan dilakukan setelah adonan betul-betul dingin dan di simpan di tempat yang tertutup agar dodol tetap kenyal seperti semula. Dodol ini dapat tahan sampai 30 hari.(Rohayati, SP)